banner 728x90

Peninggalan ‘ Imperialis ‘ Belanda adalah Perkebunan Teh dan Kina. Apakah Peninggalan ‘ Imperlialis ‘ Jepang ?

Peninggalan ‘ Imperialis ‘ Belanda adalah Perkebunan Teh dan Kina. Apakah Peninggalan ‘ Imperlialis ‘ Jepang ?

Lebih dari 100 tahun bangsa Belanda menguasai Nusantara.
Berawal dari hanya niat berdagang dan berakhir pencaplokan berujung penjajahan wilayah Nusantara.

Produk imperialis Belanda adalah perkebunan teh dan kina yang sampai hari ini masih ada.
Dampak negatif dari perkebunan teh dan kina yaitu terbentuknya per-buruh-an di pegunungan.
Mulailah bangsa Nusantara beralih profesi dari petani menjadi buruh perkebunan.

Gaji tentu sangat kecil dan kehilangan kedaulatan atas tanah, air dan udara.
Seluruh lahan perkebunan merupakan milik bangsa imperialis Belanda.

Produk kedua imperialis Belanda yang terkenal adalah kerja ‘ paksa ‘ rodi.
Rakyat Nusantara dipaksa kerja meninggalkan profesi aslinya sebagai petani.
Mereka dipaksa mengerjakan proyek jalan dari Anyer sampai Panarukan dengan honor kecil.

Para Bupati pribumi memotong gaji mereka, akibatnya mereka hidup menderita dan banyak yang meninggal.
Imperialis Belanda masih menggaji mereka ( walau oleh Bupati dipotong ) dan menjaga lahan pertanian/pangan.

Bagaimana dengan imperialis Jepang ?

Jepang sebagai bangsa imperialis terpendek atas bumi Nusantara dalam catatan sejarah penjajahan.
Hanya sekitar 3 tahun saja Jepang menjajah Nusantara, namun sangat efektif menjajah bangsa Nusantara.

Hasilnya sangat signifikan dan jelas terasa.
Semua hasil jerih payah bertani dirampok tanpa sisa dan segera mereka angkut ke negara Jepang.

Produk kedua imperlialis Jepang adalah kerja paksa ‘ romusa/romusha ‘.
Jepang tidak membayar para pekerja bangsa Nusantara dan tidak ngasih makan pula.
Akibatnya dalam waktu singkat banyak rakyat pada mati.

Jadi imperialis Jepang merupakan bangsa paling kejam dan perampok ulung.

Petani,
Jepang paksa untuk mengerjakan penanaman padi di sawah dan setelah panen semua hasilnya tanpa sisa langsung diangkut ke negara Jepang.
Para petani dan rakyat dibiarkan kelaparan.
Itu sebabnya bangsa kita banyak yang meninggal.

Sejarah telah membuktikan bahwa siapapun penjajah alias imperialis yang masih peduli terhadap masalah pangan,
tidak menyebabkan rakyat meninggal.

Tapi penjajah Jepang yang sangat kejam dan serakah atas pangan hanya untuk diri mereka sendiri,
efektif membunuh rakyat karena kelapara.

Semoga bangsa Indonesia khususnya para kepala pemerintahan mulai dari
Presiden, para menteri, gubernur, bupati.walikota dan generasi muda
cepat sadar dan insyaf
bahwa masalah pangan adalah masalah hidup dan mati.
Hanya satu jalan rebut dan ciptakan kedaulatan dan kemandirian pangan supaya bangsa dan negara Indonesia cepat menjadi bangsa merdeka selamanya,

Aamiiin.

Bandung, Jum’at – Sabtu, 30 April – 1 Mei 2021

Zaki CJI

RebutKedaulatanKemandirianPangan

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan