banner 728x90

Beda Pendapat[an] Antara Tukang Nulis/Penulis CJI Versus Tukang Parkir

Beda Pendapat[an] Antara Tukang Nulis/Penulis CJI Versus Tukang Parkir

Berapakah penghasilan atau pendapatan antara tukang parkir dan tukang nulis alias penulis CJI ?

Sungguh sangat jauh berbeda.
Tukang parkir bisa dapat penghasilan sekitar Rp 50.000 dalam sehari, itu sudah bisa makan, merokok dan ‘ ngopay ‘ segala.

Sedangkan tukang nulis alias penulis CJI hanya dapat uang pengganti pulsa (jasa ?) sebesar Rp 5.000 per satu tulisan.
Satu tulisan dalam sehari sudah bagus, karena nulis itu pekerjaan yang tidak gampang dan butuh pemikiran.
Bisa menulis lebih dari satu tulisan itu sudah bagus tentunya.

So, apa bedanya dan apa untungnya jadi penulis (daripada tukang parkir) ?

Satu hal paling penting adalah seorang dan setiap penulis, begitu mulai menulis harus punya ide dan gagasan sebagai bahan baku utamanya.
Artinya ‘ mindset ‘ atau pola pikir dan pola imajinasi dia senantiasa terasah, terlatih dan terpelihara.
Akibatnya struktur fisikawi dan kimiawi otaknya bakal terjaga dan terawat.
Begitu pula struktur ruh[awi] dan analisis serta ketajaman nalarnya selalu ‘ on the fire ‘.

Proses ini yang setiap para pemimpin dan pelakon penting di dunia manapun sungguh mereka butuhkan.

Seorang tukang parkir boleh jadi punya penghasilan lebih besar dari seorang penulis CJI.
Namun dia tidak akan pernah punya ‘ mindset ‘ pola pikir, pola rencana dan pola aksi seperti seorang penulis CJI.
Dia juga tidak akan pernah bisa membeli/membayar/menggaji seorang penulis saja.

Namun, seorang penulis dapat dengan mudahnya membeli seorang tukang parkir bahkan minimal mempengaruhi dia lewat daya nalarnya.

Sekolah dan kuliah tidak pernah mengajarkan seseorang untuk jadi dan bisa menjelma sebagai penulis sejati.
Hanya untuk jadi seorang tukang parkir mah tidak perlu sekolah dan kuliah.

Barangkali bangsa dan negara Indonesia tidak dan sangat sulit sekali maju dan sejahtera, karena ‘ mindset ‘ pola pikir para birokrat dan aparat sudah sangat terbiasa dengan pola pikir tukang parkir.
Yaitu yang paling penting besar jumlah penghasilannya.

Tukang parkir hanya bisa nungguin kendaraan di luar sana.
Sementara tukang nulis/penulis CJI bisa berkomunikasi (nanya & wawancara) dengan tukang parkir, pemilik kendaraan, pemilik perusahaan/toko/bangunan/mall/perkantoran dan siapapun yang dia kehendaki.

Maukah dan relakah otak anda mengkerut dan mati perlahan ?

Bandung, Selasa, 17 November 2020

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan