banner 728x90

Satu Malam Dua Pelajaran !

Satu Malam Dua Pelajaran !

” Bagaimana perasaan bapak/ibu/kakak/adik setelah kejadian gempa ini ? “
” Apakah bantuan pemerintah sudah datang ? “

Dua pertanyaan di atas adalah pertanyaan bodoh yang sering dilontarkan oleh para wartawan ketika mewawancarai korban bencana, gempa, banjir, longsor dan sejenisnya.
Begitulah Kang Isfan menjelaskan pada sa’at bincang tengah malam.

Dia adalah wartawan senior Kompas yang sudah malang melintang cukup lama.
Tiga buah buku telah terbit disamping banyak buku lainnya dalam kapasitas yang berbeda.

Tidak kalah menariknya kami mengulas perkembangan dunia media sosial alias dunia maya yang era ini sedang mendominasi hampir seluruh sektor dunia nyata.
Terutama yang melanda kalangan ‘ milenial ‘ yang sangat memprihatinkan.

” Dulu waktu kita sekolah, ketika touring dan berhenti istirahat di warung, maka yang kita cari adalah kopi sambil ngobrol bersama.

Kini, generasi muda, begitu istirahat di warung yang pertama mereka cari adalah colokan listrik dan selfie kemudian masing-masing nge-share ke grupnya. “

” Walau ( katakan ) mereka berangkat rombongan berempat, tapi mereka asyik dengan ‘ dunia maya ‘ masing-masing ! “

Ini lah fenomena sa’at ini yang sedang telah dan sedang terjadi.
Akibatnya orang yang dekat jauh dan orang yang jauh jadi dekat.

Itulah sekelumit hasil bincang malam bersama Kang Isfan.
Pada akhir perbincangan baru saya tahu bahwa dia ternyata anak dari seorang penulis/kolomnis besar di dunia media yang tulisannya rutin muncul di koran Kompas, almarhum Mahbub Djunaedi.
Dia juga dekat dengan Gus Dur ( sama-sama kolomnis Kompas seangkatan babe-nya ) dan Jakob Oetama.

Tak ketinggalan kami pun mengulas tentang fenomena yang sedang terjadi yaitu
video singkat yang kontennya tidak bermanfa’at alias iseng belaka, tiba-tiba bisa dapat penggemar/pengikut/’ followers ‘ banyak sampai jutaan.
Sedangkan video yang kontennya bermutu dan multi kandungan pembelajaran dan pengajaran justru begitu sangat sulit mendapat penggemar/pengikut/pembaca/’ followers ‘.
Hanya untuk tembus angka 1.000 saja begitu sulitnya.

” Kualitas tetap segalanya.
Konten yang rendahan ( tanpa makna dan arti ) suatu sa’at akan stag.

Yang akan bertahan adalah konten yang bermutu dan berkualitas ! “

Itulah akhir bincang kami, karena waktu telah berganti cepat menuju pagi yang cerah.

Bandung, Sabtu, 13 Februari 2021

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan