banner 728x90

Revolusi Industri dan Keluarga Zaman Pertengahan (part 1)

Revolusi Industri dan Keluarga Zaman Pertengahan (part 1)

Sebelum manusia mengenal apa yang disebut sebagai
“ Revolusi Industri ”, kehidupan sehari-hari sebagian besar manusia berjalan dalam 3 lingkaran sederhana; keluarga inti, keluarga besar dan masyarakat lokal yang akrab.

Masyarakat akrab (karib) atau ‘intimate community’ merupakan sekelompok orang yang saling mengenal satu sama lain dengan baik dan saling bergantung demi kelangsungan hidup. Di masa itu, kebanyakan orang bekerja dalam bisnis keluarga, baik bisnis peternakan keluarga, bengkel keluarga atau bekerja di bisnis keluarga tetangga.
Keluarga berperan sebagai sistem penunjang kesejahteraan, sistem kesehatan, sistem pendidikan, industri konstruksi, serikat pekerja, dana pensiun, perusahaan asuransi, bank bahkan polisi.

Ketika seseorang jatuh sakit, maka keluarganya yang merawatnya. Ketika seseorang menua, keluarganya yang mengurusnya, anak-anaknya merupakan dana pensiunnya. Ketika seseorang meninggal, keluarganya merawat anak-anaknya yang menjadi yatim. Ketika seseorang ingin membangun rumah, keluarganya membantu. Andaikata seseorang ingin memulai bisnis, keluarganya menggalang dana yang dibutuhkan.

Ketika seseorang ingin menikah, keluarga membantu memilihkan atau setidaknya menyeleksi calon pasangan. Bila suatu ketika terjadi konflik dengan tetangga, keluarga yang akan turun untuk membela. Namun, jika penyakit seseorang terlalu berat untuk ditangani oleh keluarga, bila terjadi perselisihan antar tetangga yang nyaris berujung kekerasan, maka masyarakat lokal yang akan turun tangan untuk membantu.

Masyarakat menawarkan bantuan berdasarkan tradisi lokal dan menganut suatu sistem ekonomi tolong menolong yang sangat berbeda dengan hukum-hukum penawaran permintaan di pasar bebas. Di Indonesia, kami menyebutnya gotong royong.
Di masyarakat zaman pertengahan, ketika tetangga saya sedang membutuhkan bantuan, misalnya dalam merenovasi rumahnya, maka saya akan dengan sukarela membantunya. Selain itu, mungkin saya juga akan ikut membantu menjaga ternaknya tanpa mengharapkan bayaran apa apa. Sewaktu saya sedang membutuhkan bantuan, maka tetangga saya akan membalas jasa.

Di masa yang sama, mungkin saja ada penguasa lokal yang mungkin mewajibkan seluruh penduduk desa untuk membantu membangun kastilnya, itupun tidak membayar sepeserpun. Sebagai balasannya, dia menjamin keselamatan dan ketertiban desa, melindungi desa dari para perampok dan kaum barbar.

Kehidupan desa dalam kesehariannya melibatkan banyak transaksi, namun dengan sedikit pembayaran. Di masa tersebut juga ada pasar, namun perannya terbatas.
Kita memang bisa membeli rempah-rempah langka, kain, perkakas, menyewa jasa dokter dan pengacara, namun kenyataanya kurang dari 10 persen produk dan jasa yang umum digunakan dibeli di pasar. Sebagian besar kebutuhan manusia di masa itu diurus oleh keluarga dan masyarakat.

Meski begitu, hidup dalam keluarga dan masyarakat sungguh jauh dari kata ideal. Seringkali keluarga dan masyarakat dapat menindas anggota-anggotanya tidak kalah brutal dibandingkan pemerintah. Dinamika internalnya kerap kali diwarnai ketegangan dan kekerasan.

Walaupun begitu, orang-orang dahulu tidak memiliki banyak pilihan, orang yang kehilangan keluarganya dan masyarakatnya pada 1750-an sama saja sudah mati. DIa tidak punya pekerjaan, pendidikan dan tidak punya penopang di kala sakit atau tertekan. Sudah tentu tidak ada yang mau menjaminnya atau membelanya bilamana dia menghadapi kesulitan.

Di masa itu tidak ada polisi, tidak ada program wajib belajar dan tidak ada jaminan sosial. Agar bisa bertahan hidup, orang semacam itu harus cepat mencari keluarga atau masyarakat pengganti. Anak laki-laki maupun perempuan yang kabur dari rumah paling-paling bisa berharap menjadi pelayan di keluarga lain. Paling buruk ada balatentara atau rumah bordil.

Semua itu berubah secara dramatis selama 2 abad terakhir. Revolusi industri memberikan pasar kekuatan baru yang luar biasa dan mampu merubah tatanan masyarakat, apakah itu ?

To be continued…..

Cimahi, Jumat, 16 Oktober 2020

-Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan