banner 728x90

Komitmen Adalah Bentuk Kepercayaan Tertinggi

Komitmen Adalah Bentuk Kepercayaan Tertinggi

Dalam kehidupan manusia di bumi kepercayaan merupakan hal yang mahal. Bagi seorang individu, tidak mudah untuk bisa dipercaya. Dibutuhkan nama baik, track record dan jaminan/keyakinan atas sesuatu agar suatu individu bisa mempercayai individu lainnya.
Hal tersebut juga berlaku dalam hubungan antara individu dengan kelompok, juga dalam hubungan kelompok dengan kelompok.

Suatu kondisi saling percaya dapat mengarah menuju berbagai kemungkinan, bisa menuju hal-hal yang bersifat kerjasama maupun banyak hal yang bersifat perjanjian akan suatu hal.
Hal-hal tersebut dapat menjadi permasalahan lebih sensitif dan sentimentil jika ada uang yang terlibat di dalamnya. Maka dari itu dalam urusan mempercayai dan dipercayai harus dimaknai dengan hati-hati, terutama jika sudah memasuki tahapan kerjasama atau perjanjian.

Tahapan lanjutan dan proses yang lebih tinggi dari kepercayaan adalah komitmen.
Menurut KBBI komitmen adalah tindakan untuk melakukan sesuatu.
Hal ini dapat didefinisikan sebagai bentuk dedikasi atau kewajiban yang mengikat pihak-pihak yang terlibat dalam urusan atau tindakan tertentu.

Menurut Griffin (1996),
” komitmen adalah suatu sikap yang menunjukan sejauh mana seseorang mengetahui, mengenal serta mau terikat terhadap suatu perjanjian dan atau kerjasama. “

Sedangkan Steers dan Porter (1979) mendefinisikan komitmen sebagai suatu keadaan di mana seseorang menjadi terikat oleh tindakannya, sehingga hal ini memunculkan keyakinan yang menunjang aktivitas dan keterlibatannya.

Pada dasarnya, komitmen adalah hasil tindak lanjut atau merupakan suatu dampak atas suatu perjanjian. Perjanjian sendiri, dalam bahasa hukum termasuk ke dalam hukum perikatan.
Perikatan adalah hubungan hukum antara dua pihak atau lebih yang memberi hak kepada pihak yang satu untuk menuntut sesuatu dari pihak yang lain dan pihak tersebut diwajibkan untuk memenuhi tuntutan itu.

Perjanjian merupakan salah satu sumber hukum perikatan setelah undang-undang.
Menurut Pasal 1313 KUH Perdata,
perjanjian adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih. Maka, suatu perjanjian paling tidak dibuat oleh 2 orang atau lebih yang saling mengikat dan melahirkan akibat hukum.

Salim H Sidik mendefinisikan hukum perjanjian sebagai keseluruhan kaidah-kaidah hukum yang mengatur hubungan hukum antara dua pihak atau lebih berdasarkan kata sepakat untuk menimbulkan akibat hukum.

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dalam suatu perjanjian adalah sebagai berikut :

  1. Adanya kaidah hukum
  2. Adanya subjek hukum/rechtsperson, dalam hal ini disebut sebagai debitur dan kreditur.
    Kreditur adalah pihak yang berpiutang dan Debitur adalah pihak yang berutang.
  3. Adanya kewajiban/Prestasi
  4. Adanya kata sepakat
  5. Adanya akibat hukum

Biasanya, hal-hal yang menjadi inti dalam suatu perjanjian disebut sebagai objek perikatan. Objek perikatan disebut sebagai Prestasi.
Debitur berkewajiban untuk memenuhi prestasi tersebut.

Menurut Pasal 1234 KUH Perdata, terdapat tiga bentuk prestasi :

  1. Berbuat Sesuatu
  2. Tidak Berbuat Sesuatu
  3. Memberikan Sesuatu
    Apabila Debitur tidak melaksanakan kewajibannya (bukan karena keadaan memaksa/force majeure), maka debitur dianggap melakukan ingkar janji atau wanprestasi.

Dengan kata lain, wanprestasi adalah suatu keadaan dimana debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya karena kelalaiannya.
Ada tiga bentuk wanprestasi :

  1. Tidak memenuhi prestasi sama sekali
  2. Terlambat memenuhi prestasi
  3. Memenuhi prestasi secara tidak baik.

Yaa intinya, dengan dibuat suatu perjanjian, maka dapat berakibat bagi pihak
-pihak yang membuatnya maupun pihak ketiga. Hukum Perdata mengatur Perjanjian hingga detail terkecil.
Dimulai dari kepercayaan antara dua pihak atau lebih, bisa terjadi suatu perikatan dan perjanjian.

Banyak drama terjadi di Indonesia terjadi karena pelanggaran suatu perjanjian. Jadi, selalu teliti dan berhati-hati dalam melibatkan diri di dalam suatu perikatan dan perjanjian.

Cimahi, Kamis, 19 November 2020

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan