banner 728x90

Kantong Kemih

Kantong Kemih

Hal ini berasal dari rasa tidak nyaman, lalu berubah menjadi sensasi mendesak yang tidak mungkin untuk diabaikan, akhirnya berlari untuk menemukan tempat menjadi opsi tersisa yang bisa diambil dan anda akan berburu kamar mandi dimanapun itu berada sampai anda merasa lega.

Manusia harus buang air kecil setidaknya empat sampai enam kali sehari. Tetapi, seringkali tekanan hidup dunia modern memaksa manusia untuk menahannya.

Seberapa buruk-kah kebiasaan ini ?
Serta seberapa lama tubuh kita bisa menahannya ?

Jawaban atas pertanyaan tersebut terletak pada cara kerja kantong kemih, sebuah kantong lonjong yang terletak di dalam pelvis. Di sekeliling struktur itu, terdapat beberapa organ lainnya yang secara bersama – sama menyusun seluruh sistem saluran kemih.

Dua ginjal, dua ureter, dua sfingter uretra dan satu uretra. Terdapat suatu cairan berwarna kuning yang terus menerus turun dari ginjal, bernama urin.
Ginjal membuat urin dari campuran air dan hasil buangan tubuh ( sisa metabolisme ), menyalurkan cairan yang tidak dibutuhkan tubuh itu ke dua saluran berotot bernama ureter.

Ureter membawanya turun ke organ berongga yang disebut kantong kemih. Dinding organ ini terbuat dari jaringan yang bernama otot detrusor yang beraksi ketika kantong kemih terisi urin sehingga mengembang seperti balon.

Sa’at kantong kemih penuh, otot detrusor berkontraksi. Sfingter uretra internal secara otomatis tanpa disadari dan urin pun dikeluarkan. Mengalir ke bawah, cairan tersebut memasuki uretra dan berhenti pada sfingter eksternal.

Proses ini bekerja seperti sistem pada keran air. Sa’at anda ingin menunda buang air kecil, maka anda akan menahan sfingter agar tetap tertutup. Sa’at anda ingin buang air kecil, maka anda bisa secara sadar membuka gerbangnya.

Meski begitu, bagaimana kita bisa tahu apakah kantong kemih kosong atau penuh ?
Agar anda tahu kapan waktu yang tepat untuk buang air kecil ?

Di dalam lapisan otot detrusor, terdapat jutaan ‘ stretch reseptor ‘ yang terangsang jika kantong kemih terisi. Mereka mengirim sinyal melalui saraf ke sumsum tulang belakang di area sakrum. Sinyal refleks dikirim kembali ke kantong kemih membuat otot detrusor sedikit berkontraksi dan meningkatkan tekanan kantong kemih sehingga anda tahu bahwa kantong kemih anda penuh.

Di sa’at bersamaan, sfingter uretra internal terbuka. Hal ini disebut sebagai refleks mikturisi.
Otak kita bisa melawan jika sa’at itu tak tepat untuk buang air kecil dengan mengirim sinyal lain untuk membuat sfingter uretra eksternal berkontraksi.

Dengan 150 – 200 mililiter urin di dalamnya, maka dinding kantong kemih telah cukup renggang sehingga anda tahu jika ada urin didalamnya. Jika ada 400 – 500 mililiter, maka tekanannya mulai membuat anda merasa tidak nyaman.

Kantong kemih bisa terus merenggang sampai titik tertentu. Di atas 1000 mililiter, kantong kemih bisa pecah.
Umumnya, orang akan mengompol sebelum hal tersebut terjadi, tapi pada kasus yang langka, misalnya pada orang yang tidak ada rasa ingin buang air kecil, maka kantong kemih bisa pecah dan harus dioperasi.

Akan tetapi, pada keadaan normal, keputusan untuk buang air kecil menghentikan sinyal otak ke sfinger uretra eksternal, sehingga membuatnya relaks ( tidak kontraksi ) dan kantong kemih menjadi kosong. Sfingter uretra eksternal adalah salah satu dari otot – otot di dasar pelvis yang menyokong uretra dan leher kantong kemih.

Untunglah kita mempunyai otot dasar panggul, karena tekanan terhadap sistem itu oleh batuk, bersin, tertawa atau lompatan dapat menyebabkan kebocoran kantong kemih.
Sebaliknya, otot – otot dasar panggul menutup rapat area itu sampai anda siap untuk melepasnya ( buang air kecil ).

Tetapi, menahannya terlalu lama, mendesak ( menekan ) urin agar keluar lebih cepat sa’at buang air kecil atau buang air kecil tanpa tumpuan fisik yang memadai bisa melemahkan atau melampaui batas kemampuan otot.
Hal itu dapt membuat dasar panggul “ overaktif, rasa nyeri pada kantong kemih, urgensi ( sering buang air kecil ) atau inkontinensia urine ( mengompol ).

Jadi, demi kesehatan jangka panjang, maka menahan buang air kecil bukanlah kebiasaan yang baik.
Tetapi untuk jangka pendek, setidaknya tubuh dan otak anda bisa membantu, sehingga anda bisa memilih waktu yang tepat untuk buang air kecil.

Cimahi, Rabu, 3 Maret 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan