banner 728x90

Joe Biden : Perubahan Iklim

Joe Biden : Perubahan Iklim

Joe Biden, nama yang beberapa pekan terakhir ramai dibicarakan khalayak, baik di Amerika Serikat maupun di beberapa bagian duna. Ia adalah Presiden Amerika Serikat terpilih yang bersaing dalam Pilpres Amerika Serikat melawan Donald Trump.
Ada beberapa rekor baru dari terpilihnya Joe Biden, diantaranya ia merupakan Presiden Amerika tertua yang pernah terpilih, wakilnya merupakan wanita pertama yang menjadi Wapres di Amerika dan beberapa rekor lainnya.

Biden mempunyai latar belakang pendidikan di bidang hukum dan sempat menjadi pengacara sebelum terjun ke politik. Ia menjalani karir yang cukup panjang di politik sebelum pada akhirnya mencalonkan diri menjadi Calon Presiden pada 2021.
Ia pernah menjadi anggota dewan di New Castle County, pernah manjadi anggota Senat, pernah menjadi Wapres di era Obama dan pada akhirnya mencalonkan diri bersama Kamala Harris pada tahun 2021.

Ada beberapa hal yang menarik tentang Biden, terutama dalam ambisinya di bidang lingkungan.

Joe Biden telah lama menyadari perubahan iklim dan ia percaya bahwa kita sebagai manusia mempunyai kewajiban moral dan ekonomi untuk mengatasinya.
Pada tahun 1986, ia memperkenalkan salah satu Rancangan Undang – Undang Iklim pertama di Kongres Amerika.

Lalu, sewaktu menjabat sebagai Ketua Komite Hubungan Luar Negeri, ia menyelenggarakan beberapa audiensi mengenai perubahan iklim dan menggalang dukungan pada sejumlah resolusi yang terkait dengan permasalahan tersebut. Hal itu ia lakukan dalam upaya membangun momentum dalam tindakan untuk mengatasi perubahan iklim global.

Pada tahun 1997, Biden menjadi salah satu pendukung utama dari Undang – Undang Konservasi Hutan Tropis. Hal ini memungkinkan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan dengan pemerintah asing untuk melestarikan hutan tropis dengan imbalan keringanan hutan ( biasanya disebut sebagai pertukaran utang untuk alam ).

Dalam kepemimpinannya, ada salah satu janji kampanye Biden untuk bergabung kembali dengan Paris Agreement, suatu perjanjian pemerintah dunia tentang iklim dalam bentuk pakta internasional yang dirancang untuk menghindari pemanasan berbahaya di Bumi.

Dahulu, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Obama bergabung dengan Paris Agreement pada 2016. Lalu, di masa kepemimpinan Trump Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian tersebut.
Biden menegaskan keputusan bergabung kembali dengan Paris Agreement akan menjadi tindakan pertamanya sebagai presiden.

Beberapa pihak berpendapat, bagaimanapun, kunci kredibilitas Biden di tataran internasional terletak pada kebijakan domestiknya dalam mengurangi emisi karbon.

Dalam parlemen, Partai Demokrat telah mengajukan proposal yang dinamakan
“ Green New Deal ”, semacam RUU yang akan menghilangkan sebagian emisi karbon di berbagai sektor di Amerika Serikat. Jika hal ini benar-benar diberlakukan, maka strategi ini akan menjadi strategi iklim paling progresif yang pernah dicoba di Amerika Serikat.

Selain daripada itu, ambisi Biden di bidang lingkungan juga dilakukan dengan mengusulkan produksi listrik di Amerika Serikat Bebas Karbon pada tahun 2035 dan agar Amerika Serikat menjadi negara yang mencapai nol emisi bersih pada pertengahan abad ini (2050) : Rencana.

Mencapai nol bersih mensyaratkan bahwa setiap emisi karbon yang dilepaskan ke Atmosfer diimbangi dengan menyerap jumlah yang setara dari atmosfer. Salah satu caranya adalah dengan menanam pohon.

Biden merencanakan untuk mengalokasikan $ 2 triliun selama 4 tahun untuk menurunkan jumlah esmisi dengan membuat 4 juta bangunan di Amerika Serikat menjadi lebih hemat energi. Ia ingin mengalokasikan banyak uang untuk transportasi umum, investasi pada kendaraan listrik berserta titik pengisian dayanya dan memberikan insentif finansial kepada warga negara yang menukar mobilnya menjadi mobil yang bebas emisi.

Dilansir dari bbc.com, Andrew Light, mantan pejabat senior di bidang Iklim pada pemerintahan Obama menyatakan bahwa Biden berfokus pada segala hal yang bisa menurunkan tingkat emisi dan membuka lapangan pekerjaan di sa’at bersamaan.

“ Akan ada dorongan besar pada kendaraan listrik. Selain itu, akan ada dorongan besar juga pada bangunan yang efisien dan hemat energi, baik perumahan maupun perkantoran. Terakhir, akan ada pula dorongan besar untuk menciptakan organisisasi sipil jenis baru yang berfokus pada konservasi lingkungan dan tindakan untuk melakukan banyak solusi berbasis alam untuk melawan perubahan iklim. ”

Selain itu, Biden juga mengatakan bahwa ia tidak akan mengizinkan kegiatan
“ fracking ” di tanah negara. Fracking adalah proses pengeboran di mana bahan kimia disuntikan ke dalam batuan untuk mengeluarkan gas alam dan minyak. Hal ini merupakan kegiatan yang kontroversial dan memicu perdebatan karena dampak lingkungan yang dihasilkannya.

Pembuktian dari kata-kata Biden akan dilihat di KTT Iklim COP26 PBB yang akan dilaksanakan di Glasgow pada November 2021. Negara-negara di dunia akan berunding dan membicarakan solusi yang bisa dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim.

Mari kita tunggu kontribusi Biden dan Amerika Serikat dalam upaya memerangi kerusakan alam akibat perubahan iklim dan memimpin dunia dalam menangani keadaan darurat iklim.

CImahi, Rabu, 17 Februari 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan