banner 728x90

” Kumaha Sakola Teh Za ? ” , ” Kan Online ! ” Jawabnya

” Kumaha Sakola Teh Za ? ” , ” Kan Online ! ” Jawabnya

Itulah bincang singkat pagi ini antara saya dengan salah satu keponakan yang mengalami autis (tidak normal).

Fikiran saya langsung merespon, aduh orang yang abnormal/tidak normal saja sudah begitu akrabnya dengan kata ” online ” ini, sungguh dahsyat luar biasa.

Pertanyaan berkembang (hanya dalam alam maya),
” Apakah dia tahu dan bakal menjawab begitu dikasih pertanyaan tentang NKRI ? “

[ silahkan kalau para pembaca ada yang mau membantu memberikan jawabannya ]

Jawaban faktual dan sangat ringan serta sederhana, spontan lagi.

Urusan lebih serius begitu saya tanyakan kepada siapapun terutama para pengambil dan pemegang kebijakan dan keputusan atas jalannya roda kehidupan dan pemerintahan di negara tercinta kita ini bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Siapapun dia dan dari partai atau institusi apapun.

” Bagaimana nasib masa hari ini dan masa depan bangsa dan negara ?
Nasib masyarakat Sunda dan Jawa Barat ?
Nasib urang Kota Bandung dan sekitarnya ?
Nasib para pelajar, mahasiswa dan alumninya ?
Nasib para pemuda dan generasi muda serta milenial hari ini dan ke depan ? “

Dan …
” Bagaimana nasib Tanah, Air dan Udara/Angkasa kita Indonesia ? “

” Apakah mau dijual minimal digadaikan kepada yang terhormat :
Indo-China
Indo-Amerika
Indo-Eropa
Indo-Arab
Indo-Yahudi
Indo-Jepang
Indo-Korea
Indo-Australia

Dan atau Indo – Indo lain ? “

Tentu saja, saya dan anda, kita semua sangat tidak mau jawabannya hanya :
” Kita selesaikan secara Online ! “

[ Presiden, Menteri, Panglima TNI dan Kapolri, Gubernur, Bupati dan Walikota, Camat, Lurah dan Kepala Desa, RW dan RT itu semua nyata ” OffLine ” ]

Bandung, Jum’at, 20 November 2020

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan