banner 728x90

Isro Mi’roj dalam Konteks Ke – Kinian : 27 Rojab 1442 H – 11 Maret 2021

Isro Mi’roj dalam Konteks Ke – Kinian : 27 Rojab 1442 H – 11 Maret 2021

Isro Mi’roj adalah sebuah peristiwa perjalanan paling spektakuler sepanjang penciptaan manusia dari permulaan sampai akhir ‘ kiamat ‘ dan hancurnya seluruh ummat manusia di muka bumi.
Jarak tempuh sejauh 1239 kilometer antara Masjidil Harom di Kota Makkah sampai Masjidil Aqsho di Palestina dan perjalanan naik ke 7 lapisan langit/luar angkasa pergi pulang hanya ditempuh dalam hitungan jam ( ba’da ‘Isya sampai jelang waktu Shubuh ).

Hal ini menjadi hal yang kontroversi bukan hanya antara Kaum Muslimin yang sangat yakin atas peristiwa perjalanan ini versus Kaum ‘ Kafir ‘ Anti Islam yang sangat ingkar/menentang dan membohongkan peristiwa perjalanan ini.
Namun terjadi pula pada sesama Muslim yang yakin dan mempercayai atas kebenaran serta kesahihan peristiwa perjalanan ini.
Yaitu sebagian besar percaya bahwa Rosulullooh Muhammad SAW melakukan perjalanan ini beserta jasad serta ruh dan sebagian kecil percaya/yakin bahwa hanya Ruh Beliau saja yang melakukan perjalanan ini.

Di sini saya hanya ingin mengajukan satu pertanyaan saja dimana sering kita dengar bahwa para ‘Ulama sholih dan zhuhud, para Waliyullooh dan orang – orang pilihan Allooh memiliki sesuatu ‘ karomah ‘ kelebihan yang sangat sulit akal menerimanya, namun hal ini terjadi, maka

Mana mungkin Rosulullooh Muhammad SAW lebih rendah kemampuannnya daripada orang – orang biasa, apalagi Beliau punya mu’jizat yang tidak bisa orang biasa/lain miliki ?

Artinya Rosulullooh Muhammad SAW bukan hal aneh atau mustahil bisa berjalan secepat kilat beserta jasad dan ruh serta dalam kondisi normal ( bukan tidur dan atau mimpi ).
Sangat wajar bagi seorang Kekasih Allooh berjalan dengan jasad dan ruh menembus jarak dan waktu dari bumi ke luar angkasa tanpa peralatan apapun.
Hanya ‘ Sang Buroq ‘ makhluk unik ciptaan Allooh SWT yang menemani.

Selain perintah Sholat Lima Waktu ( Shubuh, Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib dan ‘Isya ) untuk seluruh Ummat Islam sampai hari Kiamat ada satu lagi pembelajaran yang sungguh dahsyat luar biasa.

Apakah itu ?

Percepatan.
Perjalanan pergi dan pulang dari Masjidil Harom Makkah ke Masjidil Aqsho Palestina dilanjutkan naik ke tujuh lapisan langit/luar angkasa dan pertemuan dengan para Rosul Allooh terdahulu adalah sebuah percepatan.
Bukan perjalanan biasa, apalagi biasa – biasa saja.

Adalah hal yang sangat lumrah dan wajar bahwa setiap manusia lebih suka segala seuatu peristiwa terjadi percepatan.
Ingin cepat besar/maju/berkembang/berhasil – sukses/lulus dan sebagainya.
Maka Allooh SWT mengajarkan lewat peristiwa perjalanan Rosulullooh Muhammad SAW atas Isro Mi’roj bahwa manusia bisa melakukan percepatan dalam bidang apapun.

Bagaimana dalam hal ke-kini-an, apakah peristiwa perjalanan Isro Mi’roj dapat jadi inspirasi dan pembelajaran dalam menangani masalah pandemi Covid-19 khususnya ?

Sangat bisa dan harus bisa.
Allooh SWT mempertemukan antara Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Yusuf AS di langit ketiga.

Ada apa dengan Nabi Yusuf ‘Alaihis Salaam ( AS ) ?

Nabi Yusuf AS adalah Pelopor Ketahanan Pangan yang telah mampu mengatasi masalah terbesar yang pernah menimpa ummat manusia.
Dunia mengalami masa ‘ paceklik ‘ kekeringan selama 7 tahun berturut – turut yang mengakibatkan manusia mengalami kelaparan berkepanjangan, pandemi ‘ pangan ‘ kelaparan.

Namun, sebelum terjadi masa ‘ paceklik ‘ kekeringan selama 7 tahun lamanya, maka Allooh SWT mengkondisikan dunia mengalami masa subur ( hujan dan penen ) selama 7 tahun berturut – turut.

Apa yang Nabi Yusuf AS lakukan ?

Beliau lewat penguasa Mesir melakukan Penanaman Tanaman Pangan secara berkelanjutan selama 7 tahun berturut – turut.
Hasil panennya disimpan dalam lumbung pangan untuk mencukupi kebutuhan pangan selama 7 tahun ketika masuk pandemi kelaparan dan dampak dari kekeringan selama 7 tahun.

Begitu masuk dan terjadi era kekeringan dan paceklik, maka negara Mesir menjadi satu – satunya negara di dunia yang memiliki kedaulatan dan ketahanan pangan.
Sehingga seluruh penduduk dunia berduyun – duyun minta bantuan pangan kepada Mesir.

Bantuan Langsung Pangan pertama secara global terjadi kali pertama pada masa Nabi Yusuf AS.
Negara Mesir yang menjadi pelopor atas ‘ BLP ‘ ini.

Semoga bangsa Indonesia wabil khusus ummat Islam dapat mengambil ‘ ibroh ‘ pembelajaran dari peristiwa perjalanan Isro Mi’roj ini bahwa melakukan percepatan program ketahanan pangan adalah jihad ‘ fii sabiilillaaah ‘ berjuang di jalan Allooh dalam menyelamatkan keberlangsungan kehidupan manusia.

Aamiiin yaa mujiibassaailiiin

Bandung, Kamis, 11 Maret 2021

Muhamnad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

WujudkanKetahananPanganAdalahJihad

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan