banner 728x90

Belajar dan Praktek di Masa Pandemi Ala Mahasiswa. Apakah Berhasil ?

Belajar dan Praktek di Masa Pandemi Ala Mahasiswa. Apakah Berhasil ?

Sa’at ini, dunia masih terkepung dengan corona virus desease 2019. Terutama di Indonesia yang saat ini menyentuh angka kasus sebanyak lebih 1 juta. Semua kegiatan berjalan secara work from home termasuk belajar.

Sudah hampir satu tahun pelajar dan mahasiswa di Indonesia harus belajar di rumah atau belajar secara daring alias dalam jaringan. Banyak orang tua yang mengeluh akan belajar secara daring dan banyak juga mahasiswa yang sudah terlalu capek belajar secara daring dan rindu akan dunia kampus.

Lalu, apakah belajar di masa pandemi berjalan efektif ?

Mari kita belajar dari negara Finlandia. Pendidikan di Finlandia di klaim merupakan sistem pendidikan terbaik di dunia. Sejak hasil ujian internasional program penilaian pelajar internasional yang keluar tahun 2000, dimana Finlandia mendapatkan perhatian khusus di seluruh dunia dengan sistem pendidikan terbaik.

Di Finlandia, anak-anak belajar bagaimana menjadi anak dengan cara bermain bersama hingga mengelola emosi. Sistem pendidikan di Finlandia mengadopsi (menerapkan) sistem belajar di ruang-ruangan.
Hampir separuh waktunya, pendidikan di Finlandia selalu diajak belajar di luar ruangan.

Sekarang, mari kita lihat bagaimana sistem pendidikan di Indonesia. Apalagi selama masa pandemi sa’at ini yang masih belum selesai.

Di Indonesia, terutama di masa pandemi sa’at ini sangat terlihat sekali bahwa sistem pendidikan di Indonesia belum siap mengadopsi belajar di luar ruangan. Hal ini dibuktikan dengan siswa yang belajar di rumah, masih banyak yang dikeluhkan oleh orang tua.

Mereka beralasan sibuk bekerja pada umumnya dan lebih cenderung selama di rumah, maka para pelajar Indonesia dibiarkan begitu saja sama orang tua yang seyogyanya harus menjadi guru di rumah.
Artinya, selama ini rumah tidak dijadikan sentra pendidikan. Harusnya sentra pendidikan terbentuk melalui peran orang tua yang mendidik anaknya. Sa’at ini, guru terbaik di rumah adalah orang tua. Namun, ketika di sekolah guru adalah orang tua kedua pelajar.

Bisa dikatakan, hampir seluruh masyarakat Indonesia beranggapan bahwa seharusnya mendidik adalah tugas seorang guru dan dilaksanakan di institusi pendidikan seperti sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Atau bahkan di serahkan ke lembaga pendidikan seperti lembaga bimbingan belajar dan lain-lain.

Ini adalah salah satu penyebab bahwa pendidikan di Indonesia belum mengalami kemajuan yang signifikan. Harusnya, masyarakat Indonesia belajar dari negara yang sudah memiliki sistem pendidikan yang lebuh maju seperti Finlandia.
Sesuai dengan tema hari Pendidikan Nasional 2020 saat itu yakni “belajar dari covid-19”.

Bahkan, selama pengamatan saya sa’at ini masyarakat tidak pernah belajar dari negara dengan sistem pendidikan yang lebih maju. Mereka hanya mengandalkan guru dan institusi pendidikan.
Jika ada hal yang salah menurut orang tua seperti banyaknya tugas dan sebagainya lagi-lagi guru yang di salahkan.
Jika sudah seperti ini, artinya menambah kejelasan bahwa hampir seluruh masyarakat tidak pernah belajar dengan sistem pendidikan nasional yang sudah maju.

Sekarang mari kita lihat dari sistem pendidikan ala kampus di Indonesia.

Sa’at ini, mahasiswa di seluruh Indonesia juga diwajibkan untuk belajar secara daring walaupun dengan kondisi SPP yang tidak turun biayanya dan cenderung memberatkan kedua orang tua mahasiswa. Bagi mahasiswa yang di Politeknik, akan menjadi suatu permasalahan yakni tidak maksimalnya hardskill yang harusnya mereka peroleh dengan praktek di lapangan.

Sekarang, praktek di lapangan cenderung dilakukan secara online. Oleh karena itu ini bisa saja menjadi opsi yang sulit. Namun, di sisi lain jika dilakukan praktek lapangan secara offline, maka jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, maka sudah bukan menjadi tanggung jawab dari kampus mahasiswa tersebut.

Apalagi, sa’at ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menerapkan sistem kampus merdeka.
Sistem kampus merdeka memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil dan bisa menguasai dunia kerja dengan baik. Sekalipun masih bertahap. Sekalipun juga di masa pandemi.

Sistem kampus merdeka, harusnya diterapkan secara offline. Dengan demikian seorang mahasiswa akan merasa lebih kesulitan jika diterapkan secara online. Banyak mahasiswa yang mengeluh akan belajar secara online.
Mereka banyak beranggapan bahwa dengan sistem belajar secara online, mahasiswa tidak akan belajar dengan maksimal. Apalagi mahasiswa di Politeknik yang sejatinya harus turun ke lapangan untuk menambah nilai hardskill.

Ini adalah opsi yang sulit di masa pandemi seperti sekarang. Semoga saja pandemi segera berakhir dan pendidikan di Indonesia kembali normal seperti sedia kala.

Bandung, Senin 1 Februari 2021

Manda CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan