banner 728x90

Bangsa Indonesia Tidak Bisa Jadi Bangsa Kuat & Besar ! Karena Tidak Pernah Belajar/Diajari Sejarah Yang Benar !

Bangsa Indonesia Tidak Bisa Jadi Bangsa Kuat & Besar ! Karena Tidak Pernah Belajar/Diajari Sejarah Yang Benar !

” Hilangkan sejarahnya, lalu kuasai ! “

Ini yang sudah berhasil Inggris dan VOC Belanda lakukan atas kebesaran Kekaisaran Sunda dan Kerajaan Nusantara sejak mereka datang ke Nusantara sampai bisa merebut dan berkuasa.

VOC Belanda bisa menguasai nusantara, maka mereka buat sejarah sesuai dengan kepentingan mereka.

Tentu ada raja yang anti penjajah dan imperialis VOC Belanda, namun banyak juga raja yang pro dan kerjasama dengan VOC Belanda.
Sampai sa’at ini pun banyak pejabat negara dan pengusaha yang sangat pro asing.

10 tahun pertama Sukarno menjabat presiden sangat terasa sekali nuansa heroik dan idealisme sebagai pemimpin yang sangat anti imperialisme/penjajahan dan anti asing.
Cina saja tidak pernah diberi kebebasan dan keleluasaan untuk menguasai sektor ekonomi, apalagi politik.

Dia keluarkan dan terapkan program Nasionalisasi yaitu semua aset peninggalan penjajah/imperialis VOC Belanda dan Jepang dijadikan aset negara.

[ gerak langkah politik urang Sunda tetap saja tidak diberi porsi oleh Sukarno, padahal peran urang Sunda sangat besar terutama Inggit Garnasih dan para raja/pangeran Sunda ]

Namun, 10 tahun terakhir Sukarno pun terjebak pengkultusan Presiden Seumur Hidup hasil rapat perdana MPRS di Gedung Merdeka Kota Bandung.
Ini yang menjadi pemicu utama demo dan penolakan dari masyarakat dan mahasiswa.

[ Tahun 1963 Presiden Sukarno MoU dengan Presiden John F Kennedy, 1964 John F Kennedy dibunuh, 1965 Sukarno dituduh terlibat G 30 S PKI dan 1966 didemo besar-besaran oleh mahasiswa dan masyarakat, 1967 pidato pertanggung jawaban Sukarno ditolak MPR.
Tahun yang sama terjadi peristiwa Supet Semar dan 1967 Freepprt dikasihkan gratis oleh Suharto.

Gebrakan selanjutnya Suharto mengeluarkan dan memberlakukan program swastanisasi dan industrialisasi yaitu aset-aset negara (BUMN) boleh dipake dan dikuasai oleh swasta dan pengusaha.
Kekuarkan Undang-Undang Investasi Asing.

Sejak sa’at inilah sampai hari ini banyak sekali para pengusaha Cina, pejabat dan asing kuasai ratusan ribu sampai jutaan hektar lahan milik aset negara berubah jadi penguasaan para pengusaha Cina dan asing.

Masyarakat Indonesia beralih profesi dari awalnya seorang petani (agraris) menjadi buruh/pegawai/karyawan pabrik dan jasa keuangan (financial).

Hilanglah sejarah kejayaan Raja-Raja Nusantara dan sejak VOC Belanda berkuasa sampai hari ini bangsa dan negara Indonesia bisa mereka (penjajah/imperialis moderen/pengusaha naga) kuasai dan kendalikan.

Hari ini bangsa Indonesia sudah kehilangan kedaulatan dan kemandirian dirinya mulai dari pangan, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan politik.

Bisakah Presiden Jokowi bersama DPR RI kembalikan kedaulatan dan kemandirian bangsa dan negara Indonesia ?

Apa yang bisa dan harus para generasi muda/pemuda termasuk mahasiswa lakukan supaya tanah, air dan udara NKRI berdaulat kembali ?

Bisakah kedaulatan direbut kembali hanya dengan demo dan maen hape ?

Bandung, Selasa, 3 November 2020

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan