banner 728x90

Plastik : Penyumbang Polusi di Laut dan Perubahan Iklim !

Plastik : Penyumbang Polusi di Laut dan Perubahan Iklim !

Beberapa tahun yang lalu, seorang karyawan yang cukup visioner dari Bacardi Ltd. menyadari bahwa mereka memiliki masalah. Konsumen semakin lama semakin muak dengan plastik yang berbasis minyak bumi.

Plastik tersebut berkontibusi terhadap polusi di laut dan perubahan iklim. Dan itulah plastik yang digunakan perusahaan Bacardi dalam menjual 80 juta botol minuman keras setiap tahun.

Apakah mungkin, untuk memproduksi botol dengan material yang tidak berbahaya bagi lingkungan ?

Tetapi tidak berbahaya juga bagi merek perusahaan ?

Sekarang mereka mempunyai jawabannnya. Pada tahun 2023, Bacardi akan mulai menggunakan botol yang dibuat dengan bioplastic baru bernama Nodax PHA.
Tidak seperti botol mereka yang terdahulu, botol baru ini akan terurai di tumpukan kompos, tempat pembuangan sampah khusus dan bahkan laut.
Ini merupakan inovasi dan prestasi yang mengesankan. Sayangnya, ini bukanlah
“ palu gada ” yang bisa menyelesaikan masalah begitu saja.
Faktanya, proyek baru ini menunjukan betapa sulitnya menyelesaikan permasalahan plastik dunia.

Bacardi mulai serius memikirkan masalah ini sejak pertengahan 2010 silam, sejalan dengan opini publik global yang mulai terpaku pada masalah plastik di lautan. Jenis botol plastik yang menampung minuman keras Bacardi sebenarnya dapat didaur ulang dengan kecepatan yang sangat tinggi di Norwegia.

Jika diakumulasikan, tingkat daur ulang botol Bacardi di Norwegia mencapai 97 %. Permasalahannya adalah sangat sedikit tempat yang mampu mencapai tingkat daur ulang botol plastik seperti Norwegia.
Di Amerika Serikat, tingkat daur ulangnya hanya mencapai 27 %. Artinya sebagian besar sampah tersebut berakhir di tempat pembuangan sampah dan mungkin laut.

Sebagai solusinya, Bacardi bekerja sama dengan Danimer Scientific, pengembang Nodax PHA untuk membuat wadah baru yang (secara teori) dapat terurai dengan sendirinya. Hasil dari kerja sama ini adalah sesuatu yang disebut Bacardi sebagai
“ botol minuman beralkohol paling ramah lingkungan di dunia ”.

Botol bekas yang terbuat dari plastic berbasis minyak bumi membutuhkan 400 tahun untuk terurai. Sedangkan botol yang dibuat menggunakan Nodax PHA akan membusuk dan terurai dalam waktu 18 bulan, syaratnya harus dibuang ke lingkungan yang terdapat aktivitas mikroba, seperti tempat pengomposan, tempat pembuangan sampah khusus dengan pemulihan energi atau badan air.

Nah, disitulah solusi yang nampak efektif ini mengalami kendala.
Pada 2017, hanya sekitar 5 juta rumah tangga di Amerika Serikat yang memiliki akses pengomposan tepi jalan. Hal ini berkaitan dengan tingginya biaya pembangunan fasilitas yang diperlukan dan keengganan banyak orang Amerika untuk membuat kompos.

Bridget Croke, direktur pengelola Closed Loop Partners, sebuah perusahaan investasi yang berfokus pada proyek sustainable (berkelanjutan), memperkirakan bahwa sistem pengomposan nasional Amerika baru dapat tersedia dalam lima hingga sepuluh tahun itupun jika tidak ada pelanggaran aturan dan pelanggaran hak asasi.

[ Faktanya hampir seluruh perusahaan apapun senantiasa sengaja melakukan pelanggaran atas nama efisiensi untuk dapat keuntungan sebesar-besarnya ]

Sayangnya, hal ini sangat berpotensi berbenturan dengan peraturan terkait larangan nasional atas limbah makanan di tempat pembuangan sampah.

Jika tidak menjadi kompos, banyak botol biodegradable (mudah terurai) akan berakhir di tempat sampah daur ulang biasa. Hal ini tentu akan menjadi masalah. Jika berbagai jenis plastik yang berbeda beraksi selama proses daur ulang, misalnya Nodax PHA dicampur bersama botol plastik bekas berbahan dasar petrokimia, hasilnya akan menjadi campuran dengan nilai ekonomi yang rendah dan penurunan nilai dalam tingkat daur ulang botol plastik.

Pilihan lainnya mungkin membuat tempat sampah biasa seperti pada umumnya, namun dilengkapi dengan fasilitas yang bisa mendegradasi sampah bioplastic. Sayangnya, hanya sedikit orang Amerika yang memiliki akses ke tempat pembuangan sampah yang dilengkapi fasilitas yang menjamin bioplastik termasuk botol biodegradable terdegradasi.

[ apalagi masyarakat Indonesia yang sangat sulit untuk disiplin ]

Pilihan lain yang tersisa adalah membuang botol ramah lingkungan ini ke laut. Itu sama sekali bukan pilihan, bahkan jika botol tersebut pada akhirnya akan hancur.
“ Saya tidak berpikir kami ingin mulai mendesain sampah ” ujar Croke.

Bacardi sadar, bahwa krisis plastik tidak bisa diselesaikan sendiri (single fighter). Maka dari itu, Bacardi ingin menawarkan botol barunya kepada pesaingnya dengan sistem open source, harapannya botol biodegradable yang dibuat dengan Nodax PHA dapat menjadi standar yang diadopsi secara luas. Mereka juga berencana untuk mengedukasi konsumen tentang metode pembuangan yang tepat.

Kedua langkah tersebut mungkin akan membantu. Namun pada akhirnya, jika tidak didukung dengan infrastruktur yang sesuai untuk mengelola botol-botol baru tersebut, bisa saja botol-botol tersebut menjadi aliran limbah baru.

Fakta tersebut seharunya dapat memicu pemikiran baru tentang penanganan polusi plastik sejak awal. Jika merek seperti Bacardi ingin mengurangi limbah plastik, maka mereka seharusnya, suka tidak suka harus membantu membangun fasilitas yang diperlukan untuk mengelolanya.

Pada bulan November 2020, Closed Loops Partners mengumumkan pinjaman $ 2,6 juta ke Kota Broken Arrow, Oklahoma untuk memperoleh kendaraan pengumpul daur ulang dan peralatan lain yang akan membantu mencegah plastik, terutama yang mempunyai nilai jual keluar dari tempat pembuangan sampah.
Ini adalah bagian dari kolaborasi yang lebih luas dengan organisasi nirlaba, kelompok perdagangan dan Pemerintah Daerah yang dimaksudkan untuk mendorong program daur ulang yang dikelola komunitas.

Kemitraan semacam itu tidak akan menghasilkan banyak headline berita atau hasil yang mencolok. Tetapi itu adalah cara terbaik untuk meletakan dasar bagi masa depan yang diharapkan menghasilkan jauh lebih sedikit sampah plastik.
Bagi Bacardi dan produsen botol plastik lainnya, itu akan menjadi hasil yang layak untuk diusahakan.

Cimahi, Rabu, 9 Desember 2020

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan