banner 728x90

Tips Gunakan Dana BPUM : Maslahat Dunia, Pahala Akhirat, Mati Masuk Surga !

Tips Gunakan Dana BPUM : Maslahat Dunia, Pahala Akhirat, Mati Masuk Surga !

Dana BPUM

Pemandangan luar biasa terjadi di hampir semua BRI, Bank Rakyat Indonesia.
Antrian panjang mengular sampai ke bahu jalan raya.

Ada apa gerangan ?

Masyarakat rela mengantri sejak shubuh hanya untuk mendapatkan nomor antrian pencairan dana BPUM yang sedang pemerintah gulirkan dalam masa pandemi Covid-19 ini.
Untuk dapat uang tunai Rp 50.000 saja masyarakat rela berduyun – duyun ngantri.
Apalagi uang nominal Rp 1,2 juta tentu lebih siap untuk ngantri.

Proses lumayan panjang dimulai dari pemberkasan dari RT, RW sampai Lurah semuanya harus tanda tangan sebelum akhirnya berkas masuk ke Dinas Koperasi Kota Bandung.
[ begitupun dengan Kota dan Kabupaten lainnya ]
Baru terakhir masuk ke Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Ada dua cara untuk mendapatkan dana BPUM :

  1. Gunakan NIB
    Nomor Induk Berusaha yang bisa pendaftar peroleh secara online.
    Namun terkendala jarimgan internet yang sering ‘ loading ‘ alias macet padat tak bergerak.
    Saking banyaknya pengguna dan pemakai jaringan.
    Setelah NIB jadi, baru proses penandatanganan dari RT, RW dan Lurah.
  2. Gunakan SKU
    Surat Keterangan Usaha yang lebih sederhana.
    Cukup buat surat dari RT, RW dan Lurah, maka jadilah sudah SKU.
    Kendalanya adalah SKU hanya bersifat lokal dan tetap harus didaftarkan ke Dinas Koperasi Kota dan Kabupaten sampai Kementerian Koperasi dan UMKM.

Bagaimana cara mensiasati supaya dana BPUM sebesar Rp 1,2 juta tidak habis dipake belanja kebutuhan hidup sehari – hari ?

Hal ini sungguh sangat dilematis, karena bisa saya pastikan bahwa 90 % lebih para penerima manfa’at dana BPUM ini gunakan dana sebesar Rp 1,2 juta untuk kebutuhan konsumsi.
Tidak salah berhubung pada masa pandemi Covid-19 ini kebutuhan pokok untuk hidup jadi prioritas utama.
Semua orang sudah terkondisikan pada fakta yang penting bisa makan.

Dalam hal ini pemerintah Republik Indonesia tidak salah memberikan stimulus kepada masyarakat secara langsung berupa dana tunai, walau tujuan utama supaya masyarakat bisa mapan dan maju ekonominya baru tercapai hanya sekian persen saja.
Masyarakat pun sama berhadapan dengan kondisi serba sulit, ibarat pepatah lama katakan
” Dana dipake modal usaha Ibu mati
[ artinya keluarga tidak bisa makan ]
Dana dipake makan Bapa mati
[ artinya usaha ( bapa ) tidak jalan habis modal ] “

Ada solusi atau jalan keluar yang semoga jadi suatu terobosan baru dalam mensikapi kondisi ini.
Kita bagi dua saja berapapun dana yang kita peroleh.

Oh, iya, ini sangat penting kita sadari dan ketahui bahwa sejatinya dana BPUM itu berasal dari dana pinjaman negara.
Artinya dana itu adalah hutang negara !

Hutang sampai kapanpun harus dibayar oleh negara.
Rakyat yang harus bayar lewat pajak sampai lunas.
Oleh karena itu mari kita gunakan dana Rp 1,2 juta ini dengan cerdas.

Cara membagi dana Rp 1,2 juta :

Pertama gunakan setengahnya untuk beli properti atau investasi berkelanjutan.
Tapi bukan bermain di dunia saham atau emas, melainkan belikan pohon yang bisa hidup puluhan sampai ratusan tahun.
Investasikan pula pada tanaman pangan yang bisa jamin ke depan kita bisa dan mampu bertahan hidup karena punya ketahanan pangan.

Katakan Rp 500.000 belikan untuk :
Beli pohon keras seperti jati, mahoni, gaharu dan lain – lain.
Beli pohon buah – buahan seperti sukun, nangka, jambu biji, sirsak dan lain – lain.
Beli pohon produktif seperti kopi, pala, jahe dan lain – lain.
Beli dan tanam padi, sayuran dan rempah – rempah dalam polybag.
Untuk dan demi ketahanan kita ke depan.

[ Apa keuntungannya ?

Pertama kita bisa manfa’at langsung di dunia karena sejak pohon/tanaman hidup, maka mereka memproduksi oksigen yang sangat kita dan makhkuk hidup butuhkan.
Pohon/tanaman juga bisa nyimpan air untuk cadangan air kita yang semakin menipis.

Kedua semakin tumbuh besar dan lama, maka pohon/tanaman yang kita tanam semakin banyak manfa’at dan bernilai tinggi.
Satu pohon besar saja harganya mencapai puluhan juta rupiah.
[ bandingkan dengan dana BPUM yang hanya Rp 1,2 juta…tentu dalam 10 tahun ke depan harga satu pohon saja sudah berkali lipat ]

Ketiga selama pohon atau tumbuhan itu hidup, maka setiap hari kita bisa shodaqoh oksigen ( udara bersih ) kepada seluruh ummat manusia dan seluruh makhkuk hidup yang ada di muka bumi.
Allooh tentu mencatat sebagai amal ibadah dan investasi amal untuk akhirat. ]

Kapan lagi kita bisa dapat dana mudah dan gratis, tidak usah kembalikan ke bank.

Kita sudah melakukan sebuah pertanggungjawaban berkelanjutan pada negara.

Artinya 10, 15 dan 25 tahun ke depan kita sudah bisa bantu pemerintah melunasi hutang negara !

10 pohon yang kita beli dan tanam hari ini dalam waktu 25 tahun ke depan sudah berharga dan bernilai ratusan juta rupiah !

Semoga Allooh berkenan dan lindungi kita semua
Aamiiin

Kedua setengah lagi silahkan gunakan ‘ up to you ‘ apapun yang menurut anda berguna dan manfa’at.

Selamat mencoba dan mari kita lakukan sa’at ini juga !

Bandung, Selasa, 4 Mei 2021

Zaki CJI

GunakanCerdasDanaBPUM

BelikanPohonDanaBPUM

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan