banner 728x90

Indonesia Sedang Menangis

Indonesia Sedang Menangis

Mungkin kata itu merupakan kata yang tepat untuk keadaan ‘ Bumi Pertiwi ‘ sa’at ini. Awal tahun 2021, Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 jurusan Jakarta – Pontianak dinyatakan hilang kontak 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno – Hatta Jakarta. Hingga sa’at ini, sudah 34 jenazah teridentifikasi oleh [ DVI ] Humas Polri.

Di hari yang sama, tepatnya hanya berselang 1 – 2 jam kemudian, Indonesia kembali dirundung duka. Kali ini datang dari saudara kita di Kabupaten Sumedang. Kejadian banjir dan tanah longsor membuat mereka kehilangan rumah dan keluarga. Kejadian yang berlangsung cepat dan terjadi longsoran susulan. Hingga kini, alhamdulillah sudah hampir keseluruhan korban diketemukan.
Total ada 40 orang di nyatakan meninggal dunia. Kemudian, berselang beberapa hari, Indonesia kembali di rundung duka. Banjir bandang Kalimantan Selatan yang merendam hingga 10 Kabupaten/Kota dengan pengungsi tembus hingga 100 ribu orang. Banjir yang kemungkinan diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan sebagian ahli mengatakan ini adalah akibat ulah rakusnya manusia tidak menjaga alam semestanya dengan sebaik mungkin.

Hutan di babat bersih hanya untuk di tambang dan menjadi perkebunan sawit. Kini sang ” paru-paru ” dunia tersebut sedang mengalami kondisi yang sangat tidak baik.

Sehari sebelumnya juga terjadi gempa bumi di Sulawesi Barat. Menurut Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi BMKG menyatakan gempa bumi ini merupakan gempa bumi yang aneh dan tak lazim. Karena seharusnya diikuti oleh beberapa gempa susulan. Tetapi hingga monitoring hari kedua pasca gempa baru terjadi 21 kali.

Selanjutnya, datang dari Yogyakarta dan Jawa Timur. Dua gunung berapi yang masih aktif kini sedang mengalami erupsi. Gunung merapi dikabarkan erupsi dan bahkan sa’at ini data terbaru sudah memuntahkan awan panas sebanyak 3 kali. Sedangkan di Jawa Timur ada Gunung Semeru yang merupakan Gunung tertinggi di Jawa sedang erupsi.

Dari kejadian-kejadian bencana tersebut sudah jelas menimbulkan kerugian yang banyak.

Apakah semua ini ada hubungannya dengan manusia ?

Itu jelas !

Masih ingatkah kejadian banjir yang terjadi di daerah Pasteur hingga Sukajadi Bandung yang biasanya belum pernah terjadi banjir hingga sebesar itu ?

Itu merupakan banjir yang bisa jadi diakibatkan oleh ulah manusia yang sedang berkuasa menguasai tanah lembang dan Tangkuban Parahu untuk mendapatkan
” cuan ” yang mereka inginkan. Bisa jadi juga karena faktor alam. Ini merupakan peringatan bagi kita untuk selalu menjaga alam kita sebagai manusia.

[ kerusakan yang sengaja para pengusaha dan masyarakat lakukan di wilayah Bandung Utara jadi penyebab banjir permanen ]

Namun, bencana yang diakibatkan oleh alam itu sendiri bisa jadi merupakan peringatan bagi kita untuk tidak egois menguasai alam. Mungkin saja sa’at ini alam sedang marah kepada kita.

Mari, kita kembali jaga alam kita. Bercocok tanam dan menjaga hutan untuk kelestarian dan kepentingan kehidupan anak cucu kita nantinya.

[ bercocok tanam yang tidak merusak ekosistem tanah dan lingkungan ]

Bandung, Rabu, 20 Januari 2021

Manda CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan