banner 728x90

Al Capone ‘ The God Father ‘ Sang Gangster !

Al Capone ‘ The God Father ‘ Sang Gangster !

Al Capone merupakan salah satu ‘ gangster ’ yang paling dikenal dalam sejarah, menduduki peringkat pertama dalam kategori sindikat kriminal berencana. Ketika ketuanya akhirnya tertangkap, tindak kejahatan yang diadili paling utama adalah perihal ‘ tax evasion ’ atau penghindaran pajak.

Organisasi tersebut menghasilkan hampir 100 juta/tahun di masa jayanya atau bernilai sekitar 1,4 miliar dollar dalam hitungan sekarang. Perolehan tersebut mereka dapatkan dari perjudian ilegal, pembajakan, pelacuran dan pemerasan yang kemudian menjadi bukti dari tindak kejahatannya.

Anehnya, uang yang sebanyak itu tidak pernah ditemukan dimanapun. Capone dan koleganya menyembunyikan uang tersebut melalui investasi di berbagai lini bisnis yang kepemilikan aslinya tidak dapat dibuktikan, salah satunya adalah perusahaan laundry ( pencucian ) dengan sistem pembayaran tunai. BIsnis laundry tersebut adalah asal muasal dari kegiatan yang sekarang dikenal dengan nama ‘ money laundry ’ atau pencucian uang.

Pencucian uang merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan suatu proses menyembunyikan hasil kekayaan yang didapat dari tindak pidana, lalu membuatnya bisa digunakan secara legal. Capone, bukanlah pencuci uang pertama di dunia. Faktanya, praktik ini telah berlangsung sejak lama. Ada pedagang menyembunyikan kekayaannya dari penagih pajak. Ada pula bajak laut yang menjual hasil rampasannya secara sembunyi-sembunyi, tanpa menarik perhatian siapapun sembari berupaya agar tidak ketahuan dari mana mereka memperoleh hasil rampasannya.

Di dunia yang kita tinggali sa’at ini, metode pencucian uang menjadi jauh lebih beragam. Dengan adanya mata uang virtual seperti ‘ bitcoin ‘, perbankan lepas pantai, darknet dan pasar global, kasusnya menjadi semakin kompleks. Meskipun metode pencucian uang dunia moderen mempunyai cara dan metode yang berbeda-beda, tapi umumnya kegiatan pencucian uang dilakukan melalui tiga tahapan yaitu penempatan, pelapisan dan integrasi.

Penempatan, merupakan tahap ketika uang ilegal diubah menjadi aset yang seolah-olah sah.
Biasanya hal ini dilakukan dengan menyimpan deposit di dalam bank yang terdaftar atas nama perusahaan anonim atau seorang perantara profesional. Tahapan ini merupakan tahapan yang paling beresiko untuk dideteksi, sebab mereka memasukan jumlah kekayaan yang masif ke dalam sistem keuangan yang asal usulnya tidak diketahui.

Tahapan kedua, pelapisan, melibatkan transaksi berlapis untuk menjauhkan uang dari asal usulnya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara transfer antara beberapa rekening bank atau melalui pembelian atas properti jual-beli seperti mobil mewah, karya seni dan perumahan.
Kasino, tempat terjadinya perputaran uang secara cepat, juga merupakan tempat paling populer untuk melakukan tahap pelapisan. Para pencuci uang bisa saja bertaruh secara terbuka di jaringan kasino yang ada di berbagai belahan dunia atau bersekongkol dengan karyawan kasino untuk mencurangi permainan.

Tahapan akhir dari proses pencucian uang adalah integrasi,
yaitu bagaimana uang dimasukan kembali ke perekonomian normal agar bisa memberikan keuntungan bagi para kriminal pencuci uang. Pelaku bisa menanamkan modal ke bisnis yang sah, menuntut pembayaran dengan membuat tagihan palsu atau bahkan membuat yayasan amal palsu dengan menempatkan diri mereka ( pencuci uang ) di kursi direktur dengan gaji selangit.

[ barangkali inilah penyebab ambruknya babgsa Indonesia sejak era Soeharto karena begitu banyak dana/uang asing masuk ke NKRI dengan menjamurnya pendirian bank dan investasi ]

Pencucian uang sendiri, tidak tercatat sebagai tindak pidana sipil di Amerika Serikat hingga tahun 1986. Sebelum itu, pemerintah butuh tindakan kriminal yang terkait, seperti penghindaran pajak untuk menangani kasus pencucian uang.
Dari tahun 1986, mereka dapat menyita kekayaan hanya dengan menunjukkan bahwa ada tindak penyembunyian yang berpengaruh positif dengan pengusutan atas jaringan kriminal berbahaya seperti pengedar narkoba.

[ bagaimana dengan ribuan triliun dana mangkir di Swiss Bank milik atas nama para pengusaha dan penguasa Orde Baru ? ]

Bagaimanapun, pergeseran hukum telah menimbulkan kekhawatiran baru yang melibatkan privasi dari pengawasan pemerintah. Hari ini, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pemerintah nasional dan berbagai organisasi nirlaba ( NGO ) berupaya untuk memberantas tindak pencucian uang.
Namun, kenyataanya tindak pidana ini masih berperan besar dalam kejahatan global. Bahkan beberapa pencucian uang yang besar bukan lagi hanya melibatkan individu pribadi, namun instansi keuangan yang besar dan pejabat pemerintah.

Tidak ada yang tahu, seberapa besar total uang yang telah dicuci selama setahun, namun beberapa organisasi memperkirakan nilainya mencapai ratusan miliar dolar. Dan hal tersebut masih menjadi misteri sampai hari ini.

[ apakah selama ini pembangunan negara Indonesia hasil investasi dari pencucian uang global lewal World Bank ? ]

Cimahi, Selasa, 2 Februari 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan