banner 728x90

Pensiun Tertunda : Tahun 2017 Menuju 2020 !

Pensiun Tertunda : Tahun 2017 Menuju 2020 !

Tahun 2017
Setelah berjuang keras dan berdarah-darah mulai dari membuat proposal pengajuan permohonan minta 20.000 pohon yang terdiri dari pohon jati, gaharu dan buah-buahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada tahun 2017, ternyata permasalahan sudah siap menghadang.

[ perkiraan awal bahwa pemerintahan provinsi Jawa Barat dan kota/kabupaten Cimahi dan Bandung akan mempermudah dan memfasilitasi ternyata hanya impian belaka ]

Kami, Citizen Journalism Interdependen, telah secara resmi mengajukan permohonan dan izin kepada Gubernur Jawa Barat Aher supaya bisa menanam ribuan pohon di area bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Regional Leuwi Gajah Cimahi – Bandung Barat Jawa Barat tidak pernah direspon, apalagi memfasilitasi.
Ini membuktikan bahwa pemprov Jawa Barat tidak serius menangani permasalahan rusaknya lingkungan.

Begitu pemerintahan Provinsi Jawa Barat memberikan izin dan memfasilitasi CJI (atas nama komunitas pelajar dan mahasiswa) untuk menanami area mangkrak Leuwi Gajah, maka otomatis sedikit permasalahan yang menahun atas permasalahan rusaknya lingkungan terutama penghijauan bisa ada solusi.

Seharusnya pemerintah provinsi bersyukur dan mengapresiasi niat kuat dan gerak aksi nyata yang muncul atas inisiatif dari generasi muda, padahal pemerintah daerah dalam berbagai kesempatan yang diucapkan oleh para pejabat seringkali mengatakan bahwa pemuda adalah harapan bangsa penerus estafet kepemimpinan, katanya.

[ statement seperti ini harus dan wajib diuji, ceuk Urang Sunda mah ‘ bener teu ? ‘ ]

Masalah kedua pun muncul, kesulitan tempat untuk bisa mengumpulkan ratusan (ribuan, rencana) pelajar dan mahasiswa tidak mendapat izin dari Kodam 3 Siliwangi dalam hal Pangdam 3 Siliwangi menolak secara resmi pemberian izin Stadion Siliwangi untuk CJI pake bersama ratusan (ribuan) pelajar dan mahasiswa melakukan seremoni pemberian pohon, walau hanya untuk dua sampai tiga jam saja.
Alasannya cukup ‘ heroik ‘ yaitu Stadion Siliwangi sedang dipersiapkan untuk ulang tahun Kodam, cenah.
Begitu alasan staf dari Kodam 3 Siliwangi tersebut.

Jujur saja kami beserta ratusan dan ribuan pelajar dan mahasiswa sangat kecewa berat sekali.
Saya sempat ungkapkan langsung kekecewaan atas penolakan tersebut kepada seorang staf Kodam yang memberikan surat balasan sa’at kami datang mengambil surat ke markas Kodam.

[ kami sempat bicara dan berbincang ketika berkumpul, ‘ bener kitu TNI teh cinta NKRI dan lingkungan ‘ ? itulah ungkapan kekecewaan kami dalam obrolan ]

Kedua peristiwa ini ril terjadi pada tahun 2017.

Allooh Tuhan YME sangat berkuasa mengubah perjalanan nasib dan kehidupan manusia.

Bersamaan dengan kekecewaan itu, Allooh takdirkan terjadi penggantian Panglima Kodam 3 Siliwangi yang mengubah 360 % kondisi yang ada di Jawa Barat.
Sebelumnya program berbasis lingkungan yang terjadi di lingkungan teritorial Jawa Barat hanya berorientasi program belaka.

Mayor Jenderal TNI Doni Monardo menjadi Pangdam 3 Siliwangi dan membawa berkah bagi perbaikan lingkungan Jawa Barat, terutama Sungai Citarum.
Program Citarum Harum atas inisiatif Doni Monardo bergulir sejak akhir tahun 2017 sampai hari ini, bahkan sampai tahun 2024.

Kita du’akan semoga jerih payah dan jejak realistis nyata dari Kang Doni memberi kemaslahatan bagi dirinya, masyarakat dan percepatan perbaikan Tanah, Udara dan Air Sungai Citarum, aamiiin.

Setelah pergantian Pangdam 3 Siliwangi dan tongkat berada di tangan Kang Doni, Mayjen TNI Doni Monardo, maka terjadi perubahan yang sangat signifikan.

Perpres No 15 Tahun 2018 tentang percepatan Revitalisasi Sungai Citarum dan DASnya telah menempatkan :

Gubernur Jawa Barat sebagai Komandan Satuan Tugas (Dan Satgas) Program Citarum Harum.
Pangdam 3 Siliwangi sebagai Wakil Komandan (Wadan) Satgas bidang ekosistem.
Kapolda Jawa Barat sebagai Wakil Komandan (Wadan) Satgas bidang penegakan hukum, bersama
Kajati Jawa Barat.

Kekecewaan mendalam tahunan CJI dan hampir seluruh warga Jawa Barat terutama Urang Sunda atas kerusakan lingkungan yang masiv di Jawa Barat dan lelednya aparat pemerintahan terkait percepatan perbaikan, pemulihan dan penegakan hukum (yang berat) tidak pernah ditegakan sedikit terobati, walau hanya sementara sampai Perpres No 15 Tahun 2018 berakhir.

Apakah percepatan Revitalisasi dan perbaikan lingkungan ini bisa berjalan baik dan permanen ?

Atau hanya sebatas jalankan program seperti program-program sebelumnya ?

Hanya Pemprov Jawa Barat, Pangdam 3 Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, Kajati Jawa Barat dan Masyarakat Jawa Barat yang bisa jawab dan buktikan.

To be contin…

Bandung, Rabu, 25 November 2020

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan