banner 728x90

Mongolia : Bangsa Besar Yang Di-Tenggelamkan Eksistensinya !

Mongolia : Bangsa Besar Yang Di-Tenggelamkan Eksistensinya !

Merupakan kekaisaran terbesar yang wilayah kekuasaannya paling luas dalam catatan sejarah, membentang dari Korea hingga Ukraina dan dari dataran Siberia hingga dataran Cina Selatan dan merupakan kekaisaran yang dibentuk di atas dataran terbuka.
Pada abad ke 12 Masehi, sebelum kekaisaran Mongol terbentuk, padang rumput yang luas di Asia Timur merupakan rumah bagi berbagai macam suku Mongol yang terpencar dan pengembara Turk yang dipimpin oleh para Khan.

Orang-orang di sana menggembalakan domba, sapi, yak dan unta. Mereka hidup dalam tenda secara nomaden, berpindah-pindah antara musim panas dan musim semi. Wanita di kelompok tersebut mempunyai peranan penting. Mereka bertugas untuk mengatur setiap kegiatan perpindahan, bertanggung jawab atas ternak dan mengatur kegiatan perdagangan. Sementara itu, para lelaki bertugas untuk menangani persenjataan.

[ Mereka bangsa peternak, agraris murni ]

Kelompok-kelompok nomaden ini sering saling berkelahi satu sama lain. Hal tersebut berubah di bawah kepemimpinan Temujin, seorang Mongol yang lahir dalam keluarga Bangsawan. Meski kehilangan ayahnya di usia muda dan tumbuh dalam kemiskinan, ia cepat berkuasa dengan membuat peresekutuan dengan pemimpin kelompok lain.

[ Tidak ada fasilitas dan kemiskinan tidak dapat menghambat untuk maju ]

Tidak seperti para Khan pada umumnya, Temujin mengangkat prajurit berdasarkan prestasi dan membagikan rampasan perang secara adil. Tindakannya yang paling brilian adalah dengan menyebar para tahanan perang dari kelompok nomaden yang dia taklukan dan menjadikan mereka pasukannya. Hal ini dilakukan agar mereka tidak bisa bersekutu untuk menggulingkannya.

Inovasi yang dilakukannya membuatnya tidak terkalahkan. Pada 1206, ia telah menyatukan para kaum nomaden di dataran Mongol dan menjadi Genghis Khan. Nama Genghis Khan artinya Raja Semesta. Kaum Mongol merupakan Syamanis, mereka percaya bahwa roh-roh alam dan leluhur mereka menempati dunia sekitar mereka. Leluhur yang paling berkuasa dan paling dipuja adalah Tenggeri sang Dewa Langit.

Genghis Khan mempercayai bahwa Tenggeri mengamanatinya untuk menaklukan dunia dalam namanya. Dengan bersatunya kaum nomaden di dataran Mongol, hal ini terlihat memungkinkan. Siapapun yang menentang Genghis Khan dan para Mongol artinya menentang kehendak Tenggeri dan oleh sebab itu, maka mereka yang menentang harus dihukum mati.

Di bawah pimpinan Genghis Khan, para Mongol menaklukan Tiongkok dan negeri-negeri Islam di Timur.
Setelah kematiannya pada 1227, mandat suci untuk menaklukan dunia diserahkan kepada keluarganya, utamanya pada keturunannya yang dianggap mempunyai garis keturunan emas.

Pada 1230-an, para putra dan putri Genghis Khan menaklukan Turki, Asia Tengah dan Kekaisaran Rusia. Tidak berhenti disitu, mereka mengalahkan dua pasukan Eropa pada tahun 1241.

Pada 1250-an, kelompok ini menaklukan teritori Islam ( Daulah Islamiyyah) hingga sampai ke Baghdad. Sementara di Timur, kekuasaan mereka mencapai selatan Tiongkok pada 1279.

[ Luar biasa !
Mereka bisa taklukan Tiongkok/China, Daulah Islamiyyah, Rusia dan Eropa ]

Kehidupan di dalam Kekaisaran Mongol tidak melulu berurusan dengan perang, menjarah dan penghancuran. Ketika Mongolia menaklukan suatu wilayah, mereka tidak menyentuh politik internal dan mengandalkan pemimpin atau tokoh lokal untuk memimpin di daerahnya.
Para Mongol membiarkan semua agama berkembang di daerah kekuasaanya selama mereka didoakan.

Meskipun para Mongol rutin menangkap seniman, akademisi dan insinyur, tapi mereka menghargai keahlian para spesialis tersebut dan memaksa mereka untuk menetap di seluruh Asia Timur untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Barang paling berharga yang diproduksi oleh Kekaisaran Mongol adalah kain brokat emas.
Produk tersebut dibuat dengan mengambil sutra Tiongkok, emas dari Tibet dan mengandalkan penenun dari Baghdad.

[ Kolaborasi tiga kekuatan dunia : Tiongkok – Tibet – Baghdad ]

Para pemimpin Mongol mengenakan brokat emas, selain itu brokat emas tersebut juga digunakan untuk melapisi kuda mereka dan menghiasi tenda mereka. Orang-orang Mongol sangat menghargai para teknisi bubuk mesiu dari Tiongkok.

Dengan bersatunya Eurasia secara politik di bawah Kekaisaran Mongol, perdagangan berkembang di Jalur Sutera. Perdagangan yang kuat bangsa Mongol berlanjut di laut, terutama dalam transaksi porselen biru dan porselen putih, menggabungkan tembikar putih Mongol – Tiongkok dan pewarna biru dari Iran.

Sayangya, hal ini tidak bertahan lama.
Suksesi Khan yang hebat tidak serta merta menyerahkan tampuk kepemimpinan ke Putera Tertua, namun memperbolehkan saudara laki-laki, paman dan sepupu untuk bersaing memperebutkan kepemimpinan.
Para janda senior bertugas sebagai pengawas anak-anak mereka.

Pada 1260-an, keturunan Genghis Khan terlibat dalam ‘ perang saudara ‘ skala besar untuk memperebutkan warisan Kekaisaran Genghis Khan. Hal ini memecah Kekaisaran Mongol menjadi empat kekuasaan terpisah.

Di Tiongkok,
Dinasti Yuan yang dipimpin Kubilai Khan dikenang sebagai masa ke-Emas-an bagi ilmu pengetahuan dan budaya.
Di Iran,
Ilkhanat meresmikan perkembangan arsitektur monumental baru dan lukisan miniatur Persia.
Di Asia Tengah,
Chagatai Khanat menghasilkan pemimpin seperti Timur dan keturunannya, Babur yang mendirikan kerajaan Mughal di India.
Di Eropa Timur,
keturunan Genghis Khan dengan jalur keturunan emas memerintah selama bertahun-tahun hingga sebuah perusahaan dagang
‘ Muscovy ‘ tumbuh menjadi kekuatan utama di dunia.

Meskipun Kekaisaran ini tidak berumur panjang, para Mongol meninggalkan warisan dominasi dunia yang masih tidak tersaingi hingga hari ini.

[ Sama halnya dengan ‘ Kekaisaran ‘ Sunda yang begitu besar pada awalnya, hari ini tenggelam dan eksistensinya ditenggelamkan juga oleh para penguasa di Indonesia ]

Cimahi, Kamis, 4 Februari 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan