banner 728x90

Pengaruh Revolusi Industri

Pengaruh Revolusi Industri

Sejak revolusi industri, waktu menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia.
Pada tahun 1874, layanan kereta kuda berjadwal mulai beroperasi di Britania. Jadwal yang tertera hanya menuliskan waktu keberangkatan, bukan kedatangan.

Di kala itu, setiap kota di Britania mempunyai waktu lokalnya sendiri. Setiap waktu lokal tersebut bisa berbeda dari waktu di London sampai setengah jam. Ketika di London pukul 12.00, mungkin saja di Liverpool pukul 12.20 dan di Canterbury pukul 11.50.

Jasa kereta api komersial pertama mulai beroperasi antara Liverpool dan Manchester pada tahun 1830. Sepuluh tahun kemudian, jadwal kerta pertama dikeluarkan. Dalam kegiatan operasionalnya, kereta api jauh lebih cepat daripada kereta kuda, sehingga perbedaan waktu dalam waktu lokal menjadi gangguan parah.

Alhasil, pada tahun 1847, perusahaan-perusahaan kereta api Britania berdiskusi dan menyetujui bahwa sejak sa’at itu semua jadwal kereta akan dicocokan dengan waktu di observatorium Greenwich, bukan waktu lokal Liverpool, Manchester atau Glasgow.

Sejak kejadian tersebut, banyak lembaga mulai mengikuti tindakan perusahaan-perusahaan kereta tersebut. Maka pada tahun 1880, pemerintah Britania mengambil langkah serius yang belum pernah dilakukan sebelumnya yaitu untuk menetapkan bahwa semua jadwal di Britania harus mengikuti waktu Greenwich.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, suatu negara menetapkan waktu nasional dan mewajibkan penduduknya untuk hidup berdasarkan jam artifisial, bukan jam lokal atau siklus matahari terbit sampai terbenam.

Awalan sederhana tersebut melahirkan jejaring jadwal global yang disingkronisasi sampai persekian detik. Ketika media siaran muncul untuk pertama kali, maka mereka memasuki dunia jadwal dan ikut menjadi penyebar utamanya.

Salah satu hal pertama yang disiarkan stasiun radio adalah sinyal waktu. Bunyi “ bip ” memungkinkan pemukiman-pemukiman yang jauh dan kapal-kapal di lautan menyetel jam. Nantinya stasiun-stasiun radio mengadopsi kebiasaan meyiarkan berita setiap jam.

Untuk memaksimalkan jadwal (schedule network), jam-jam murah dan tepat waktu yang bisa dibawa-bawa menjadi populer.
Di kota-kota Asyur, Sasania atau Inka mungkin paling banyak mempunyai beberapa jam matahari.
Di kota-kota Eropa zaman pertengahan, hanya ada satu jam mesin raksasa yang dipasang di atas satu Menara tinggi di alun-alun kota.
Jam-jam menara ini terkenal tidak akurat, namun karena tidak ada jam lain di kota untuk menentangnya, maka hal tersebut tidak begitu berpengaruh.

Sekarang, satu keluarga makmur umumnya memilki lebih banyak penunjuk waktu di rumah dibandingkan yang dimiliki oleh satu negara di zaman pertengahan. Kita bisa mengetahui sekarang jam berapa dengan menengok ke arloji, melihat jam dinding, menengok layar ponsel kita, menengok weker di samping tempat tidur, melihat sekilas di TV atau melirik taskbar pada komputer. Kita perlu upaya sadar untuk tidak mengetahui sekarang pukul berapa.

Kesimpulannya, revolusi industri mendatangkan sekitar beberapa lusin guncangan/perubahan di masyarakat. Beradaptasi terhadap waktu industri hanyalah salah satunya. Contoh-contoh lain seperti urbanisasi, hilangnya kaum tani, demokratisasi, budaya anak muda dan masih banyak lainnya.

Guncangan/perubahan seperti apa lagi yaa yang akan kita temui di hari esok ?

Cimahi, Jumat, 16 Oktober 2020

-Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan