banner 728x90

Lahan Seluas 1,6 Hektar Itu Untuk Konservasi !

Lahan Seluas 1,6 Hektar Itu Untuk Konservasi !

Ada yang menarik dari obrolan dengan Kang Ajo ( begitu temen – temen manggil ) di lokasi salah satu bantaran Sungai Cikapundung Kota Bandung.
Sekolah Alam Dago pun menyewa sebagian lahan ini untuk kegiatan mereka.

” Lahan ini atas kesepakatan keluarga mau dijadikan konservasi ! ” begitu kata Kang Ajo ketika saya tanya tentang rencana pemanfa’atan lahan tersebut.

Sejak 5 tahun yang lalu tepatnya tahun 2016 dia bersama isteri sepakat untuk menggarap sendiri lahan keluarga yang sempat orang lain garap.
Namun si penggarap sudah tidak mampu lagi melanjutkan karena keterbatasan.

Ketika saya tanya pengalamannya membuat gula ‘ kawung ‘ aren, maka dia cerita :
” Saya pernah buat ( eksperimen ) gula ‘ kawung ‘ dari 1 liter air ‘ lahang ‘ sadapan pohonnya.
Setelah lewat proses pemasakan selama 6 jam, maka jadi gula aren sebesar batok.

Jadi sangat tidak sepadan antara biaya produksi dengan harga jual, dimana harga jualnya sekitar Rp 4.000.
Niatkan dari awal mengolah bahan yang berkualitas.

Satu hal yang unik Kang Ajo lakukan selama menggarap lahan ini yaitu hasil panen padi dari sawah dan buah – buahan, beubeutian serta hasil apapun dari tanaman/pohon dari lahan ini tidak untuk dijual ( bisnis/komersil ), namun untuk konsumsi keluarga besar.

Padi hasil dari panen dia simpan di dua ‘ leuit ‘ tempat khusus penyimpanan, sehingga keluarga besarnya tidak pernah kekurangan beras.

Ada logika yang salah katanya,
” Petani panen, gabahnya mereka jual dengan harga murah.
Sungguh tidak bisa nutup biaya mulai proses pembenihan, perawatan dan pemupukan sampai jelang panen, “
” Eh sudah dapat uang, kemudian mereka belikan beras yang harganya lebih tinggi ! ” pungkasnya.

Baru begitu ada sisa, maka hasil apapun sengaja Kang Ajo simpan pada keranjang di pinggir jalan/gang dan siapapun boleh ngambil gratis.
Sungguh sesuatu hal yang luar biasa terjadi pada masa sekarang.

Ternyata praktek berbagi ini masih ada dan terjadi di Kota Bandung.
Pada era dimana orang sudah tidak bisa lagi atau sangat sulit bisa menghargai proses.

Inilah pesan Kang Ajo bagi siapapun yang mau nanam pohon apapun dan dimanapun,
” Jangan pernah berharap pohon apapun yang kita tanam,
kita harus menikmati buahnya ! “

[ sebuah pesan moral yang luar biasa, karena pada era kini seringkali orang yang mau nanam atau diajak menanam senantiasa bertanya tentang hasil/buah/manfa’at dari pohon tersebut ]

Semoga kita terutama yang punya niat dan tekad untuk mewujudkan ketahanan pangan, apa yang telah dan sedang Kang Ajo lakukan jadi inspirasi dan kita bisa mengikuti jejak langkahnya, aamiiin.

Bandung, Senin, 8 Maret 2021

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan