banner 728x90

Membangun Indonesia Dari Desa

Membangun Indonesia Dari Desa

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sejak 5 tahun yang lalu telah membangun Indonesia dari pinggiran. Melalui Kementerian Desa, Presiden membangun dari Sabang hingga Merauke. Dari Miangas hingga Rote.

Sa’at ini, dari bantuan Dana Desa mampu menurunkan angka kemiskinan di pedesaan.
Menurut data dari kemendesa.go.id mampu menurunkan 1,82 juta dan sebanyak 1,29 juta diantaranya berada di daerah pedesaan. Artinya bahwa program Dana Desa pemerintah mampu menurunkan lebih banyak lagi angka kemiskinan sehingga kesejahteraan bisa meningkat.
Dari tahun 2015 – 2018 tingkat pengangguran terbuka desa turun dari 4,93% menjadi 3,72%. Artinya semakin banyak potensi desa yang bisa digali untuk dimanfa’atkan warganya menjadi wadah untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Dari Dana Desa juga dampak yang dirasakan masyarakat di sektor pertanian dapat meningkatkan produksi padi di desa. Datanya sebagai berikut :

Desa Tertinggal 16,8%
Desa Berkembang 24%
Desa Maju 15,8%

Peningkatan produksi juga dapat meningkatkan pendapatan petani di desa. Datanya sebagai berikut :

Desa Tertinggal 12,8% – 88%
Desa Berkembang 9,2% – 168,3%
Desa Maju 7,0% – 25%

Tidak cukup upaya dari pemerintah saja, melainkan dari SDM yang dimiliki oleh desa tersebut harus mampu menciptakan peluang usaha baru. Kreasi dan inovasi sangatlah dibutuhkan.
Di Indonesia, jumlah BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) meningkat dari yang awalnya sebanyak 1.022 unit sekarang sudah lebih dari 45.549 unit.
Ini adalah bukti bahwa kreativitas sangat dibutuhkan guna membangun Indonesia dari desa.
Salah satu contohnya bisa melakukan kreativitas pada bidang di BUMDes yang ada di masing-masing desanya. Dengan demikian, maka kesejahteraan akan bisa mutlak untuk dirasakan bersama.

Dengan pencapaian Dana Desa tahun 2015 – 2019 kini jumlah jalan desa yang sudah terbangun 231.709 Kilo Meter.
Jembatan yang sudah terbangun 1.327.069 Kilo Meter.
Pasar Desa yang terbangun 10.480 unit.
BUMDes sebanyak 39.226. Tambatan parahu 6.312 unit. Embung sebanyak 4.859 unit.
Saluran irigasi sebanyak 65.626 unit.
Raga desa sebanyak 25.022 unit.
Penahan tanah sebanyak 215.989 unit.
Air bersih 993.764 unit.
MCK 339.909 unit.
Polindes 11.599 unit. Drainase 36.184.122 meter. PAUD 58.640 unit.
Posyandu 30.127 unit dan Sumur 58.259 unit.

Ada juga program yang dinamakan dengan
“Padat Karya Tunai Desa”
dengan program tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, menurunkan angka kemiskinan masyarakat desa, memudahkan aksesibilitas masyarakat desa dan menurunkan tingkat migrasi dan urbanisasi.

Kita pun bisa melakukan pembangunan untuk desa kita masing-masing. Tidak harus jadi lurah, camat atau bupati.
Kok bisa ?

Kita punya akal pemikiran yang sehat wal afiat. Sayang jika dianggurkan begitu saja. Kreativitas perlu kita lakukan untuk membangun desa di Indonesia.
Sebagai contoh sa’at ini Indonesia sedang krisis ekonomi dan pangan akibat pandemi Covid-19 yang sudah terjadi secara global, maka bisa dengan melakukan menanam secara mandiri singkong yang bisa dibuat camilan lalu jika sudah panen bisa dimanfa’atkan untuk potensi peluang usaha yang menjanjikan dan juga bisa membuat makan keluarga di rumah sehari-hari.

[ Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada Menteri Pertahanan Prabowo bersama beberapa Menteri terkait untuk menanami ratusan ribu hektar lahan gambut di Kalimantan Tengah dengan padi, singkong dan jagung ]

Atau dengan membuat olahan dari bahan bekas yang bisa dimanfa’atkan menjadi peluang mencari rezeki yang halal bisa dengan membuat kerajinan dari koran bekas yang memiliki nilai guna yang cukup tinggi.

Dengan slogan #mulaidaridesa mari sama-sama kita membangun desa masing-masing untuk kebermanfa’atan umat yang lebih baik lagi ke depannya.

Jombang, Selasa 13 Juli 2020

Manda CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan