banner 728x90

Pepatah Lama : “ Gajah Tidak Akan Pernah Lupa ! ”

Pepatah Lama : “ Gajah Tidak Akan Pernah Lupa ! ”

Ada salah satu pepatah lama :
” Gajah tidak akan pernah lupa. “
Benarkah hal tersebut ?

Ternyata, semakin kita mempelajari tentang gajah, semakin tampak bahwa ingatan mereka yang mengagumkan hanyalah salah satu aspek kecerdasan luar biasa yang membuatnya termasuk ke dalam makhluk paling sosial, kreatif dan baik hati di bumi.

Tidak seperti banyak pepatah lain yang merupakan perumpamaan, pepatah tentang ingatan gajah telah dibuktikan secara ilmiah dan memang benar akurat. Gajah mengenal setiap anggota dalam kawanan mereka. Mereka mampu mengenali sebanyak 30 rekan sesama gajah dalam kelompoknya berdasarkan penglihatan atau aroma tubuh.
Hal ini sangat membantu sa’at migrasi atau sa’at mereka bertemu kelompok gajah lain yang berpotensi menimbulkan konflik dan permusuhan.

Gajah juga mampu mengingat dan membedakan isyarat tertentu yang menandakan bahaya. Selain itu, gajah juga dapat mengingat lokasi penting, seperti sumber air dan tempat mencari makanan, meski sudah lama sekali sejak kunjungan terakhir mereka.
Menurut saya, ingatan gajah yang tidak berhubungan dengan bertahan hidup merupakan yang paling menarik.

Gajah tidak hanya mengingat rekan gajah dalam kawanannya, tetapi juga makhluk lain yang telah menimbulkan kesan mendalam bagi mereka. Contohnya, dua gajah sirkus yang pernah melakukan pertunjukan bersama dalam waktu yang singkat, bersuka cita sa’at tidak sengaja bertemu 23 tahun kemudian.

Pengenalan seperti ini tidak terbatas pada spesies gajah saja, gajah pun dapat mengenali manusia yang dikenalnya meski telah berpisah puluhan tahun lamanya. Semua hal ini menunjukan bahwa ingatan gajah mampu melampaui respons atas stimulus.

Dengan melihat isi kepala mereka, kita dapat mengetahui sebabnya. Gajah, memiliki otak terbesar di antara mamalia darat manapun. Selain memiliki ukuran otak yang luar biasa, gajah juga memiliki “ kecerdasan ensefalisasi ” yang mengagumkan.
Lalu, kecerdasan EQ gajah hampir setinggi kecerdasan EQ simpanse.

Terlepas dari hubungan jauh, evolusi konvergen secara mengejutkan menunjukan gajah mempunyai susunan otak yang mirip dengan otak manusia, dimana memiliki banyak neuron dan sinapsis serupa, serta memiliki hipokampus dan korteks serebri yang sangat berkembang.
Hipokampus merupakan bagian otak yang sangat terkait dengan emosi dan membantu mengumpulkan memori ( ingatan ) dengan memasukan pengalaman penting ke ingatan jangka panjang.

[ Apakah kebiasaan manusia selama ( khususnya ) pandemi Covid-19 yang totali berpindah ke aktifitas maya ( virtual/digital ) menjadikan fungsi otak dan otot berubah dan melemah total ? ]

Kemampuan gajah untuk membedakan hal penting membuat ingatan gajah menjadi kompleks dan mampu beradaptasi dengan keadaan hingga melampaui kemampuan ingatan menghapal.
Hal ini memungkinkan gajah yang selamat dari kekeringan di masa muda akan mengenali tanda bahaya ketika dewasa.

Lebih jauh, kawanan gajah dengan pemimpin gajah betina yang berusia tua mempunyai harapan hidup lebih tinggi. Sayangnya, kemampuan ini juga yang menjadikan gajah salah satu dari sedikit hewan ‘ non-manusia ‘ yang menderita gangguan stress pasca-trauma ( PTSD ).

Di samping itu, korteks serebri mengaktifkan kemampuan otak untuk pemecahan masalah yang ditunjukan gajah melalui banyak cara yang kreatif. Gajah juga mampu memecahkan masalah secara kooperatif, bahkan terkadang sampai bisa mengecoh peneliti dan memanipulasi pasangan mereka.

Penelitian menunjukan bahwa gajah memahami aritmatika dasar, dapat menghitung sampai jumlah tertentu menggunakan keranjang yang diisi buah. Kombinasi yang jarang antara ingatan dan pemecahan masalah dapat menjelaskan beberapa perilaku gajah yang paling cerdas.
Meski begitu, hal tersebut tidak banyak menjelaskan beberapa hal yang baru saja mulai peneliti pelajari mengenai kehidupan mental mereka ( gajah ).

Gajah berkomunikasi menggunakan banyak hal, mulai dari isyarat tubuh dan vokalisasi, hingga gema infrasonik yang dapat terdengar hingga beberapa kilometer jauhnya. Pemahaman mengenai sintaks menegaskan bahwa gajah memiliki bahasa dan tata bahasa sendiri ( grammar ).
Kesadaran bahasa ini mungkin melampaui batas komunikasi sederhana.

Gajah dapat menghasilkan karya seni lukis dengan secara teliti memilih dan menggabungkan warna dan elemen berbeda. Mereka juga dapat mengenali 12 nada musik berbeda dan membuat ulang melodi.

Menurut saya pribadi, hal paling menakjubkan mengenai gajah adalah rasa empati, altruisme dan keadilan yang dimiliki oleh gajah.
Gajah adalah satu – satunya hewan yang berduka atas kematian sesamanya. Mereka melakukan ritual pemakaman dan kembali untuk singgah ke kuburan kelompok mereka.

Gajah juga sedikit banyak menunjukan perhatian pada spesies lain. Suatu waktu, terdapat gajah pekerja yang menolak untuk menancapkan batang kayu ke lubang dimana terdapat seekor anjing yang sedang tidur.

Terkadang, jika gajah menemukan manusia yang terluka, mereka menjaga dan membuat manusia tersebut nyaman menggunakan belalainya.
Di sisi lain, serangan gajah ke desa manusia biasanya terjadi tepat setelah perburuan liar dan pembantaian besar – besaran yang menegaskan balas dendam yang disengaja.

Jika kita mempertimbangkan semua bukti ini, beserta fakta bahwa gajah adalah salah satu dari sedikit spesies yang dapat mengenali diri mereka di cermin, maka akan sulit untuk menyangkal bahwa gajah adalah makhluk yang cerdas, memiliki kesadaran dan memiliki emosi.
Sayangnya perlakuan manusia pada gajah tidak mencerminkan hal ini. Gajah terus menderita akibat perusakan habitat di Asia, perburuan gading di Afrika dan salah perawatan dalam kurungan di banyak wilayah di dunia.

Dengan memahami banyak hal tentang gajah dan pemahaman baru yang terus mereka tunjukan kepada kita tentang kecerdasan hewan, maka akan semakin penting untuk menjamin gajah yang disebutkan oleh penyair Inggris John Donne sebagai “ adikarya luar biasa dari alam ” tidak lenyap dari kanvas dunia.

Cimahi, Kamis, 25 Februari 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan