banner 728x90

The Green Entrepreneur : Peng-Usaha Taman Sawarga/Surga !

The Green Entrepreneur : Peng-Usaha Taman Sawarga/Surga !

Perusak dan penghancur lingkungan hidup adalah seseorang yang senantiasa melakukan pengrusakan apapun atas nama pembangunan.
Pembangunan apapun yang telah, sedang dan akan terjadi selalu harus menghilangkan dan membunuh makhluk hidup yang bertugas menjaga keseimbangan alam.

Bangunan bertulang besi dan beton yang selama ini sangat akrab kita lihat dimanapun harus melewati prosesi pengrusakan dan penghancuran ekosistem lingkungan hidup.
Pembangunan di kota dan desa pasti melewati proses ini.

Terlarangkah manusia meng-alih fungsi-kan lahan atau area persawahan dan pertanian untuk jadi perumahan, perkantoran dan pusat perbelanjaan ?

Seorang yang berprofesi sebagai arsitek, pengembang atau penguasa sangat bisa pasti melakukan alih fungsi lahan atas alasan pembangunan.
Jalan, perumahan, gedung sekolah, kampus, perkantoran, pusat ekonomi dan bisnis, sarana ibadah dan sosial kemanusiaan serta pasar tradisional/modern.

Satu bangunan seluas serarus meter persegi saja tentu telah menghilangkan dan membunuh puluhan sampai ratusan pohon yang telah jadi penghuni area tersebut.
Semut, ulat, serangga dan cacing serta makhluk hidup lainnya tentu mati atas nama pembangunan.
Begitupun sawah, ladang/kebon, bukit dan hutan ikut hilang lenyap berubah nama dan fungsi.

” The Killing Human, Trees/Plants & Animals “

Apakah ‘ The Green Entrepreneur ‘ itu ?

The Green Entrepreneur adalah seorang pengusaha yang senantiasa berpijak pada pemuliaan dan pelestarian alam dan lingkungan hidup serta makhluk hidup yang ada pada area tersebut.
Sayang sekali tidak ada satupun mata ajar dan mata kuliah yang mendidik serta mengajarkan pada anak didiknya supaya para lulusan sekolah dan para sarjana harus menjaga, merawat dan memuliakan tanah – air dimana mereka hidup.

Apakah Indonesia memiliki ‘ prototipe ‘ pengusaha ( berbasis ) hijau seperti itu ?

Tentu saja bangsa Nusantara telah mengajarkan bagaimana caranya membangun rumah atau tempat ibadah yang tidak merusak alam dan ramah lingkungan.
Arsitektur rumah panggung, joglo dan tajug atau surau merupakan bangunan khas Nusantara yang tidak merusak tanah, makhluk hidup dan tahan gempa.

Namun, ternyata datangnya bangsa Eropa telah mengubah segalanya.
Arsitektur barat/Eropa sangat bertolak belakang dengan tata rancang bangun Nusantara, dimana arsitektur barat selalu menghilanglan fungsi awal daripada tanah.

Akibatnya sangat fatal terhadap pola fikir dan pola aksi bangsa Nusantara, maka sejak bangsa Eropa bisa kuasai dan jajah bangsa Nusantara menimbulkan perubahan besar pada karakter bangsa Nusantara terutama setelah NKRI resmi merdeka dan berdiri sampai detik ini.

Hampir semua komponen bangsa Indonesia sangat rendah ( hilang ? ) rasa kepedulian terhadap tanah, air dan lingkungan hidupnya.
Rasa cinta hilang dan rasa kepemilikan sangat rendah.

Bangsa besar dimanapun sepanjang sejarah peradaban dan perjalanan manusia sejak tercipta sampai termusnahkan akan selalu bergantung pada sejauh mana dan sekuat apa ketahanan pangan bangsa tersebut.
Hanya bangsa yang memiliki ketahanan pangan terkuat saja yang bisa dan mampu menguasai dan mengendalikan bangsa – bangsa lain se dunia.

Mampukah bangsa Indonesia hari ini dan kedepan menjadi bangsa yang kuat dan mandiri ketahanan pangan -nya ?

Hanya para pemimpin hari ini yang bisa dan mampu buat kebijakan supaya hal tersebut bisa cepat terwujud.
Terutama peran generasi muda bangsa Indonesia yang wajib memiliki rasa cinta dan peduli terhadap tanah, air dan lingkungan hidup sejak hari ini sampai selamanya.

Semoga seluruh komponen bangsa Indonesia cepat sadar dan menyadari sepenuhnya bahwa
bangsa Indonesia kembali bisa dan mampu jadi bangsa besar serta mampu kendalikan dunia manakala seluruh lahan kritis seluas 14.006.450 hektar berubah menjadi area penanaman sektor pangan

Semoga

Aamiiin

Bandung, Jum’at, 4 Juni 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

SatuHariJelangHariLingkunganHidupSeDunia

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan