banner 728x90

Apa Beda ‘ Pola Pikir ‘ dan ‘ Pola Aksi ‘ Etnis Cina VS Etnis Non Cina Indonesia dari Dulu hingga Sekarang ?

Apa Beda ‘ Pola Pikir ‘ dan ‘ Pola Aksi ‘ Etnis Cina VS Etnis Non Cina Indonesia dari Dulu hingga Sekarang ?

Ternyata sejak zaman VOC dan Hindia Belanda serta para imperialis asing/Eropa sampai sa’at ini tidak berubah.
Hanya pemeran dan pemainnya saja yang berbeda.

VOC & Hindia Belanda

Setelah bangsa Belanda menguasai dan menjajah wilayah Nusantara yang mengakibatkan kehidupan bangsa Nusantara susah, miskin dan terpuruk permanen …
Maka menimbulkan reaksi perlawanan dimana – mana yang berujung pada perang fisik.

Untuk menghalau, mematahkan dan menghancurkan segala bentuk perjuangan dan perlawanan bangsa Nusantara, maka bangsa Belanda perlu menggunakan strategi lain yang lebih efektif.

Mereka sengaja merekrut dan menggunakan komunitas dari etnis Cina untuk melawan para pejuang Nusantara.
Belanda sengaja memberi fasilitas apapun supaya etnis Cina kuat dan menguasai perekonomian khususnya bidang pangan.

Etnis Cina menempati bangunan dan aset yang Belanda bangun dan mereka menjadi pedagang.
Itu sebabnya mereka hidup di pusat kota dan menguasai sektot perdagangan.

Indonesia Merdeka peta politik berubah pada era Soekarno.

Soekarno semenjak jadi Presiden Republik Indonesia melakukan terobosan baru yaitu mengambil alih seluruh aset peninggalan penjajajah tanpa kecuali menjadi milik negara.
Itulah yang para ahli sejarah dan politik sebut Nasionalisasi.

Akibatnya etnis Cina yang pada masa penjajah Belanda menjadi klaster kedua ( terhormat ) setelah bangsa Belanda mengalami masa kejatuhan dan keruntuhannya.
Terpuruk dan miskin kembali.

Soeharto berjaya, etnis
Cina kembali dimulyakan sampai sekarang

Kejayaan etnis Cina kembali bersamaan dengan Soeharto jadi presiden dan penguasa tunggal di Republik Indonesia.
Hari ini etnis Cina menguasai 90 % perekonomian Indonesia.
Sedangkan 90 % bahkan lebih bangsa Indonesia non etnis Cina terpuruk dan miskin serta jadi penyumbang bayar hutang negara lewat pajak.

Pola Soeharto sama persis dengan para penjajah Belanda.
Memberi penuh keleluasaan dan kebebasan untuk menguasai sektor ekonomi.
Selama 30 tahun lebih etnis Cina yang hanya sedikit bisa nikmati dana pinjaman dari luar negeri, sehingga mereka menjelma jadi para naga penguasa ekonomi Indonesia.

Apa bedanya karakter dan pola etnis Cina dengan etnis non Cina sehingga bisa berjaya ?

Bandung, Kamis, 8 April 2021

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan