banner 728x90

Kandang Ayam ‘ Kampung ‘ !

Kandang Ayam ‘ Kampung ‘ !

” Jadi nanti Kang Jokowi ( Presiden Republik Indonesia ) nangkap ayam ‘ kampung ‘ langsung !
Di ( kandang komunal ) Leuwi Gajah ! ” itu paparan ( i- ) rasional saya sa’at kali pertama Focus Group Discussion di kompleks Istana – SekNeg Jakarta.
Sontak seluruh yang hadir pada ketawa lepas.

Kondisi para hadirin hari itu 99 % ‘ bingung ‘, teu ngarti.
Hanya ketawa lepas yang spontan mereka lakukan.
Namun, setelah saya jelaskan akhirnya yang hadir pada mengerti.

Ini adalah bentuk edukasi berbalut hiburan, namun syarat ma’na.

Makna edukasi :
Bayangkan seorang Presiden bersama para pembantu/pengawal secara gotong royong ‘ ngepung ‘ menangkap ayam yang sengaja dilepas liarkan di lembah Leuwi Gajah.
Eksesnya adalah meng- edukasi masyarakat supaya suka dan mencintai ayam kampung.
Kemandirian dan kedaulatan pangan berbasis ternak.
Pengaruh seorang Presiden jelas me- nasional.

[ kemudian setelah dapat ayam langsung disembelih dan dimakan bersama masyarakat sekitar cukup beralaskan daun pisang… sungguh elok dan wajib ‘ viral ‘ ]

Makna sosial :
Presiden ajarkan langsung kepada masyarakat dan bangsa Indonesia akan pentingnya kerja sama tim, usaha keras dan ulet, keberssmaan serta gotong royong dan berbagi antar sesama.

[ nangkap ayam liar tidak semudah nangkap ayam kandangan ( ayam potong pabrikan )… sungguh butuh keluar keringat dan kerjasama tim ]

Makna ketahanan negara :
Presiden tidak bisa hidup sendiri dan masyarakat/penduduk/rakyat begitupun.
Jabatan ” Presiden ” dan ” Rakyat atau Rahayat ” hanyalah predikat/sebutan saja.
Negara mampu dan bisa bertahan dari multi serangan dari dalam dan luar negeri, manakala para penghuni negara kuat dan bahu membahu untuk pertahankan kedaulatan, kemandirian dan kemerdekaan negara.

[ nangkap ayam bersama, memasak ayam bersama dan makan bersama antara Presiden dan Rakyat adalah bentuk pertahanan semesta terbaik ]

Itulah cerita beberapa tahun yang lalu.

Apa relasi dan keterkaitan dengan kondisi di era ‘ pagebluk ‘ pandemi Covid-19 sa’at ini ?

Apakah ada korelasi dan hubungannya ?

Tentu saja,
dampak pandemi Covid-19 sudah memapar seluruh sendi kehidupan manusia tak terkecuali bangsa dan negara Indonesia.
Semua link kehidupan lumpuh dan ambruk.

50 % lebih dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) harus pemerintah gunakan untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19.
Entah sampai kapan.

Hal yang paling ideal pemerintah lakukan untuk percepat tuntasnya pandemi Covid-19 adalah lakukan ‘ lockdown ‘ total bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa kecuali cukup satu ( sampai dua ) bulan saja.
Pemerintah selama ‘ lockdown ‘ berlangsung wajib menjamin kebutuhan makan – minum seluruh warga negara dan seluruh binatang peliharaan dari mulai sampai akhir.

Timbul masalah dan pertanyaan sangat krusial dan mendasar,
apakah negara dalam hal ini pemerintah pusat bisa dan sanggup harus jamin kebutuhan makan – minum seluruh warga negara plus binatang peliharaan selama ‘ lockdown ‘ berlangsung ?

Tentu saja dan semangat mustahil bagi pemerintah Indonesia siapapun Presiden -nya bisa dan mampu lakukan hal itu.

Uang, dana dan biayanya dari mana serta siapa atau negara mana di dunia dalam kondisi sama hadapi dampak Covid-19 mau keluarkan pinjaman yang sangat besar bagi pemerintah Indonesia ( ? ).

Mari kita kembali ke kisah awal tulisan ini :

Kandang ayam ‘ kampung ‘ komunal di lembah Leuwi Gajah Bandung menerapkan pola ternak liar
[ istilah kerennya ‘ ranch ‘ ]

artinya ayam ‘ kampung ‘ hidup liar dan bebas.
Bisa nyari makan, bermain dan beranak pinak sangat bebas kapan pun dan dimana pun.
Para ayam ‘ kampung ‘ dari mulai terbut fajar sudah bebas berkeliaran dan begitu matahari terbit seluruh anggota tubuh mereka terkena sinar matahari.

Para betina ayam ‘ kampung ‘ bebas bertelur kapan saja.
Tahukah apa rahasia dari telur – telur mereka ?

Ternyata telur – telur yang keluar dari para betina ayam ‘ kampung ‘ liar ( sungguh ) mengandung banyak *omega 3’ dan *D3* yang sangat tubuh manusia butuhkan untuk kepentingan AutoImun alias kekebalan tubuh, imunitas.

Tentu pada era pandemi Covid-19 ini sangat manusia butuhkan.

Jadi, sangat tepat apa yang telah saya paparkan beberapa tahun yang lalu.
Kala itu hanya ketawa lepas yang spontan keluar.

Semoga sa’at ini
[ mungpung virus corona baru 2 tahun jalankan paparannya pada bangsa Indonesia 2020/2021 ]
harus terjadi ternak lepas yaitu ternak ayam ‘ kampung ‘ liar yang bebas dan merdeka.

Saya dan kami serta kita tunggu para bupati dan walikota, gubernur dan menteri serta presiden untuk secepatnya wujudkan ternak ayam ‘ kampung ‘ komunal.

Semoga tahun 2021 ini masyarakat, rakyat, warga negara dan penduduk Indonesia bisa makan gratis telur ayam ‘ kampung ‘ kaya omega 3

Aamiiin

Bandung, Sabtu, 17 Juli 2021

Mohammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

TernakAyamKampungKomunal

AyoMakanTelurOmega3Gratis

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan