banner 728x90

Kekuatan “ Mindset ” : Antara Keyakinan dan Kesuksesan (part 2)

Kekuatan “ Mindset ” : Antara Keyakinan dan Kesuksesan (part 2)

Josh Waitzkin, seorang Grand Master Catur dan seorang ahli bela diri, sering mengutip pernyataan Professor Carol Dweck, seorang Professor di Bidang Psikologi dari Stanford University.
Prof. Carol menemukan bahwa beberapa orang memandang kecerdasan dan kemampuan sebagai sesuatu yang tetap, hal ini disebut “ fixed mindset ”.
Di sisi yang lain, beberapa orang lainnya melihat kecerdasan dan kemampuan, seperti halnya Josh, sebagai suatu kualitas dalam diri yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan, hal ini disebut sebagai “ growth mindset ”.

Prof. Carol menemukan bahwa ‘ fixed mindset ‘ dan ‘ growth mindset ‘ mengarah pada perilaku dan pencapaian hasil yang sangat berbeda. Dalam sebuah penelitian yang dia lakukan dengan Dr. Lisa Blackwell, beberapa ratus siswa kelas tujuh di Amerika disurvei untuk menentukan pola pikir yang dimiliki oleh setiap siswa, kemudian dilacak dan diamati selama dua tahun.

Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa siswa yang memiliki pola pikir “ growth mindset ” yaitu mereka yang menganggap diri mereka dapat mengubah tingkat kecedasannya, mendapatkan nilai yang  meningkat dari waktu ke waktu.
Di sisi lain, mereka yang memiliki pola pikir “ fixed mindset ” tidak mendapatkan nilai yang meningkat, malahan cenderung mengalami penurunan.

Grafik dari penelitian tersebut menunjukan perbedaan performa dan hasil yang didapatkan dari pemilik “ fixed mindset ” dan “ growth mindset ”. Perbedaan hasilnya semakin membesar dari waktu ke waktu. Perbedaan mencolok antara kedua kelompok ini adalah perihal perspektif kecerdasan yang berbeda. Ada yang menganggap kecerdasan sebagai sesuatu yang dapat diraih dan ditingkatkan, ada pula yang menganggap kecerdasan sebagai bawaan, istilahnya
“ udah dari sananya begitu. ”

Dalam kasus “ fixed mindset ” ada yang merasa dirinya pintar, namun ada pula merasa bodoh dan merasa belajar tidak berdampak apapun,
“ mending gak usah belajar aja sekalian, toh belajar gak belajar nilai ku juga bakal jelek juga. ”
Hal ini diperparah dengan sistem ranking dan sistem penilaian yang berfokus pada hasil.

Penelitian lainnya menunjukan hasil yang serupa, tentang bagaimana pola pikir/mindset dapat mempengaruhi performa dan pencapaian. Hal ini juga berlaku dalam urusan pemecahan masalah, olah raga, mengatur orang (managing people) atau bidang-bidang lainnya seperti menari poco – poco misalnya.

Ketika ingin mendapatkan performa dan hasil yang bagus dalam bidang apapun, maka harus didasari dengan keyakinan dan didukung oleh mindset (kuat).
Intinya, kunci dari kesuksesan bukan sekedar urusan usaha, fokus atau kegigihan, melainkan pola pikir “ growth mindset ” yang menciptakan ketiganya, pola pikir itu sendiri merupakan hal yang sangat penting. Penelitian menunjukan bahwa ketika kita secara langsung membangun ketabahan dan ketekunan, maka hal tersebut kurang efektif tanpa adanya mindset yang mendasarinya.

To be continued….

Cimahi, Senin, 16 November 2020

Rizal Ul FIkri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan