banner 728x90

Industri Berkuasa

Industri Berkuasa

Dewasa ini, manusia nampaknya semakin tidak terpengaruh oleh alam, mereka malah semakin tunduk kepada dikte (dijajah) industri serta pemerintah modern.
Revolusi industri yang terjadi di dunia menyebabkan manusia membuka jalan bagi sederetan percobaan dan melakukan rekayasa sosial.

Hal ini lebih jauh menuju ke perubahan-perubahan tak terpikirkan dalam kehidupan sehari-hari dan mentalitas manusia. Salah satu dari sekian banyak contoh adalah digantikannya ritme pertanian tradisional dengan jadwal seragam dan ketat industri.

Pertanian tradisional sangat bergantung kepada siklus alami dan pertumbuhan organik. Sebagian besar masyarakat pertanian tradisional dahulu tidak mampu membuat pengukur waktu yang tepat persis, namun mereka juga tidak benar-benar berminat melakukan itu.
Alhasil, dunia mereka berjalan tanpa jam dan jadwal.

Sebagian urusan waktu mereka dipengaruhi oleh pergerakan matahari dan siklus pertumbuhan tumbuhan. Tidak ada hari kerja yang diatur dalam jadwal, antara satu petani dengan petani lainnya mempunyai jam kerja dan jadwal yang tidak seragam. Semua rutinitas berubah dari musim ke musim. Mereka selalu tahu matahari ada dimana, nampak selalu cemas mengawasi tanda-tanda musim hujan dan musim panen. Meski begitu, mereka tidak tahu sekarang jam berapa dan nyaris tidak peduli sekarang tahun berapa.

Berbeda dengan kaum tani, para pekerja industri modern tidak banyak mempedulikan soal matahari dan musim. Hal yang menjadi perhatian dan diagungkan adalah presisi dan keseragaman. Misalkan di bengkel sepatu pada industri zaman pertengahan, setiap pembuat sepatu membuat sepatu utuh dari sol sampai gesper.
Jika seorang pembuat sepatu terlambat kerja, maka dia tidak menghambat yang lain.

Tetapi di lini perakitan pabrik alas kaki modern, setiap pekerja mengurusi satu mesin yang hanya menghasilkan hanya satu bagian kecil sepatu yang kemudian diteruskan ke mesin berikutnya. Bila pekerja yang mengoperasikan mesin no. 5 terlambat bangun, maka semua mesin lain pun ikut telat.

Untuk mencegah kekacauan (permasalahan) semacam itu, setiap pekerja wajib mengikuti jadwal yang ketat. Setiap orang istirahat dan makan siang bersama-sama, terlepas dari apakah mereka lapar atau tidak.
Semua orang pulang ketika bel yang menandakan akhir giliran kerja berbunyi, bukan ketika mereka telah menyelesaikan proyek.

Revolusi industri mengubah jadwal dan [linin ?] perakitan menjadi pedoman bagi nyaris setiap aktivitas manusia. Tidak lama setelah pabrik menetapkan kerangka waktu terhadap perilaku manusia, maka sekolah-sekolah mulai menetapkan jadwal yang persis, diikuti rumah sakit, kantor pemerintahan dan toko klontong.

Di tempat-tempat tanpa lini perakitan dan mesin, jadwal menjadi raja. Anggap saja jam kerja di pabrik berakhir pada jam 5.00 sore, maka tempat makan minum setempat sebaiknya sudah buka pada jam 5.02.

Hal lain yang cukup penting dalam penyebaran sistem jadwal angkutan umum.
Jika pabrik mulai beroperasi pada pukul 8.00, maka kereta atau bis harus mencapai gerbang pabrik paling lambat pukul 7.55. Keterlambatan beberapa menit akan mempengaruhi produktifitas dan barangkali menyebabkan pemecatan bagi para pekerja yang terlambat.

Cimahi, Kamis, 15 Oktober 2020

-Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan