banner 728x90

Virtual Tour: Dalam Kuliah Dosen Tamu

Virtual Tour: Dalam Kuliah Dosen Tamu

Ketika di sekolah dahulu, saya selalu diajarkan,
“ sebaik baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfa’at. ”

Apakah ilmu itu ?

Dunia barat mengenal istilah ‘science’ yang berasal dari bahasa latin yaitu Scienta/Scio/ Scire yang artinya pengetahuan.
Sedangkan dalam bahasa Arab, kata ‘ilmu berasal dari kata ‘Alima yang juga memiliki arti pengetahuan.
Dalam arti luas, ilmu adalah basis pengetahuan sistematis atau praktik preskriptif yang mampu menghasilkan prediksi. Ilmu pengetahuan juga dapat dipahami sebagai teknik atau praktik yang terampil.

Menurut John G. Kemeny, ilmu merupakan semua pengetahuan yang dikumpulkan dengan metode ilmiah. Jadi dapat disimpulkan bahwa ilmu merupakan hasil atau produk dari suatu proses yang dibuat dengan menggunakan metoda ilmiah sebagai suatu prosedur.

Salah satu kriteria ilmu yang bermanfa’at adalah dengan ilmu itu, maka kita dapat memecahkan suatu permasalahan masayarakat dan lingkungannya. Saya selalu diajarkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.

Alhamdulillah, pada tanggal 21 Oktober 2020, saya berkesempatan untuk melakukan pengamalan kecil untuk membagikan ilmu yang pernah saya pelajari dengan mengisi kuliah sebagai dosen tamu di kelas 3, Program Studi D3 UPW 18, Politeknik Negeri Bandung.
Saya mengisi kuliah terkait Virtual Tour dan Digital Marketing.
Kedua topik tersebut merupakan inti dari Tugas Akhir saya yang berjudul
“ Perancangan Virtual Tour Bandung City Tour dan Pemasarannya menggunakan Digital Marketing. ”

Virtual Tour dan Digitial Marketing menjadi relevan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan dampak multidimensi di berbagai sektor industri di Indonesia dan dunia, tidak terkecuali industri pariwisata. Kegiatan pariwisata baik di sektor perjalanan, akomodasi dan konsumsi sebagian besar terhenti, maka pemasukan bagi travel agent dan tour guide menurun drastis.

Oleh karena itu, Virtual Tour dapat berperan sebagai produk alternatif. Virtual tour adalah perjalanan wisata ke suatu destinasi yang dilakukan melalui perantara teknologi informasi, komputer dan jaringan. Tidak dapat dipungkiri bahwa virtual tour bukan pengalaman inderawi yang utuh, juga minimnya interaksi antara wisatawan, dengan sesama wisatawan, guide dan atraksi destinasi.

Di sisi lain virtual tour dapat mengakibatkan terjadinya akselerasi informasi dan penyampaian pesan yang padat dalam waktu yang singkat. Selain itu, virtual tour juga dapat menjangkau lebih banyak orang dari berbagai lapisan, baik umur, lokasi maupun minat.

Virtual tour juga dapat berperan sebagai media pemasaran. Ke depan, orang-orang akan semakin selektif dalam melakukan perjalanan wisata. Wisatawan dapat menggunakan virtual tour untuk mempelajari destinasi-destinasi yang akan dikunjungi. Jadi, secara tidak langsung, virtual tour menjadi teaser (teater ?) dan media pemasaran digital. Hal ini didukung juga oleh abad virtual, dimana orang-orang sudah mulai membiasakan diri untuk bekerja, belajar, berbelanja dan bertamasya dari rumah.

Membuat virtual tour pun relatif mudah. Adapun hal hal yang dibutuhkan dalam virtual tour adalah sebagai berikut :

  1. Materi Audio Visual
  2. Moderator dan Guide
  3. Tim Teknis
  4. Koneksi Jaringan Internet yang stabil
  5. Alat dan infrastruktur pendukung (hardware dan software)
  6. Open Broadcaster Software

Berikut langkah-langkah memngembangkan virtual tour :

  1. Desain Kerangka Virtual Tour (Tipe, Tema, Durasi, Media dan Waktu Pelaksanaan)
  2. Membangun pesan dan narasi pemanduan
  3. Menggabungkan komponen audio, visual dan narasi pemanduan
  4. Persiapan dan penyempurnaan penyampaian materi
  5. Eksekusi virtual tour dan penyampaian materi.

Adapun faktor-faktor lain yang mendukung maraknya virtual tour :

  1. Masyarakat Non-Tunai/ Cashless
  2. Berkembangnya aplikasi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)
  3. Preferensi Bekerja dari Rumah
  4. Orang-Orang butuh hiburan
  5. Terbatasnya Mobilitas
  6. Meningkatnya Travel Barrier

Suatu kebanggaan bagi saya, dihubungi oleh pihak prodi untuk mengisi kuliah dosen tamu, meskipun dalam pelaksanaannya dilakukan secara virtual menggunakan aplikasi Zoom. Selain untuk menyampaikan materi, kegiatan tersebut juga merupakan sarana silaturahmi saya dengan dosen dan adik kelas.

Dengan mempelajari virtual tour, harapan saya setidaknya mahasiswa D3 UPW 18 dapat menjadikan virtual tour sebagai variasi produk pariwisata dalam praktik mata kuliah ‘Tourism Product Selling’, mengingat kondisi pandemi yang belum mereda. Semoga bermanfaat.

Cimahi, rabu, 4 November 2020

-Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan