banner 728x90

KomPePar, Kelompok Penggerak Pariwisata !

KomPePar, Kelompok Penggerak Pariwisata !

Dalam berkehidupan bermasyarakat, kemampuan untuk bekerja sama dan bersinergi merupakan kemampuan yang penting. Hal ini dikarenakan manusia merupakan makhluk yang penuh dengan keterbatasan, baik keterbatasan waktu, keterbatasan anggaran, keterbatasan tenaga (human power), keterbatasan ide, keterbatasan wewenang dan banyak keterbatasan lainnya.
Dengan bekerja sama, maka keterbatasan tersebut sedikit demi sedikit Insyaa Allooh dapat teratasi.

Kemampuan bekerja sama dapat dipelajari dengan masuk, mengikuti dan menjadi bagian dari organisasi.
Menurut James D. Mooney (1939),
” Organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Di organisasi, terdapat suatu sistem dan sesorang yang menjadi pimpinannya. Manfa’at organisasi dapat sangat beragam bagi kehidupan sosial seseorang. Di dalam organisasi, terdapat berbagai peluang dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Bertemu dengan berbagai jenis manusia dengan berbagai kepribadian, pola pikir dan ambisi dapat membuat sesorang paham bahwa seseorang dapat belajar dari kemampuan orang lain. Intinya, dengan berorganisasi seseorang bisa mengembangkan diri dan melatih kemampuan bekerja sama untuk menyelesaikan suatu permasalahan. “

Organisasi memegang peranan penting dalam bernegara, negara sendiri pada hakikatnya merupakan organisasi besar yang terdiri dari organisasi-organisasi yang mempunyai peranannya masing-masing. Tingkat organisasi terkecil dalam negara Indonesia adalah keluarga yang dipimpin oleh kepala keluarga.
Lalu ada RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota/ Kabupaten, Provinsi dan Negara dengan Presiden sebagai ketuanya/pemimpin tertinggi. Itu masih dalam ruang lingkup organisasi administratif pemerintahan.

Di level kecamatan, terdapat organisasi Kompepar kependekan Kelompok Penggerak Pariwisata. Kompepar adalah salah satu unsur masyarakat pariwisata yang berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam membangun dunia kepariwisataan.
Kompepar dibentuk berdasarkan ketentuan dan kebijakan pemerintah.

Dalam pengelolaan dan operasionalnya, Kompepar melibatkan potensi Sumber Daya Manusia (dalam hal ini masyarakat lokal) yang ada di kawasan pariwisata bersangkutan.
Masyarakat lokal dianggap lebih mengerti dan mengetahui permasalahan pariwisata dan dampak pariwisata di wilayahnya masing-masing.

Dasar hukum tentang pembentukan Kompepar tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 16 Tahun 2005 tentang Kebijakan Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata.

Adapun tujuan dari pembentukan Kompepar adalah :

  1. Meningkatkan peran serta pelaku usaha pariwisata dan masyarakat dalam menata pelayanan dan kebutuhan wisatawan di Objek dan Daya Tarik Wisata
  2. Meningkatkan jumlah arus kunjungan wisatawan
  3. Menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berwisata
  4. Meningkatkan sadar wisata dan sapta pesona bagi masyarakat di sekitar Objek dan Daya Tarik Wisata
  5. Memanfa’atkan dan meningkatkan potensi objek wisata dan peningkatan mutu pelayanan bagi wisatawan
  6. Menciptakan Wilayahnya sebagai daerah tujuan budaya dan wisata andalan.

Pada tanggal 18 November 2020, dilaksankan pemilihan Ketua Kompepar Kecamatan Cidadap. Pemilihan tersebut mengundang para pelaku pariwisata di Kecamatan Cidadap, dimoderatori oleh Mang Abidin, tokoh kepemudaan di Cidadap. Mang Utis, selaku Ketua Kompepar terdahulu juga hadir dalam pemilihan tersebut.
Beliau menceritakan tentang kendala-kendala yang dialami kala menjabat sebagai Ketua Kompepar, utamanya adalah permasalahan ‘ human power ‘.

Sebelum pelaksanaan pemilihan, Mang Abidin memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang hadir untuk memberikan masukan, termasuk tentang teknis pemilihan dan kandidat-kandidat yang akan bersaing. Hal ini dilakukan mengingat kondisi Kompepar Cidadap mandeg.

Sebelumnya, Muhammad Zaki Mubarrok dari Citizen Journalism Interdependen memberikan masukan, mengingat pandemi Covid-19 kemungkinan masih akan berlangsung lama (sampai tahun 2024 juga belum tentu), disarankan siapapun nanti ketua terpilih, bisa mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan dan ketahanan pangan di Cidadap. Lalu ada masukan lagi dari Nanang Irsan Ismail yang menyarankan agar nanti setelah ada yang terpilih, Kompepar Cidadap harus bisa menanggalkan ego sentris kewilayahan, agar bisa berkontribusi dan bersinergi dengan baik.

Akhirnya, disepakati sistem voting dan kadidat yang bersaing adalah Nanang Irsan Ismail dari Kelurahan Cidadap, Rosyid Somantri dari Kelurahan Hegarmanah dan Kamaludin dari Kelurahan Ledeng. Ketiga Calon dipersilakan untuk maju ke depan dan kertas pemilihan sudah mulai dibagikan.

Ada yang menarik, Muhammad Zaki Mubarrok meminta waktu ke moderator 3 – 5 menit untuk setiap kandidat menyampaikan visi misi.
Hal tersebut disetujui, alhasil para kandidat menyampaikan visi misi secara spontan di depan para pemilih.
Saya mengakui keberanian dan kemampuan para kandidat dapat menyusun konsep visi misi dalam keadaan mendadak/spontan, karena
berbicara di depan umum bukan hal yang mudah.

Yaa ada beberapa pihak yang menganggap berbicara itu mudah, tentu mudah jika hanya mengobrol asal, tapi untuk berbicara di depan umum secara spontan dan serius tentu merupakan hal yang hebat.

Di Indonesia, biasanya kandidat berbicara di depan pemilihnya ketika sudah terpilih, bahasa kerennya
‘ victory speech ‘. Dengan berbicara di depan pemilih sebelum pemilihan, maka dapat menunjukan kapasitas dan kemampuan kandidat. Hal ini dapat mempengaruhi jumlah suara dalam pemilihan.

Pemilihan berlangsung seru, kertas suara sudah diberikan, pemilih menentukan pilihan. Kertas suara dikumpulkan kembali dan diadakan perhitungan suara.
Atmosfer pilkada sangat terasa, sampai menunjuk saksi segala,
“ Kang Irsan ”, “ Sah ? ”
“ Sah ! ”.
Alhasil, Irsan Nanang Ismail terpilih sebagai Ketua Kompepar Kecamatan Cidadap dengan perolehan 11 suara mengungguli Kamaludin (6 suara) dan Rosyid (2 suara).

Diharapkan, Kompepar Cidadap dapat memetakan dengan baik potensi wisata yang terdapat di Cidadap, serta bisa menginventarisir Kekayaan Warisan Budaya Tidak Benda di Cidadap. Semua pihak di kepengurusan Kompepar Cidadap diharapkan dapat bersinergi dengan baik dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan pariwisata dan dampak negatif dari pariwisata di Cidadap.

Cimahi, Minggu, 22 November 2020

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan