banner 728x90

Nasib Para Petani dari Era ke Era !

Nasib Para Petani dari Era ke Era !
” Hu…hu…hu…! Katanya negara Agraris dan Maritim ! ” m”

Petani era Kerajaan
Hanya jadi perahan para penguasa ke-Raja-an dan kaum bangsawan.
Setelah datang para imperialis asing, maka beralih jadi perahan para penjajah.

Petani era Ke-Merdeka-an
Nasib para petani pasca merdeka sedikit berubah yaitu ada peningkatan di sisi ‘ politik petani ‘.
Soekarno menciptakan ideologi baru yang sangat pro-petani yaitu marhaenisme.
Mang Aen adalah seorang petani mandiri dan berdaulat penuh atas lahan sawah garapannya dan sosok inilah yang jadi nara sumber utama inspirasi lahirnya ideologi ini.

Namun hanya sampai tahap derajat ideologi saja, karena nasib para petani tetap berkubang dalam kolam penderitaan dan kemiskinan.

[ ini jadi salah satu penyebab suburnya faham komunis atau PKI di Indonesia ]

Belum tuntas peningkatan status dan derajat para petani, keburu Soeharto sukses menjadi sutradara penumbangan Soekarno.

Bagaimana nasib para petani pada era Soeharto ?

Sungguh lebih terpuruk lagi.
Lahan, tanah, sawah, kebun, bukit sampai hutan puluhan sampai ribuan hektar sengaja Soeharto alih fungsikan menjadi lahan untuk pabrik dan industri.
Nasionalisasi produk politik Soekarno diberangus.

Soeharto menggantikannya dengan produk politik bernama industrialisasi dan swastanisasi.
Berawal dia berikan gratis ‘ gunung tambang emas ‘ Tembaga pura kepada ‘ Freeport ‘ Amerika Serikat sejak tahun 1967 sampai sekarang masih AS pegang.

[ Jokowi sudah berhasil merebut/membeli kembali ‘ buy back ‘ 51 % lebih saham PT Freeport untuk NKRI ]

Nasib para petani Indonesia semakin terpuruk dan tergusur bersamaan dengan tergusurnya lahan pertanian oleh pabrik dan industri plus perumahan.
Harga hasil pertanian dan rempah – rempah hancur luluh oleh keluarga Cendana n gank-nya.

Presiden silih berganti, namun nasib petani tidak pernah berganti dan berubah tetap konsisten di dunia kemiskinan.

Gus Dur jadi Presiden pilihan MPR RI yang murni berasal dari sipil.
Nasib petani berubah terutama mereka merasakan kesejahteraan dari hasil pertanian, walau hanya sebentar.
Rupanya para penghisap darah petani tidak rela melihat dan menyerahkan kesejahteraan beralih kepada para petani, nelayan dan masyarakat miskin.

Gus Dur wajib mereka tumbangkan dengan cara apapun dan bagaimanapun.
Terutama para pengkhianat bangsa dan negara yang sangat berambisi ingin jadi presiden di Indonesia sangat bersemangat sekali dan kerjasama untuk gulingkan Gus Dur segera dan secepat mungkin.

Usaha Megawati CS, Akbar Tanjung CS, Amin Rais CS, Kapolri Bimantoro CS, anggota DPR – DPD – MPR RI plus sokongan financial CIA/USA – Freeport sukses gulingkan Gus Dur.

Bagaimana nasib para petani ?

Kembali seperti sebelum Gus Dur jadi Presiden RI, maka nasib para petani termasuk nelayan dan orang miskin kembali pada kodrat alamiahnya yaitu miskin permanen.

Hari ini lebih dari 14.006.450 hektar lahan kritis se Indonesia dan nasib para petani dan nelayan tetap miskin dan terpuruk.

Adakah pembelaan dari kaum akademisi dan mahasiswa yang aktif ?

Tidak ada, faktanya ribuan sarjana pertanian yang telah lulus dari Unpad, IPB dan perguruan tinggi lainnya ( PTN dan PTS ) tidak ada yang jadi petani sukses dan makmur.

[ paling banter mereka jadi PNS/ASN dan pegawai bank serta buruh pabrik/industri ]

Bagaimana nasib dunia pertanian dan ketahanan pangan hari ini dan ke depan ?

Syukur sejak akhir tahun 2019 dan awal 2020 virus corona menyerang khususnya bangsa Indonesia dan dunia global, pandemi Covid-19.
Seluruh sendi kehidupan rontok dan hancur luluh sampai hari ini.

Masalah pangan pada hari ini semakin nyata dan jelas sebagai hal yang paling penting bagi manusia seluruh dunia.
Hanya pangan yang cukup dan bergizi sebagai satu – satunya obat penangkal virus corona.

Bagaimana dengan kita ?

Bandung, Sabtu, 6 Maret 2021

Zaki CJI

RebutKedaulatanPangan

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan