banner 728x90

Pesantren Berbasis Tradisi Nusantara VS Pesantren Berbasis Tradisi Timur Tengah

Pesantren Berbasis Tradisi Nusantara VS Pesantren Berbasis Tradisi Timur Tengah
Hubbul Wathon Minal Iimaan

NKRI adalah sebuah gabungan dari puluhan suku bangsa yang memiliki satu pola laku khas yang sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan di atas keberagaman.
Dari Aceh sampai Papua sungguh beragam fisik dan budayanya.
Aceh desain pakaian penuh ketertutupan dan semakin ke arah timur, maka semakin terbuka bahkan penduduk asli Papua cukup buat pakaian hanya untuk ‘ alat kelamin saja ‘.

Begitupun warna kulit mulai dari yang putih, coklat dan hitam ada di Nusantara.
Bentuk matapun dari mulai sipit sampai ‘ bolotot ‘ juga ada.
Rambut lurus, bergelombang sampai ikal atau ‘ galing ‘ atau ‘ rintit ‘ mewarnai kepala bangsa Nusantara.

Akulturasi budaya sangat sering terjadi dan tidak menimbulkan tragedi pembunuhan atau pun pembantaian.
Keyakinan dan kepercayaan nenek moyang bangsa Nusantara sangat sering berganti :
Berawal Monoteisme berganti pada Animisme dan Dinamisme, lalu berganti jadi Hindu dan Budha, kemudian bertransformasi ke Islam dan terakhir lewat para penjajah Eropa masuk Kristen.

Semuanya hanya lewat akulturasi budaya bukan lewat pemaksaan dan pembunuhan.
Itulah citra dan jati diri bangsa Nusantara.
Sehingga tidak heran dan sebuah pemandangan umum di Indonesia sampai hari ini satu keluarga punya keberagaman agama dan kepercayaan.

Mereka hidup harmonis dan rukun damai dalam tali ikatan kekeluargaan dan persaudaran, sejak kecil sampai meninggal.

Kapan mulai terjadi pemaksaan keyakinan ( agama ) terjadi di Nusantara dan Indonesia ?

Islam jadi agama dan keyakinan mayoritas bangsa Nusantara dan Indonesia karena ada sistem pendidikan yang khas berbasis budaya lokal plus ke’arifan lokalnya.
Pesantren adalah asli buah karya dan persembahan terbaik dari para ‘Ulama Nusantara bagi negeri tercinta lewat sistem pendidikan.

Pesantren yang lahir dan hanya ada di Nusantara dan Indonesia ini berbasis budaya Nusantara.
Ciri khas dari metodologi pesantren adalah penanaman kaidah dan falsafah hubbul wathon minal iimaaan bahwa ” cinta tanah air ( Nusantara dan NKRI ) adalah sebagian ( dari ) iman “.
Sungguh tidak ada di dunia manapun.

Namun, di belahan dunia lain, Timur Tengah penduduknya hanya satu yaitu bangsa Arab.
Faktanya dari awal sampai akhir ( sa’at ini ) belum pernah tercatat dalam sejarah bahwa bangsa Arab bisa dan mau bersatu.
Entah kenapa, hampir semua suku terlibat peperangan sampai detik ini.

Ini yang jadi masalah besar bagi bangsa Indonesia khususnya Ummat Islam dari dulu sampai zaman now ini.
Karakteristik dan ciri khas bangsa Arab Timur Tengah yang gemar bergontok ria dan pecah belah gunakan kekerasan sampai pembantaian oleh beberapa gelintir orang Islam ( klaim diri sebagai tokoh agama Islam ) dikembang biakkan lewat sistem pendidikan ala pesantren.
Pesantren berbasis ke’arifan Timur Tengah yang keras, temperamental dan senang kucurkan darah.

Inilah dan merekalah yang sekarang jadi pelopor utama untuk mendongkel pemerintahan yang syah dan tujuan utama mereka adalah mengganti NKRI berideologi Pancasila dengan NKRI Syar’ah atau khilafah.

[ sama pula halnya yang para penganut ideologi komunis, liberalis dan imperialis lakukan untuk gantikan Pancasila ]

Hanya satu – satunya di dunia yang ada NKRI.
Tidak pernah ada dan tidak akan pernah terjadi di dunia terbentuknya Negara Kesatuan Republik Arab.

Jadi kita sebagai anak moyang dan cucu moyang bangsa Nusantara wajib dan harus bersyukur pada hari ini kita masih punya warisan maha dahsyat yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama.

Bagi para orang siapapun yang anti NKRI dan anti Pancasila mangga rela ridho lillaahi ta’aalaa segera hengkang dan keluar dari bumi tercinta negara Indonesia secepatnya !

Bandung, Minggu, 11 Juli 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan