banner 728x90

Manusia/Orang/Human dan Rajawali/Elang/Garuda Makin Tua Harus ‘ Stop ‘ Edar !

Manusia/Orang/Human dan Rajawali/Elang/Garuda Makin Tua Harus ‘ Stop ‘ Edar !

Ada satu kesamaan antara manusia dan burung rajawali atau elang yaitu pada usia 40 tahun mengalami penurunan daya dan kekuatan tubuh.

Bedanya adalah manusia sejak usia 40 tahun secara terus menerus, periodik dan permanen seluruh kekuatan dan potensi anggota tubuhnya menuju titik lemah terendah, hilang dan akhirnya tidak bisa bergerak lagi ( lumpuh total atau mati ).
Fisik mulai rapuh dan renta, memori berkurang sampai pikun/pelupa, tangan dan kaki lumpuh sebagian sampai total, bahkan bisa sampe koma.

Sedangkan burung elang atau rajawali begitu mencapai usia 40 tahun mengalami kondisi fisik yang sangat mengerikan.
Paruhnya sudah tumpul dan panjang, cakar kukunya sudah panjang dan bertemu ujungnya sehingga tidak dapat mencengkeram lagi, bulu sayap sudah lebat dan berat akibatnya hilang kekuatan dan kecepatan terbang.

Tidak ada pilihan bagi burung rajawali atau elang untuk bisa bertahan dan perpanjang hidup, kecuali harus bertapa dan hidup menderita lewat ‘ prosesi bertapa ‘ untuk pulihkan semua potensi dan kekuatan tubuhnya.

Sejauh mana penderitaan prosesi bertapa burung rajawali atau elang ?

Pertama burung rajawali atau elang harus mencari tempat yang tinggi dan curam untuk asingkan diri atau bertapa.
Langkah kedua burung rajawali atau elang dengan paruhnya mulai mencabuti bulu – bulunya helai demi helai.
[ bayangkan betapa sakit dan menderitanya ]
Langkah ketiga setelah bulu semuanya habis, maka mulai mencabuti seluruh kuku cakar kakinya satu persatu.
[ bayangkan kita mencabuti satu persatu semua kuku jari kaki dan tangan ]
Langkah keempat setelah seluruh cakar lama terkelupas/lepas, maka burung rajawali atau elang mulai mematukkan dan membenturkan paruhnya pada dinding batu yang ada sampai copot.
[ sanggupkah kita menderita seperti itu ?
Hanya untuk puasa ‘ shoum ‘ sebulan saja tidak mau/sanggup ]

Ternyata prosesi mencabuti seluruh bulu, cakar dan paruh butuh waktu lama.

Apakah perjuangan berat dan penderitaan permanen burung rajawali atau elang cukup sampai disini ?

Sungguh tidak berhenti, dimana penderitaan terbesar sudah menunggu yaitu sang burung rajawali atau elang tanpa makan dan minum harus diam di tempat sampai seluruh bulu – bulunya tumbuh helai demi helai dan cakar serta paruhnya tumbuh kembali.

Wawww alangkah dahsyatnya penderitaan, penantian dan kesabaran sang burung rajawali atau elang menantikan tumbuhnya kembali bulu, cakar dan paruh.

[ manusia yang katanya makhluk paling mulia dan sempurna ternyata sudah tidak mau lagi bekerja keras dan menderita, apalagi butuh waktu lama ]

Apa hasil akhir dari semua prosesi penderitaan ini ?

Sang Burung Rajawali/Elang/Garuda kembali ‘ fithri ‘ dimana seluruh bulu – bulu barunya telah tumbuh dan kekuatan baru sayapnya siap mengangkasa kembali.
Cakar barunya kembali kuat dan siap mencengkeram apapun terutama mangsa – mangsanya.
Paruh tajam dan baru sudah siap untuk merobek dan mencabik seluruh mangsa dan lawan – lawannya.

Burung Rajawali/Elang/Garuda baru sudah siap tempur mengangkasa dan berburu mangsa untuk teruskan perjalanan hidup sampai 40 tahun ke depan.

Bagaimana dengan manusia ?

Setelah usia 40 tahun, maka seluruh potensi dan kondisi anggota tubuhnya secara pasti dan permanen kembali menuju titik terlemah sebagaimana fisik bayi manusia yang baru terlahir.
Lemah dan tergolek tak berdaya.

Apa yang harus kita lakukan ?

Hanya satu yang bisa pertahankan supaya fisik dan seluruh anggota tubuh sehat adalah mulai detik dan hari ini semua asupan pangan dan nutrisi makanan serta air harus dan wajib halal dan alamiah, organik.

Hanya itu dan hanya itu yang bisa kita lakukan.

Semoga program ( CJI ) bersama masyarakat untuk gerak aksi wakaf pohon dan wakaf sawah/lahan/tanah/kebon cepat terwujud dan bercocok tanam organik segera mewujud.

Aamiiin

Bandung, Minggu, 30 Mei 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan