banner 728x90

Menanam dan Merawat Pohon : Menebar Amal, Menjemput Pahala, Menggapai Barokah !

Menanam dan Merawat Pohon : Menebar Amal, Menjemput Pahala, Menggapai Barokah !

Menanam ribuan pohon,
Menanam jutaan pohon,
Tanpa perawatan
Ribuan pohon,
Jutaan pohon,
Mati

Bagaimana supaya menanam pohon dan pohon bisa hidup ?

Harus dirawat minimal satu tahun dan pastikan pohon yang tertanam bisa dan mampu hidup sendiri.

” Ulah ceb cul ! “
begitu para sesepuh sering bilang pasca penanaman pohon berapapun jumlahnya dan dimanapun lokasi penanamannya serta siapapun pelaksananya.

In ( g ) syaa Allooh pada tahun ini CJI akan melakukan pola tanam pohon yang berbeda dengan penanaman pohon sebelumnya.

Sekedar ‘ flash back ‘ melihat ulang ke belakang :
Pada tahun 2017 CJI telah berhasil mendapatkan pohon dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebanyak 10.000 pohon yang terdiri dari 200 pohon jati dan 9.800 pohon jambu biji merah dan sirsak, tanpa fasilitas pengiriman ( CJI harus ngambil sendiri plus ongkos sendiri ).
Kendala besar tidak dapat izin Gubernur Aher atas penggunaan bekas TPAS Leuwi Gajah untuk penanaman ribuan pohon.
Tidak ada dukungan moral/kebijakan dan materi/logistik/pendanaan dari pemprov Jawa Barat dan pemda Cimahi dan Kota Bandung.
Pun demikian jajaran Kodam 3 Siliwangi menolak memberi izin lokasi Stadion Siliwangi untuk acara seremonial penyerahan ribuan pohon kepada ribuan pelajar/siswa se Bandung Raya.

Berdasarkan pengalaman pahit tersebut, maka CJI dalam penanaman pohon pada tahun 2021 menggunakan pola sistem tanam plus ( biaya ) perawatan.
Semua pohon yang tertanam minimal wajib terpapar perawatan selama satu tahun penuh.
Sehingga setelah melewati masa tanam rawat selama satu tahun, maka semua pohon siap dan mampu melanjutkan kehidupan ke depan tanpa perawatan.

Seluruh pohon yang CJI tanam jelas keberadaannya, karena semuanya memiliki :

  1. NIK para Pewakaf ( muwakif ) pohon
  2. Para Pewakaf pohon adalah para pengusaha ‘ entrepreneur ‘ yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB.
  3. Para Pewakaf pohon lainnya ( masyarakat umum ).

Jadi begitu pohon tertanam, maka otomatis sejak hari penanaman sampai satu tahun ke depan seluruh pohon pasti dapat perawatan.
Begitu memasuki hari pertama pada tahun kedua seluruh pohon sudah siap dan mampu tegak berdiri di akar dan batang sendiri untuk melanjutkan kehidupan.

Seluruh gerak aksi bersifat wakaf artinya sudah lepas dari kepemilikan pohon tersebut.

Tujuan dari Wakaf Pohon tersebut adalah
” Menebar Amal,
Menjemput Pahala,
Menggapai Barokah ! “

Menebar Amal
Semenjak pohon tertanam dan hidup, maka sejak itu pula para Pewakaf dapat pahala dari setiap pohon berupa shodaqoh oksigen harian.
Setelah pohon hidup dan bertumbuh, maka para Pewakaf pohon dapat pahala dari air yang tersimpan dalam pohon.
Jadi amal jariyyah air untuk kehidupan.

Menjemput Pahala
Setiap jiwa para Pewakaf tentu lewat perjuangan dan pengorbanan untuk bisa melakukan penanaman Wakaf Pohon ini.
[ pabeulit & parebut jeung kabutuhan pribadi ]
Menjemput adalah sebuah prosesi usaha dan kerja keras plus butuh kesabaran.
Setelah proses terlewati, maka pahala dengan sendirinya datang mengalir setiap hari sampai semua pohon tercerabut nyawanya dari muka bumi.

Menggapai Barokah
Setiap pohon memberi oksigen dan menyimpan air untuk kelangsungan hidup para makhluk hidup yang ada di dunia ini.
Artinya oksigen yang keluar dari setiap helai daun pohon bisa ternikmati dan berguna bagi seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi.
Itulah makna sejati barokah atau berkah.

Semoga gerak langkah kecil dan setitik amal para Pewakaf pohon ( CJI ) senantiasa jadi barokah bagi kita dan semuanya

” Yaa Allooh jadikan gerak kecil kami sebagai upaya untuk kuatkan kembali sel otot dan otak kami ! “

Aamiiin yaa mujiibassaailiiin.

Bandung, Rabu, 5 Mei 2021

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan