banner 728x90

Hubungan Kasih Antara Soekarno dengan Sarinah : Laksana Nabi Musa dengan Pengasuh/Pengasih Ibunya Sendiri dan Nabi Muhammad dengan Siti Halimah

Hubungan Kasih Antara Soekarno dengan Sarinah : Laksana Nabi Musa dengan Pengasuh/Pengasih Ibunya Sendiri dan Nabi Muhammad dengan Siti Halimah

Apa istimewanya ?

Nabi Musa dan Nabi Muhammad SAW berpisah dengan Ibu – Bapaknya ketika masih bayi dan langsung Allooh pertemukan dengan pengasuh sekaligus pengasih ( pemberi air susu ) terbaik.
Pengasuh/Pengasih air susu Nabi Musa adalah pemenang sayembara resmi kerajaan oleh permaisuri Asyiah isteri Raja Fir’aun.
Nabi Muhammad SAW ketika masih balita mendapat Pengasuh/Pengasih air susu terbaik Siti Halimah.

[ bisa jadi Siti Halimah adalah sosok perempuan terbaik asli dari Nusantara dan begitu pula lokasi tempat Nabi Muhammad SAW bersama Siti Halimah tepat di Nusantara, bumi Sunda – Pajajaran ( ? ) ]

Soekarno pun berada di bawah asuhan dan asihan Sarinah sejak umur 4 tahun.

” Karno, pertama engkau harus mencintai Ibumu. Kemudian, kamu harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya ! “
ajaran Sarinah pada Soekarno.

Pada perjalanan kehidupan selanjutnya manusia pilihan Allooh ini begitu sangat mencintai dan membela rakyat kecil, lemah dan jelata.
Nabi Musa membela orang kecil dan lemah dengan menampar ( hanya sekali ) orangnya Fir’aun langsung mati, akibatnya Beliau harus keluar dari lingkaran istana dan jadi buronan Fir’aun.

Nabi Muhammad SAW sangat mencintai dan membela orang lemah, kecil, sengsara dan hina.
Beliau mendapat hinaan dan serangan begitu berat dari para saudara terdekat dan bangsawan karena pembelaan yang begitu besar pada orang lemah dan terhina ( budak belian ).

Soekarno begitu membela dan mencintai orang kecil dan lemah serta terjajah.
Beliau membela nasib para petani dan orang kecil lewat inspirasi dari ( petani ) kecil Mang Aen atau Marhaen, lahirlah ideologi ” Marhaenisme “.

Pun demikian pembelaan Soekarno pada rakyat terjajah Indonesia lewat perjuangan gerakan politik Partai Nasional Indonesia ( PNI ) yang lahir dan besar di Kota Bandung.
Bandung jadi saksi dan pelaku sejarah lepasnya belenggu dan rantai penjajahan dan imperialisasi fisik bangsa asing pendatang dari Eropa, Jepang ( Asia ) dan Amerika.

” Sholat Sholat Sholat
Wanita Wanita Wanita
Ummatku Ummatku Ummatku ! “
Rosulullooh Muhammad SAW hanya mewasiatkan tiga hal itu jelang maut menjemput.

Bagaimna dengan nasib anak bangsa Indonesia yang pada hari ini menyerahkan segala pola asuh dan pola didik hidupnya pada sosok ‘ ghaib/maya ‘ internet yang senantiasa kasih asupan nutrisi otak dan jiwanya lewat ‘ yahoo ‘ dan ‘ google ‘ ?

Mampukah dan bisakah anak bangsa Indonesia mencintai dan membela Ibu Kandung Sejatinya dan Ibu Pertiwi serta Tanah Air Indonesia ?

Bandung, Sabtu, 10 April 2021

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan