banner 728x90

China Berlari Ke Depan, Indonesia Berlari Ke Belakang!

China Berlari Ke Depan, Indonesia Berlari Ke Belakang!

Apa bedanya bangsa Indonesia dengan bangsa China ?

Sejarah Nusantara telah mencatat bahwa sudah lama terjadi persaingan bisnis antara bangsa Nusantara dengan bangsa China/Tiongkok.
Raja Singasari Kertanagara terbukti telah berhasil membuat ‘ provokasi fenomenal ‘ yang telah membuat kemarahan Kaisar China memuncak sejak ribuan tahun yang lalu.

[ para peneliti dan penggemar sejarah telah mengetahui bagaimana Raja Kertanegara telah sukses mempermalukan utusan Kaisar China dengan memotong ‘ ngarumpungan ‘ telinga dan motong ‘ nyopak ‘ hidung utusan kekaisaran ]

Menariknya sejak Kaisar China mengirim utusan ( Duta Kaisar ) menemui langsung Raja Singasari Kertanegara supaya tunduk dan takluk pada Kekaisaran China/Tiongkok.
Ternyata tidak pernah bisa berhasil, walau Kaisar China telah mengirimkan lebih dari 20.000 pasukan tempur untuk meluluh lantakan Kerajaan Nusantara Singasari.

Itulah sekilas kisah catatan sejarah lampau Kejayaan dan Keperkasaan Raja Kertanegara dan Kerajaan Singasari melawan Kekaisaran China/Tiongkok.

Bagaimana ‘ pertarungan klasik era kekinian ‘ antara China versus Indonesia ?

Peta Kekuatan

China

Jumlah penduduk lebih dari 1,3 miliar jiwa.
Sekitar 70 juta orang warga negara China menjadi anggota Partai Komunis China.
1.000 orang menjadi anggota parlemen.

Tugas mereka yang jadi anggota partai dan anggota parlemen China hanya satu yaitu mereka memikirkan apa dan bagaimana nasib China 25 tahun ke depan.
Mereka focus dan profesional hanya memikirkan hal itu.

Pengalaman ribuan tahun sebagai bangsa besar di dunia benar – benar mereka jadikan nara sumber kemajuan dan begitu tingginya rasa penghormatan dan kebanggaan mereka pada sejarah leluhurnya.
Ratusan tahun mereka terpapar perang saudara antar klan di China yang hanya menghasilkan satu yaitu kehancuran dan kelemahan.

[ ini pula yang menjadi cikal bakal bangsa besar China bisa Jepang kuasai dan jajah, padahal Jepang hanya negara kecil ]

Hari ini mereka sadar bahwa kehidupan yang damai merupakan syarat utama bagi mereka untuk maju pesat, kuat dan bisa kuasai dunia.

Deng Xiao Ping bilang :
” … tidak perduli warna bulu kucing hitam atau putih,
Asal bisa menangkap tikus.

Berkarya – berkarya – berkarya
Bekerja – bekerja – bekerja
Lalu jadi kaya raya dalam beberapa tahun ke depan. “

Sa’at ini negara super power Amerika Serikat telah tumbang dan China jadi super power penguasa baru dunia.

Bagaimana dengan Indonesia ?

Indonesia

Berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa.
Kaya raya akan partai politik dan punya 575 orang Anggota DPR RI dan ratusan Anggota DPD dan MPR RI mencapai sekitar 1.000 orang.
Jutaan orang menjadi anggota resmi multi partai.

Di sinilah beda fungsi dan peran para anggota DPR, DPD dan MPR RI ( dengan parlemen China ) yaitu mereka hanya sibuk dan focus memikirkan nasib diri mereka sendiri dan partai tempat mereka bernaung untuk waktu 5 tahunan.
Bagaimana caranya supaya mereka tetap jadi penghuni senayan ( legislatif ) dan bisa terpilih lagi periode 5 tahun berikutnya.

Rakyat Indonesia hari ini terutama para generasi mudanya lebih focus dalam dunia khayal dan mimpi lewat dunia digital ysng serba maya.
Cukup sibuk dengan dunia internet.

Kader – kader partai beserta organisasi sayap ‘ underbow ‘ partai sibuk mikirkan nasib mereka sendiri.
Bukan berfikir supaya bisa meng- kayakan negara, malah sering melakukan eksploitasi segala sumber kekayaan negara untuk perkaya diri dan organisasi, kepentingan partai politik mereka.

Para pelajar, mahasiswa dan pemuda Indonesia sekarang sudah tidak ‘ care ‘ peduli lagi pada nasib tanah dan air Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mereka tidak suka bahkan benci berprofesi sebagai petani, peternak dan nelayan.

[ tidak aneh dan sebuah kewajaran belaka para pejabat/pemimpin dan masyarakat khususnya generasi muda tidak peduli pada 14.006.450 hektar lahan kritis ( tak produktif ) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia ]

Itulah bangsa dan negara China sudah siap dan persiapkan diri pada tahun 2045 nanti.

Bagaimana nasib bangsa dan negara Indonesia pada tahun 2045 nanti ?

2045,
jika bangsa Indonesia hanya bisa dan mampu hidup berkarya di dunia maya, maka nanti bangsa dan negara Indonesia hanya tinggal nama dan cukup jadi catatan sejarah bahwa ( dulu ) pernah ada sebuah negara yang subur makmur bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagaimana dahulu pernah ada dalam catatan sejarah istilah Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil.

Semoga nasib NKRI tidak meneruskan jejak langkah kedua istilah tersebut.

Semoga bangsa Indonesia tanpa kecuali cepat sadar se sadar – sadarnya bahwa hanya kita yang bisa dan mampu ubah nasib kita dan bangsa kita sendiri yaitu Indonesia.

Aamiiin

[ bangsa China/Tiongkok sudah selesai dengan bentuk negara dan ideologinya, sedangkan bangsa Indonesia masih ada ysng mau ganti ( bentuk ) NKRI dan ( ideologi ) Pancasila dengan ‘ komunis & khilafah ‘ ]

Bandung, Minggu, 20 Juni 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

HanyaKitaBisaUbahNasibNKRI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan