banner 728x90

Satelit !

Satelit !

Coba bayangkan, bayangkan dulu saja, suatu hari nanti, tanpa ada peringatan dan tanpa penyebab yang jelas, satelit – satelit buatan manusia yang mengorbit di luar angkasa tiba – tiba tidak berfungsi seluruhnya. Pihak pertama yang mengetahui dan menyadari pertama kali situasi ini adalah pemerintah dan operator telekomunikasi.

Di sa’at keadaan kacau dan sebelum mereka punya waktu untuk mengerti dan menangani apa yang terjadi, jutaan orang yang sedang duduk di sofa sembari menonton televisi mulai menyadari ada sesuatu yang salah. Televisi yang menayangkan tayangan internasional dengan bantuan ‘ router ‘ dan satelit yang mendominasi pasar, juga televisi siaran lokal seperti Bandung TV misalnya, mendadak terganggu dan tidak menayangkan apapun.
Dan hal ini menyebabkan gangguan langsung di seluruh dunia.

Pihak berikutnya yang terdampak adalah mereka yang sedang melakukan perjalanan, baik menggunakan transportasi udara ( pesawat ), transportasi laut dan transportasi darat. Matinya satelit mengganggu dan memengaruhi sistem penentuan posisi global, navigasi dan layanan waktu hingga seluruhnya terhenti.

Pilot, kapten kapal dan pengemudi harus menentukan lokasi mereka menggunakan instrumen analog dan peta. Pesawat terbang, kapal laut dan transportasi darat diberhentikan operasionalnya, dilarang terbang atau dikembalikan ke pelabuhan.

Sementara itu, Air Traffic Controllers ( ATC ) mempunyai tugas yang sulit untuk ditangani yakni untuk mencegah tabrakan pesawat. Dalam beberapa jam, maka sebagian besar lalu lintas di planet ini terhenti. Hal ini tidak hanya berdampak pada dunia hiburan dan perjalanan, namun segala macam mesin mulai dari mesin pendingin dan pemanas ruangan, hingga mesin dalam sistem perakitan, sangat mengandalkan akurasi sistem waktu yang berasal dari satelit. Lebih jauh, sistem dan mesin – mesin ini sejauh ini belum punya opsi cadangan jika hal ini terjadi.

Lampu lalu lintas dan sistem tilang elektronik mendadak kacau dan tidak singkron. Polisi dan relawan harus mengambil langkah menangani lalu lintas yang kacau dengan memberikan isyarat arah menggunakan tangan dan sarana prasarana seadanya untuk mengurangi kecelakaan sebisa mungkin.

Beberapa jam kemudian, ekonomi dunia terhenti. Sistem dunia keuangan yang berbasis realtime dan menggunakan satelit memainkan peranan penting dalam segala hal, mulai dari kartu kredit hingga bursa efek. Matinya satelit sangat berpengaruh terhadap sistem yang mencatat transaksi secara digital dan realtime. Orang – orang tidak bisa menarik uangnya dari sistem perbankan, pun juga tidak bisa melakukan transaksi elektronik.

Logistik dan rantai pasok untuk komoditi penting seperti makanan dan obat membuat orang – orang harus berjuang untuk bertahan hidup dengan apapun yang bisa ditemukan di wilayahnya. Banyak negara akan mengumumkan kondisi darurat dan melibatkan militer untuk membuat keadaan stabil. Hal tersebut mungkin akan memakan waktu. Hampir seluruh sistem komunikasi dan navigasi tidak dapat digunakan, jadi sistem komando yang dijalankan militer mungkin saja berantakan.

Banyak pasukan yang diterjunkan tidak bisa menggunakan perangkat militer mereka. Komandan kapal selam nuklir dan pusat pengendali dan pengontrol rudal dan misil bertanya – tanya apakah gangguan yang terjadi tersebut adalah hasil dari serangan musuh ?
Kira – kira keputusan apa yang akan mereka ambil di tengah situasi yang tidak menentu dengan berbekal informasi parsial yang tidak utuh ?

[ bayangkan dan ini pasti terjadi : rudal berhulu nuklir tiba – tiba berbelok arah ( katakan Israel dengan Palestina atau negara lain ) menyerang Istana Negara Jakarta atau ke Gedung Sate Bandung ( ? ) ]

Bahkan dalam skenario terbaik yang mungkin terjadi, peradaban kita mundur setidaknya satu dekade. Hal ini dikarenakan, meskipun satelit merupakan fenomena yang relatif baru, satelit telah menggantikan teknologi dengan jangkauan yang lebih tradisional. Kombinasi dari sistem penentuan posisi global ( global positioning ) dan internet telah memungkinkan sinyal instan yang dapat disinkronkan di seluruh dunia. Banyak sistem yang kita gunakan dalam kegiatan sehari – hari dibuat menggunakan fondasi ini. Dengan tidak berfungsinya satelit – satelit yang mengorbit mengelilingi bumi, ada 2 kemungkinan skenario yang mungkin menjadi penyebabnya.

Skenario pertama yakni adanya pancaran gelombang panas dari matahari yang sangat kuat, hingga dapat merusak komponen komponen satelit.
Skenario kedua bisa berasal dari orbital ‘ chain reaction of collisions ‘ atau tabrakan beruntun yang mengakibatkan reaksi berantai dari benda – benda dan sampah antariksa yang mengorbit mengelilingi bumi.

Dengan perkiraan 7.500 metrik ton sampah antariksa yang berada di orbit bumi, mulai dari komponen roket, pesawat luar angkasa yang mati, booster bekas dan peralatan antariksa yang dibuang, yang mengelilingi bumi dengan kecepatan yang mencapai 56.000 km/jam, bahkan satu objek kecilpun bisa sangat berdampak dan merusak.

[ akan terjadi ‘ tsunami sampah ‘ ]

Tabrakan tunggal di ruang angkasa dapat menciptakan ribuan puing baru yang mengarah ke reaksi berantai. Ruang angkasa sangat besar, tetapi banyak dari ribuan satelit yang sa’at ini berada di orbit berbagi jalan raya orbit yang sama untuk tujuan khusus mereka. Karena sebagian besar objek yang dikirim ke luar angkasa tidak dirancang dengan mempertimbangkan pembuangan, maka jalan raya ini semakin padat seiring waktu.

Tenang, kabar baiknya adalah …
Kita dapat mempersiapkan diri dan melindungi diri kita ( umat manusia ) dengan terus mempelajari sistem tata surya kita. Lalu, dengan tindak lanjut membuat rencana cadangan untuk jaringan satelit kita dan bekerja sama untuk menghindari tragedi orbit milik bersama.

Yaap, ruang angkasa yang terletak ratusan kilometer di atas kepala kita itu seperti hutan yang kita miliki di bumi, keanekaragaman hayati yang berada di darat maupun di laut, juga seperti udara bersih yang kita hirup. Jika kita tidak memperlakukannya sebagai sumber daya yang terbatas ( harus dipelihara ), maka suatu hari mungkin kita akan terbangun dari tidur dan mendapati bahwa kita tidak lagi memilikinya.

[ bayangkan hanya untuk hadapi dan atasi serangan virus corona saja seluruh manusia bingung sampai hari ini, apalagi satelit orbit yang ‘ error ‘ permanen ? ]

Cimahi, Senin, 12 Juli 2021
Rizal CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan