banner 728x90

Dedikasi Tina Cai : Kelas Komunikasi via Zoom

Dedikasi Tina Cai : Kelas Komunikasi via Zoom

Komunikasi,
kita sebagai manusia sudah terbiasa untuk berkomunikasi, ya kan ? Atau itulah setidaknya yang saya ketahui. Komunikasi tidak melulu tentang kata-kata, toh tulisan tangan di kertas, gambar di gua manusia purba bahkan diamnya (bahasa tubuh/isyarat) seseorang adalah suatu bentuk komunikasi.

Sebagaimana cabang ilmu lain yang ada di bumi, segala sesuatu bisa dipelajari, termasuk komunikasi.
Pada tanggal 15 Januari 2021, saya berkesempatan mempelajari tentang skill komunikasi melalui aplikasi zoom.

Tina Cai, seorang Insurance Consultant menjadi mentor/tutor dalam kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian Tina Cai dengan membagikan pengalaman beliau terkait komunikasi, terutama komunikasi bisnis yang dialami beliau selama berkecimpung di industri asuransi.

Dalam sambutannya sebelum kelas dimulai, Tina menceritakan bahwa beliau suka mengajar bahkan sudah masuk ke hobi. Beliau ingin memberikan manfa’at kepada para murid yang belajar kepadanya. Sebagian besar materi yang beliau ajarkan berasal dari keahlian dan pengalaman pribadi yang sudah dialaminya. Selain mengajar tentang komunikasi, Tina Cai juga mengajar kelas Mandarin secara daring menggunakan aplikasi Zoom, gratis.

“ Saya kalau kasi training atau mengajar selalu punya keinginan agar materi yang saya ajarkan bisa tersampaikan dengan baik dan dapat bermanfaat bagi yang mempelajarinya, ” ujar Tina.

Tina mengawali pemaparan materi dengan mendefinisikan komunikasi sebagai kegiatan bagaimana kita menyampaikan pesan ke pihak lain, agar pihak lain (yang kita ajak berkomunikasi) dapat mendapatkan pesan yang kita sampaikan dan mereka mengerti pesan yang kita sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Lebih jauh, komunikasi merupakan seni menempatkan diri dan menyampaikan pesan di waktu yang tepat.

Komunikasi berdasarkan jenisnya terbagi menjadi komunikasi verbal dan non verbal. Ada hal menarik, ternyata berdasarkan efektifitasnya, komunikasi verbal atau kata-kata hanya berkontribusi 7 %.
Sisanya, komunikasi non verbal 93 % lebih efektif dalam menyampaikan pesan kita dalam berkomunikasi. Maka dari itu, dalam berkomunikasi, penting bagi kita untuk peka dalam membaca komunikasi non verbal yang dilakukan oleh lawan bicara kita.

[ itu sebabnya manusia sangat butuh berinteraksi langsung berupa tatap muka walau hanya sekedar bertemu fisik belaka tanpa kata-kata, maka nonton film/sinetron/drama termasuk dongeng lebih banyak manusia dengarkan ]

Sebelum kita menjadi komunikator yang handal, tahap pertama adalah harus menjadi pendengar dan observer (pengamat) yang baik. Menjadi pendengar yang baik artinya kita fokus dan memberikan perhatian penuh. Selain itu, kita juga harus berpikiran terbuka (tidak menghakimi) karena tidak semua orang satu pandangan dan satu frekuensi dengan kita.

Mengapa komunikasi merupakan hal yang penting ?

Karena komunikasi mempunyai tujuan-tujuan tertentu, orang berkomunikasi untuk menyampaikan pesan agar pesan tersebut dimengerti dan pihak lain tersebut bisa mengambil tindakan sesuai dengan yang diinginkan oleh penyampai pesan. Secara umum, komunikasi biasa dilakukan untuk membujuk, mempengaruhi, menginformasikan/mensosialisasikan, menginspirasi dan menghibur.

Pada dasarnya semua orang bisa menjadi komunikator yang baik, sayangnya terdapat beberapa hambatan dalam berkomunikasi. Masalah yang paling utama adalah kurang percaya diri. Ini harus diselesaikan sendiri dengan ‘ self discovery ‘.
Kita harus tahu, apa yang membuat kita kurang percaya diri, entah dari mindset kita, trauma masa lalu dan persepsi kita terhadap diri kita.

Tina menjelaskan, ada 6 tips untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, yaitu :

  1. Jadilah pendengar yang baik/active listening (L)
  2. Pahami dengan siapa kita berkomunikasi, untuk itu kita harus mempunyai empati (E)
  3. Menunjukan bahasa tubuh yang baik (B)
  4. Reflektif,
    yakni menanyakan kembali dan memparafrasekan pesan yang disampaikan (R)
  5. Ketahui waktu dan tempat yang tepat untuk berbicara (W)
  6. Buat orang lain merasa PENTING dan lakukan itu dengan TULUS (PT)

Tina menyingkat 6 tips tersebut dengan istilah LEmBaR Waktu PT.

Setelah sesi pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan sharing. Masing-masing peserta kegiatan diminta untuk menceritakan pengalaman mereka dalam berkomunikasi. Peserta kegiatan tersebut cukup beragam dan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Mereka adalah pegawai bank, pengusaha toko kue, pengusaha di bidang IT, mahasiswa tingkat akhir dan ibu rumah tangga yang berasal dari Yogyakarta, Bandung, Pontianak, Medan dan Banjarmasin.

Dalam sesi sharing, ada yang menceritakan tentang komunikasi dalam curhat. Tina menjelaskan, ada beberapa alasan kenapa orang curhat. Ada yang hanya ingin didengar, ada pula yang meminta pembenaran atas pilihan dan keputusan yang dia ambil, tidak semua orang ingin meminta pandangan kita.

Ada juga yang meminta saran, maka dari itu penting bagi kita untuk bisa mengobservasi dengan baik agar bisa mengerti pesan apa yang ingin disampaikan. Lebih jauh agar kita bisa menentukan tindakan yang tepat dalam menanggapi lawan bicara kita.

Ada pula yang bertanya tentang bagaimana membuat pihak yang kita ajak komunikasi merasa penting. Tina menyarankan agar memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan dan dianggap penting. Secara umum, hampir semua orang ingin diperlukan dengan baik bagaikan raja.

[ Islam mengajarkan bahwa semua manusia/individu/pribadi adalah pemimpin, kullukum roo’in ]

Pembelajaran ini cukup menarik, dan sesi diakhiri dengan quotes dari Anthony Robbins,
“ Cara kita berkomunikasi dengan orang lain dan diri sendiri pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup kita. ”

Cimahi, Sabtu, 16 Januari 2021

Rizal Ul Fikri

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan