banner 728x90

Apa Rahasia Rosulullooh Muhammad SAW Tidak Pernah Sedikitpun Mensyari’atkan Sistem Sebuah Negara/Pemerintahan Tertentu ?

Apa Rahasia Rosulullooh Muhammad SAW Tidak Pernah Sedikitpun Mensyari’atkan Sistem Sebuah Negara/Pemerintahan Tertentu ?

Tidak pernah ada satupun hadits Nabi Muhammad SAW yang isinya menyuruh Ummat Islam memakai sebuah sistem pemerintahan atau negara.
Baik berbentuk kerajaan atau kesultanan atau keemiran atau serikat atau kekaisaran atau republik dan lain sebagainya.

Faktanya bentuk dan sistem sebuah negara atau pemerintahan sungguh sangat tidak menjamin ke’adilan dan kesejahteraan masyarakat bisa tegak dan berjalan.

Semuanya sangat bergantung kepada sosok pribadi pemimpinnya.

Pembunuhan karena berebut kepentingan sudah terjadi permulaan kebuadayaan manusia ada.
Nabi Adam dan Siti Hawa mempunyai banyak anak.
Kakak beradik yaitu Qobil dan Habil mengalami tragedi pembunuhan perdana dalam sejarah perjalanan manusia.
Sama-sama anak dari seorang Nabi Pertama dan sama pula mendapat pendidikan langsung dari Ayahnya.

Sudah sangat terbiasa dan acap terjadi pembunuhan
antara anak dengan bapa, bapa dengan anak, kakak dengan adik atau adik dengan kakak, keponakan dengan paman atau paman dengan keponakan, isteri dengan suami atau suami dengan isteri dan antara isteri dengan isteri.
Apalagi antar sesama manusia yang sama sekali tidak terikat tali persaudaran.

Ribuan Nabi berkebangsaan Israel telah sengaja dibunuh/dibantai oleh bangsa Israel sendiri.

Nabi Isa AS dikejar-kejar oleh bangsanya sendiri yaitu Bani Israel untuk dibunuh.
Nabi Muhammad SAW juga mau dibunuh oleh para kerabat dekatnya, sesama bangsa Arab bahkan sama satu Suku Quraisy.

Rosulullooh Muhammad SAW berulangkali mau dibunuh oleh pamannya sendiri yaitu Abu Lahab dan Abu Jahal.

Keturunan Rosulullooh SAW yaitu Sayyidina Husein dan keturunan Baginda Rosul dibantai dan dipenggal kepalanya oleh sesama orang Arab dan Bani Quraisy serta masih berkerabat/bersaudara.

Bagaimna dengan Ummat Islam yang bukan keturunan Rosulullooh Muhammad SAW ?

Cucu dan keturunan Rosulullooh Muhammad SAW saja dibunuh dan dibantai, apalagi hanya ummat Islam biasa/umum.

Bagaimana dengan kondisi di Indonesia ?

Sama saja :
Ken Arok/Angrok membunuh Tunggul Ametung dan langsung mengawini Ken Dedes (isterinya) dalam kondisi hamil.
Ken Arok menjadi raja Singhasari/Singasari.
Akhirnya Ken Arok dibunuh oleh anak tirinya (Ken Dedes dan Tunggul Ametung).

Jayadharma bapaknya Raden Wijaya dibunuh oleh adiknya sendiri yang ingin jadi Raja Sunda.
Raden Wijaya dibawa oleh ibunya pulang kampung ke Kerajaan Singhasari.
Kelak Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit.

Sultan Agung Mataram adalah seorang yang sangat anti VOC Belanda.
Seringkali menyerang VOC Belanda di Batavia, namun selalu gagal.
Karena kegigihan dan keseriusan anti penjajahan VOC Belanda, maka Sultan Agung Mataram diangkat sebagai Pahlawan Nasional pertama.

Namun anak kandung sendiri yaitu Amangkurat I sangat sadis dan kejam terhadap sesama Ummat Islam.
Lebih dari 6.000 Para ‘Ulama pengikut Sultan Agung yang anti kolonial VOC Belanda termasuk pamannya sendiri dibunuh serentak hanya dalam waktu 30 menit saja.

Jadi, apakah NKRI Syari’ah bila memaksakan diri supaya diterapkan di negara Indonesia, bisa dan mampu jadikan seluruh anggota masyarakat dan rakyat menjadi aman, sejahtera, berdaulat dan mandiri ?

Bandung, Senin, 18 September 2020

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan