banner 728x90

Du’a adalah Ikhtiar Batiniah : Usaha On-Line !

Du’a adalah Ikhtiar Batiniah : Usaha On-Line !

Dalam seminggu terdapat tujuh hari ; Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu. Dari ketujuh hari tersebut, bagi saya pribadi, hari Jum’at selalu yang teristimewa. Hari tersebut adalah hari dimana saya menggunakan pakaian terbaik saya dan menggunakan wewangian.

Hal utama yang membedakan hari Jum’at dengan hari-hari lain adalah kegiatan ( ritual ) Jum’atan. Pada waktu Zhuhur di hari Jum’at, laki-laki kaum Muslimin diwajibkan untuk pergi ke masjid untuk melaksanakan Sholat Jum’at. Hukum dari sholat ini adalah fardhu ‘ain bagi laki-laki.

[ Fardhu ‘ain adalah kewajiban individu yang tidak bisa diwakilkan/terwakili ]

Dasar hukum pelaksanaan Sholat Jum’at tercantum dalam firman Allooh S.W.T. di dalam Al Qur^an,
“ Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan Shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allooh dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. ”
( Q.S. Al-Jum’ah : 9 )

Pada kegiatan Sholat Jum’at pada tanggal 5 Februari 2021, saya mengikuti kegiatan Sholat Jum’at di Masjid Al Islah yang terletak di Komplek KPAD PUSDIK BEK-Ang Cibeureum, Cimahi Selatan.
Ada pesan menarik yang disampaikan oleh Khotib dalam kegiatan tersebut yakni ceramah yang berkenaan dengan kesehatan mental.

Khotib menyampaikan bahwa salah satu tanda Kiamat adalah dengan bertambah beratnya dunia. Dunia pada hakekatnya tidak bertambah berat ( secara harfiah ).
Bukan karena beratnya, kilogram-nya bertambah, bukan juga lebih berat karena adanya peradaban baru. Berat yang dimaksud adalah berat di berbagai aspek dan lini kehidupan manusia.

Contohnya di bidang perekonomian, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan dan lain sebagainya. Utamanya di bidang ekonomi, mencari uang menjadi semakin berat dari hari ke hari, sejalan dengan sulitnya mendapatkan pekerjaan dan mencari makan.

Hari-hari di bumi yang kita rasakan hari ini menjadi lebih berat dalam setiap harinya. Karena beratnya beban ini, maka muncul salah satu penyakit hati yang disebutkan oleh Khotib bernama MTT yakni Mental Time Travel.
Penyakit MTT menyebabkan sesorang fisiknya hadir di masa sekarang, tetapi pikirannya melayang jauh ke dua tempat. Sebagian pikirannya terjebak di masa lalu, sebagian yang lain mengkhawatirkan masa depan.

Orang yang seperti itu, maka akan (pasti) diliputi kegelisahan. Jika hari-harinya sudah dipenuhi oleh kegelisahan, maka besar kemungkinan orang tersebut menjadi sedih. Orang yang ( kondisi ) sedih, maka semangat hidupnya akan menurun dari waktu ke waktu.

Jika sudah tidak punya semangat hidup, maka akan menjalani hari-harinya dengan bermalas-malasan. Orang yang hidup dalam kemalasan rentan terlilit hutang. Jika sudah terlilit hutang, maka akan menjadi pengecut dan penakut.
Seorang yang dalam hidupnya menjadi pengecut dan penakut akan dengan mudah ditindas oleh orang lain.

[ .. ditindas, disetir, dikendalikan, dikuasai, diperas dan dijajah adalah akhir segalanya ]

Oleh sebab itu, Khotib menyampaikan bahwa Rosululloh Shallalloohu ‘Alaihi Wasallam ( SAW ) mengajarkan suatu doa ( du’a ) untuk umatnya dalam menjalani ujian hidup.
Doa tersebut berbunyi :
“ Alloohumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ajzi wal kasali, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli, wa a’uudzubika min gholabatid daini wa qohrir rijaal. ”

Artinya :
” Ya Allooh, aku berlindung padaMu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung padaMu dari sikap pengecut dan kikir, dan aku berlindung padaMu dari lilitan hutang dan penindasan orang. “

Jujur saja, doa tersebut sangat ‘ ngena ’ bagi saya pribadi yang sedang menjalani hidup yang penuh dengan ketidakpastian. Memang, doa merupakan upaya spiritual sebagai ciri seorang manusia. Ceramah pun dicukupkan dan dilanjutkan dengan doa. Selama pandemi Covid-19, maka ceramah Sholat Jum’at dibuat lebih padat, singkat dan jelas.

Semoga doa tersebut dapat menjadi penenang hati dalam menjalani hidup yang penuh ketidakpastian ini. Aamiiin

Cimahi, Minggu, 7 Februari 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan