banner 728x90

Dulu Dunia Pertanian, Perkebunan dan Rempah Nusantara Berjaya ! Kini …

Dulu Dunia Pertanian, Perkebunan dan Rempah Nusantara Berjaya ! Kini …

Bumi Nusantara tempat paling ideal di dunia karena keseimbangan alam terjadi.
Matahari tepat melewati bumi Nusantara.
Musim hujan antara bulan September, Oktober, Nopember, Desember, Januari dan Februari.
Musim kemarau antara bulan Maret, April, Mei, Juni, Juli dan Agustus.
Tidak mengenal musim dingin/salju dan musim semi atau gugur.

Sangat wajar bumi Nusantara menjadi subur dan makmur.
Apapun bisa hidup dan tumbuh.

Tapi, itu semua dulu…
Sekarang, akibat keserakahan para penghuni bumi Nusantara terutama pasca NKRI merdeka sampai hari ini pergantian harmonis antara dua musim sudah tidak berlaku dan terjadi lagi.

Hari ini hujan, esok hari kemarau.
Pagi dan siang hari panas terik, sore atau malam hari hujan deras.
Keharmonisan dan keseimbangan alam sudah tidak ada dan tak terjadi lagi.

Sebagian wilayah kekeringan dan gersang,
sebagian wilayah kebanjiran dan longsor.
Semua keseimbangan alami ‘ error ‘, ceuk urang Sunda mah ” Ah kumaha engke weh ! “.

Allooh Tuhan Yang Maha Esa menetapkan takdir bumi Nusantara dan tanah air Indonesia harus merekonstruksi dan perbaiki diri alam sendiri.
Manusia Indonesia sudah terlalu lama secara komunal berada dalam kondisi abnormal, tidak normal lagi.

Bangsa Eropa, Amerika, Australia, Timur Tengah ( Arab dan Israel ) dan Asia ( Jepang ) telah sukses besar me- miskin -kan dan menter- puruk -an bangsa Nusantara dan Indonesia sehingga tanah, air dan udara angkasa raya hancur dan rusak binasa.
Ternyata tidak membuat bangsa Indonesia sadar.
Malah atas nama pembangunan selama 32 tahun kondisi masyarakat dan rakyat Indonesia terus terpuruk sampai sa’at/detik ini.

Alhamdulillaah,
sejak bulan Maret 2020 sampai Mei 2021 virus corona telah berhasil membuat sebagian besar penduduk bumi telah porak poranda.

Semua sektor mandeg dan hancur.

Seluas lebih dari.14.006.450 hektar lahan subur telah menjelma jadi lahan kritis.
Begitupun seluas 911.152 hektar menjadi lahan kritis di Jawa Barat.

Pengangguran terjadi, akibatnya daya beli masyarakat menurun tajam bahkan hilang.
Pabrik dan industri pun terpuruk dan gulung tikar.

Hanya satu jalan …

Arahkan dua pertiga penduduk Indonesia khususnya generasi muda/milenial kembali beralih ke sektor ril berbasis ketahanan pangan dengan cara apapun.

Semoga seluruh komponen bangsa dan negara Indonesia cepat sadar dan cepat bergerak.
Supaya mulai tahun 2022 lahan kritis dan mangkrak hilang lenyap dari muka bumi Indonesia.

Rakyat, masyarakat dan penduduk warga negara Indonesia kembali jadi bangsa yang makmur sejahtera dan jadi berkah serta rahmat bagi seluruh alam, aamiiin !

[ Kalau tidak mau sadar dan cepat sadar, maka
Pandemi yang lebih dahsyat dan mematikan dari serangan virus corona telah siap untuk menyerang bangsa Indonesia dan dunia.
Alat pernafasan sudah virus corona serang.
Syukur cepat sadar, tetapi kalau tidak mau sadar bagian terpenting dari organ manusia yaitu ” otak ” siap mereka ( virus dan bakteri ) serang ]

Bandung, Kamis, 27 Mei 2021

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan