banner 728x90

Indonesia Raya 3 Stanza : Sempurna, Paripurna !

Indonesia Raya 3 Stanza : Sempurna, Paripurna !

Indonesia Raya 3 Stanza

III

Indonesia, Tanah Yang Suci
Tanah Kita Yang Sakti
Di Sana Lah Aku Berdiri
M’njaga Ibu Sejati

Indonesia, Tanah Berseri
Tanah Yang Aku Sayangi
Marilah Kita Berjanji
Indonesia Abadi

S’lamatlah Rakyatnya
S’lamatlah Rutranya
Pulaunya, Lautnya, Semuanya
Maju Lah Negrinya
Maju Lah Pandunya
Untuk Indonesia Raya

(Ulangan)
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku Yang Kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Hidup Lah Indonesia Raya

Siapakah pemilik Indonesia Raya ?

Pemilik Indonesia Raya adalah Ibu Sejati, Ibu Pertiwi.

Bukan ‘Ibu Sejunti’, Ibu Suri/Permaisuri, Ibu Dewi, Fatmawati dan Tien.

[ ajaran sepuh Sunda :
” Jati kasilih ku Junti ”
Jati = pohon terbaik
Junti = pohon mirip jati ]

Kapan bangsa Indonesia dan NKRI maju nan sejahtera ?

Syarat bangsa dan negara Indonesia maju nan sejahtera ‘kembali’ ketika Nusantara berjaya adalah :
*Jadikan seluruh *tanah* Indonesia Suci dan Sakti !.

Kenapa tanah Indonesia harus Suci ?

Tanah Suci dapat memberikan nur cahaya hidup dan menghidupkan makhluk mati.
Tanah ber-nur cahaya membuat seluruh makhluk hidup di atasnya berseri, berseri-seri penuh nuansa sayang dan saling menyayangi.

Sayang adalah kunci utama dan nara sumber hidupnya kasih dan pengasih.

Begitu tanah dan air Indonesia Suci dan Bersih, maka seluruh rakyatnya dan seluruh putra ibu pertiwi (anak bangsa) selamat.
Selamat dari marabahaya dan marabencana.

Marabahaya adalah ancaman yang datang dan timbul dari interen baik dari sesama manusia maupun sesama makhluk hidup serta makhluk lain.
Juga dari eksteren baik dari manusia dan bangsa Indonesia sendiri yang hidup di luar negeri maupun manusia/bangsa asing yang berasal dari lima benua ; Asia (China, Jepang, Arab, Turki), Afrika (Mesir), Eropa (Inggris, Perancis, Rusia, Belanda) dan Australia.

Marabencana adalah kerusakan yang diakibatkan oleh hancurnya tanah, air dan udara.

Apakah pada hari ini bangsa dan negara Indonesia sudah tertimpa marabencana ?

Sangat jelas dan pasti positif sudah kena dan menimpa.
Bencana tanah, dimana-mana tanah bergeser dan longsor, amblas.
Bencana air, air permukaan bercampur sampah dan limbah beracun, sedangkan air tanah dalam sudah langka dan kering, nyusut.
Begitupun air laut sudah kotor dan tercemar zat-zat berbahaya mematikan.

Bagaimana dengan bencana udara ?

Tahun 2020 adalah awal dan puncak wabah pandemi makhluk hidup bernama virus corona, Covid-19.
Penyebaran utama lewat udara dan bagian vital target serangan virus corona adalah sel alat pernafasan.

Otak, mind set, pemikiran dan jiwa manusia seluruh dunia, terutama bangsa Indonesia dan lebih spesifik lagi putra ibu pertiwi yaitu generasi muda anak bangsa Indonesia, generasi milenial penerus kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia, pada hari ini sedang diserang tanpa daya dan tidak berdaya tanpa perlawanan oleh serangan dan serbuan mematikan makhluk bernama internet, gadget, hp/lap top/komputer, virtual dan digital.

Hari ini seluruh putra ibu pertiwi dan anak bangsa sedang hidup ” di alam kelanggengan ” nyaman dan aman di alam dunia maya.

Satu hal yang pasti :
” Tanah, Air, Laut, Pulau dan Udara semuanya Nyata ! “

Semoga Allooh sadarkan seluruh bangsa Indonesia bahwa NKRI adalah nyata dan hanya bisa teratasi serta diselesaikan dengan cara dan gerak aksi nyata untuk mewujudkan Indonesia Raya paripurna, aamiiin.

Bandung, Sabtu, 17 Oktober 2020

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan