banner 728x90

PANCASILA adalah Produk Terbaik Para ( Panitia ) Perumus Negara Republik Indonesia : 1 Juni 1945

PANCASILA adalah Produk Terbaik Para ( Panitia ) Perumus Negara Republik Indonesia : 1 Juni 1945
Gedung Pancasila tempat rapat pertama Dokuritsu Junbi Cosakai atau BPUPK pada tanggal 1 Juni 1945

Tentara pendudukan Jepang di Indonesia ( Nusantara ) jelang kekalahan/keruntuhan Tentara Kekaisaran Jepang pada akhir Perang Pasifik jadi latar belakang lahirnya Pancasila dalam sidang ‘ Dokuritsu Junbi Cosakai ‘ yang lebih dikenal sebagai ” Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan ” disingkat BPUPK.
Kemudian berubah menjadi BPUPKI.

Kenapa Jepang membentuk ( badan/lembaga ) ‘ Dokuritsu Junbi Cosakai ‘ dan apa untungnya bagi mereka ?

Tujuan utama Jepang membentuk ‘ Dokuritsu Junbi Cosakai ‘ atau BPUPK adalah semata – mata sebagai upaya politik untuk mengambil simpati dan menarik dukungan rakyat Indonesia.
Jadi tidak ada niat sama sekali untuk me- Merdeka -kan bangsa dan negara Indonesia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia lahir dan merdeka adalah murni dan mutlak atas kehendak dari hati nurani seluruh rakyat Indonesia yang anti penjajahan dalam bentuk apapun.

[ Bukan karena bantuan bangsa Jepang, Belanda atau Amerika Serikat.
Bukan pula atas bantuan negara komunis dan timur tengah ( negara Islam ) ]

Dari mana munculnya istilah Pancasila ?

Tentu, bukan hal mudah bagi para tokoh negara yang jadi panitia BPUPK untuk bisa menghasilkan rumusan bagi pendirian negara Indonesia.
Setelah mengalami kebuntuan, maka secara spontan tanpa teks Soekarno kebagian giliran berpidato yang isinya menjadi cikal bakal lahirnya rumusan Pancasila yang menjadi dasar Ideologi Negara.

Orang pertama yang menyebut pidato Ir. Soekarno itu berisi ” Lahirnya Pancasila ” adalah mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut pada terbitan perdana tahun 1947.

Adapun para anggota BPUPKI adalah
Ir. Soekarno,
Mohammad Hatta,
Wahid Hasjim,
Agus Salim,
Mr. AA Maramis,
Abikoesno Tjokrosoejoso,
Abdul Kahar Muzakar,
Achmad Soebardjo dan
Mohammad Yamin.

Inilah isi dari pidato Bung Karno yang meng- ilhami lahirnya ideologi negara Pancasila.

” Bila kita pelajari dan selidiki sungguh-sungguh “Lahirnya Pancasila” ini, akan ternyata bahwa ini adalah suatu Demokratisch Beginsel, suatu Beginsel yang menjadi dasar Negara kita, yang menjadi Rechtsideologie Negara kita; suatu Beginsel yang telah meresap dan berurat-berakar dalam jiwa Bung Karno, dan yang telah keluar dari jiwanya secara spontan, meskipun sidang ada dibawah penilikan yang keras dari Pemerintah Balatentara Jepang. Memang jiwa yang berhasrat merdeka, tak mungkin dikekang-kekang! Selama Fascisme Jepang berkuasa dinegeri kita, Demokratisch Idee tersebut tak pernah dilepaskan oleh Bung Karno, selalu dipegangnya teguh-teguh dan senantiasa dicarikannya jalan untuk mewujudkannya. Mudah-mudahan ”Lahirnya Pancasila” ini dapat dijadikan pedoman oleh nusa dan bangsa kita seluruhnya dalam usaha memperjuangkan dan menyempurnakan Kemerdekaan Negara. ”

Hari ini Pancasila sebagai Ideologi Negara sudah final dan tidak perlu lagi diganti dengan ” Ideologi Komunis, Liberalis dan Syari’ah/Khilafah/Islam “.
Pancasila lahir dari penggalian sumber budaya dan ke’arifan lokal Nusantara, bukan lahir dari ke’arifan dan budaya asing baik Eropa, Asia, Amerika, Eropa dan Arabia.

Ideologi komunis, liberalis dan khilafah/syari’ah/Islam sudah terbukti tidak cocok dan tidak bisa membuat bangsa Indonesia maju, bersatu dan berjaya.
Semuanya berakhir buruk dan menyisakan pertumpahan darah dan kehancuran.

Walau dalam perjalanan kebangsaan kita, sejarah telah membuktikan bahwa para pemimpin negara Indonesia telah terbukti menyelewengkan Pancasila demi dan untuk kepentingan kekuasaan mereka.
Pancasila oleh Soeharto selama lebih dari 30 tahun hanya jadi alat melanggengkan kekuasan diri dan kelompoknya sampai masa keruntuhannya.

Semoga para pemimpin hari ini dan ke depan benar – benar muncul sosok pemimpin negara yang piawai melantunkan teks Pancasila dan turunannya.
Terpenting adalah dia ( presiden dan para pemimpin ) bisa dan mampu praktekkan Pancasila dalam kehidupan dia sejak jadi pemimpin sampai mati.

Aamiiin

Semoga

Bandung, Selasa, 1 Juni 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

1Juni1945-1Juni2021

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan