banner 728x90

Pialang Saham !

Pialang Saham !

Setiap hari, miliaran saham diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Namun, dengan lebih dari 430.000 perusahaan terdaftar di bursa saham dunia, bagaimana para investor menentukan dan memutuskan saham mana yang akan dibeli ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, penting kiranya untuk pertama-tama memahami apa itu saham, serta apa tujuan individu dan institusi berinvestasi di saham. Saham adalah sebagian kepemilikan atas sebuah perusahaan. Jadi, dengan membeli saham, investor membeli bagian kesuksesan perusahaan atau kegagalan perusahaan yang diukur dari keuntungan perusahaan.

[ Hal ini pernah terjadi kali pertama, di Nusantara :
VOC Belanda merupakan perusahaan multi-nasional yang ‘ saham ‘ kepemilikannnya oleh beberapa negara selain Belanda ]

Harga saham ditentukan oleh jumlah para pembeli dan penjual yang memperdagangkannya.
Jika pembeli lebih banyak dari penjual, maka harga akan meningkat dan begitupun sebaliknya. Oleh sebab itu, harga pasar sebuah saham menunjukan apa yang diyakini pembeli dan penjual atas saham dan nilai perusahaan itu sendiri.

Hal tersebut membuat harga saham sangat fluktuatif (turun naik) dan bisa berubah drastis berdasarkan kepercayaan investor atas potensi perusahaan tersebut. Utamanya kepercayaan atas perusahaan untuk meningkatkan keuntungan, meskipun pada sa’at perusahaan belum menguntungkan.

Investor ingin menghasilkan uang dengan membeli saham yang nilainya meningkat seiring berjalannya waktu. Beberapa investor hanya ingin uangnya tumbuh lebih cepat daripada penurunan nilai akibat inflasi.

Investor lain ingin
“ mengalahkan pasar ” yang artinya menumbuhkan uang mereka lebih cepat daripada performa kumulatif semua saham perusahaan. Gagasan “ mengalahkan pasar ” ini adalah sumber perdebatan para investor. Bahkan, investor terpercah menjadi dua kubu karenanya.

Investor aktif percaya bahwa mereka dapat mengalahkan pasar dengan memilih saham tertentu secara strategis dan mengatur waktu dagangnya (trading). Sedangkan investor pasif percaya bahwa biasanya tidak mungkin mengalahkan pasar, sehingga mereka tidak melakukan pemilihan saham.

Frasa “ mengalahkan pasar ” biasanya mengacu pada memperoleh keuntungan dari investasi yang melampaui indeks Standard & Poor 500 (S&P 500).
S&P 500 adalah ukuran performa rata-rata dari 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat yang diukur dari penilaian perusahaan. Artinya, perusahaan dengan nilai pasar lebih tinggi memiliki efek lebih besar di S&P. Sekali lagi, nilai pasar berhubungan dengan kepercayaan investor atas nilai perusahaan daripada keuntungan sebenarnya.

S&P tidak secara langsung menunjukan pasar secara keseluruhan, karena banyak saham kecil dan menengah dapat berfluktuasi mengikuti pola yang berbeda-beda. Meski begitu, tetap saja indeks S&P merupakan perwakilan yang bagus dari seluruh pasar.

Sering kali dikatakan bahwa “ pasar saham tak ubahnya seperti mesin pemilihan jangka pendek, dan mesin ukur jangka panjang. ” Artinya, fluktuasi jangka pendek di bursa saham menunjukan opini publik, tetapi dalam jangka panjang mereka cenderung mewakili keuntungan perusahaan.

Investor aktif ingin memanfa’atkan aspek jangka pendek dari “ mesin pemilihan ” pasar.
Mereka percaya pasar memiliki inefisiensi, diantaranya :

  1. Harga saham sewaktu-waktu dapat melebihi nilai beberapa perusahaan
  2. Menilai terlalu rendah beberapa saham
  3. Tidak mewakili perkembangan yang mempengaruhi pasar

Investor aktif ingin memanfa’atkan inefisiensi ini dengan membeli saham yang dianggap bernilai terlalu rendah. Untuk mengenali saham bernilai rendah, maka mereka bisa jadi menyelidiki operasi bisnis sebuah perusahaan, menganalisa laporan keuangannya, mengamati tren harga atau menggunakan algoritma.

[ Sayang sekali alam perusahaan di Indonesia tidak memberikan keterbukaan apapun tentang suatu perusahaan.
Ingat !
Sekelas PT Freeport Indonesia saja sangat tertutup rapat sekali sejak 1967 sampai hari ini, MoU-nya publik tidak ada yang tahu ]

Di sisi lain, investor pasif menaruh kepercayaan mereka pada aspek “ mesin pengukur ” pasar jangka panjang. Mereka percaya, walaupun harga pasar menunjukan inefisiensi pada suatu waktu, inefisiensi itu akan menjadi seimbang seiring berjalannya waktu.

Jadi, jika mereka membeli pilihan saham yang mewakili persilangan pasar, maka mereka akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Hal ini biasanya dicapai lewat ‘ index fund ‘ yaitu kumpulan saham yang mewakili pasar yang lebih luas.
Indeks S&P 500 adalah salah satunya.
Tujuan dari keseluruhan ‘ Index fund ‘ adalah sama yaitu untuk menahan saham dalam jangka panjang dan mengabaikan fluktuasi jangka pendek.

Pada akhirnya, inventasi aktif maupun pasif tidak saling eksekusi yang akhirnya sama-sama juga. Banyak strategi investasi memiliki elemennya sendiri, contohnya dengan memilih saham secara aktif, tetapi menahannya untuk waktu lama seperti investasi pasif.

[ Inilah penyebab utama banyak orang Indonesia khususnya (para pelaku saham) hanya bertindak sebagai konsumen jual beli saham, tanpa bisa tahu sedikitpun tentang perusahaan itu ]

Terakhir, investasi itu jauh dari ilmu pasti, jika ada suatu metode yang sangat mudah semua orang akan melakukannya.

[ Sama halnya dengan seorang penjudi yang sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi sebelum dan sesudah permainan berlangsung.
Alam ghaib ! ]

Cimahi, Selasa, 26 Januari 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan