banner 728x90

Pangan Penentu Per- Adab -an Sejarah Manusia !

Pangan Penentu Per- Adab -an Sejarah Manusia !

Anak Nabi Adam AS Melakukan Pembunuhan Perdana Di Dunia Karena Masalah ‘ Persembahan ‘ Pangan ! Sultan Agung Mataram Tidak Pernah Bisa Mengusir dan Mengalahkan VOC Belanda Karena Masalah ‘ Kurang Logistik ‘ Pangan ! Bangsa Indonesia 3 Tahun Menderita ( 1942 – 1945 ) Karena Jepang Merampas/Merampok Pangan ! Bangsa Indonesia Era Suharto ( 32 Tahun ) Tidak Bisa Kuasai Asia – Afrika Karena Tidak Punya Kedaulatan/Kemerdekaan/Kemandirian Pangan ! … Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 2045 Tidak Bisa Jadi ‘ Indonesia Emas ‘ Karena Habis Pangan !

Per- Adab -an Sejarah Manusia Pertama ‘ Dwi Tunggal ‘ Adam – Hawa di Alam Surga ( -wi ) berakhir ketika mereka berdua melanggar ‘ MoU Pangan ‘ yang telah Allooh SWT tetapkan untuk mereka berdua.
‘ MoU Pangan ‘ berisi satu pasal satu ayat dan satu aturan :
Adam dan Hawa tidak boleh mendekati, mengambil dan memakan Buah Kholdi.

[ Buah Kholdi adalah tanaman buah – buahan alias tanaman berbuah ( pangan ) ]

Sampai detik ini pun tidak pernah ada seorang manusia yang tercipta yang tahu alasan kenapa Allooh melarang Nabi Adam dan Siti Hawa memakan Buah Kholdi ( ? )

Andai seluruh pakar agama, budaya, ilmuwan dan peneliti se dunia berkumpul untuk membahas hal ini, maka tentu dan pasti semua manusia tidak akan pernah bisa memjawabnya.
Hanya satu penyebabnya yaitu tidak ada satupun anak keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa yang bisa tembus Surga ‘ Jannah ‘ dan mengambil ( sampel ) Buah Kholdi untuk mereka bawa ke alam dunia.

Jadi saya sangat yakin bahwa Per- Adab -an Surgawi Adam dan Hawa runtuh dan berakhir karena ( masalah ) pangan, Buah Kholdi.

Saya pun sangat yakin pula bahwa manusia bisa masuk Surga ( kembali ) karena ‘ me- Mulia -kan ‘ pangan.

Peradaban dunia manapun pasti sangat erat berhubungan dengan dunia pangan.
Ciri khasnya adalah semua peradaban maju manusia pasti berada di sekitar Bantaran Sungai Besar.
Sungai itu pemasok air dan hanya karena air saja tanaman dan pepohonan dapat tumbuh subur.
Artinya tanaman pangan manusia melimpah ruah sebagai Sumber Daya Alam penopang dan tonggak utama kokoh berdiri dan majunya peradaban bangsa tersebut.

[ Mesopotamia, Mesir, Leumuria, Atlantis … Nusantara adalah bukti nyata ]

Bagaimana dengan Nusantara dan Indonesia ?

‘ Error Kelola ‘ telah para penguasa dan pemimpin bangsa Nusantara dan Indonesia praktekkan selama berabad tahun sehingga wilayah Nusantara hanya jadi rebutan bangsa non Nusantara yang berasal dari seluruh penjuru dunia.
Bangsa dari Kerajaan Eropa berbondong – bondong datang ke Nusantara berburu kekayaan ‘ Pangan ‘ dan ‘ Rempah – Rempah ‘ sampai berhasil bisa kuasai dan rebut/jajah wilayah Nusantara.

Begitupun bangsa Jepang ( hanya dalam 3 tahun ) mampu menyengsarakan seluruh rakyat Nusantara ( pra Indonesia ) karena seluruh hasil pangan ( SDA ) bumi Nusantara, mereka rampok tanpa sisa ke negara Jepang ( Nippon ).

[ Hanya bangsa Tiongkok/China saja yang selalu gagal total bisa kuasai dan jajah bumi Nusantara ]

Setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, ternyata salah kelola dan sesat kebijakan terus berlangsung hingga hari ini karena bangsa dan negara besar Indonesia tidak pernah bisa merdeka, berdaulat dan mandiri pangan.

[ Hari ini seluruh kebutuhan pangan mulai dari garam pun harus impor ( beli ) dari luar negeri … beras apalagi ]

Zaman Sukarno mending masih bisa cetak/produksi para ahli dan pakar bidang pertanian.
Mereka jadi guru dan pelatih pertanian bagi negara tetangga : Malaysia, Vietnam, Thailand dan Singapura.

Zaman Suharto lebih parah karena hanya bisa cetak/produksi sarjana lulusan pemasok ‘ buruh – karyawan ‘ dunia industri pertanian milik swasta dan asing.

[ Hari ini ‘ dunia pun terbalik ‘ bangsa Indonesia meng- idolakan produk pertanian/pangan Vietnam dan Thailand ]

Allooh SWT
Tuhan Yang Maha Esa
telah ciptakan 70 % wilayah Indonesia adalah lautan.
Tanah pun dihiasi ribuan Sungai besar dan kecil.

Sampai hari ini air laut dan sungai hanya jadi tempat peristirahatan dan lalu lintas permanen ‘ sampah dan limbah ‘.
Produl lokal, regional dan global dari seluruh pelosok dunia.
Sampah dan Limbah apapun ada dan tersimpan rapi di bumi Indonesia.

[ Air Sungai Citarum dan DASnya adalah bukti ril yang telah dan sedang ( akan ? ) terkena pandemi ‘ Sampah dan Limbah ‘ ]

Bagaimana nasib Indonesia hari ini ( 2021 – 2024 ) dan ke depan, Tahun 2045 ?

Bukan urusan UN/PBB, WHO, dan World Bank.
Bukan pula urusan Tiongkok – China, Jepang, Australia, Singapura, Korea dan Amerika Serikat serta Eropa.
Pun bukan urusan Saudi Arabia, Israel, Mesir, Turki dan Uni Emirat Arab.

Apalagi bangsa dan negara Indonesia hanya bergantung pada kebaikan dan kebijakan ‘ Google & Yahoo ‘ plus ‘ YouTube ‘, alam internet.

Mereka semua tidak akan pernah mau dan bisa membuat seluruh rakyat Indonesia makmur dan maju.
Kecuali bangsa dan negara Indonesia berani menjual ( minimal gadaikan ) seluruh wilayah ‘ Tanah – Air ‘ NKRI.

So, hanya seluruh rakyat dan bangsa Indonesia yang bisa dan mampu ubah nasib kita sendiri dari kondisi ‘ miskin dan papa Pangan ‘ menjadi ‘ kaya raya Pangan ‘.

Siap dan tidak siap,
Mau dan nolak,
Suka dan benci,

Urusan Pangan adalah mutlak ada di tangan kita sendiri bangsa dan rakyat Indonesia.

Semoga Allooh takdirkan bangsa Indonesia secepatnya jadi bangsa dan negara yang merdeka, berdaulat, mandiri dan kaya raya dari pangan.

Aamiiin

Bandung, Sabtu, 29 Mei 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan