banner 728x90

20 Jam : Cara Belajar Sesuatu (Part 2)

20 Jam : Cara Belajar Sesuatu (Part 2)

10.000 jam adalah yang dibutuhkan untuk menjadi ahli/expert dalam suatu hal. Itu ternyata tidak sepenuhnya benar.
10.000 jam adalah suatu gambaran kasar.
10.000 jam adalah kerja ‘fulltime’ selama 5 tahun, itu waktu yang lama. Kita telah mempunyai pengalaman mempelajari hal, kadangkala kita bisa menguasai suatu hal bahkan tanpa sampai menghabiskan 10.000 jam. Ada sesuatu yang janggal. Tentang apa yang dikatakan penelitian, ekspektasi kita dan pengalaman pembelajaran yang telah kita alami.

Dari benang merah yang ditemukan oleh Josh, teori 10.000 jam adalah hasil penelitian untuk mencapai tingkat keahlian tertinggi dari suatu bidang, apapun itu.

Prof. K. Anders Ericsson dari Florida State University adalah penemu asli dari teori ini. Subjek yang dia pelajari adalah atlet profesional, musisi kelas dunia dan grandmaster catur, pertama dari kelasnya. Mereka adalah pemain teratas dari yang teratas dalam bidangnya, yang bertarung dalam arena dengan persaingan level tinggi (ultra-high performing fields).

Prof. Anders berusaha untuk mencari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak di arena tersebut. Hal yang dia temukan adalah, semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk melatih diri dalam suatu bidang, semakin baik hasil yang akan anda dapat. Untuk mencapai puncaknya, anda membutuhkan minimal waktu 10.000 jam untuk belajar dan berlatih.

Malcolm Gladwell, menulis buku pada 2007 dengan judul ” Outliers: The Story of Success. “
Inti dari buku tersebut adalah tentang teori 10.000 jam.
“ Berlatihlah terus, berlatihlah terus dan anda akan menjadi ahlli/expert, maka anda akan menjadi posisi puncak di arena anda. ”
Hal yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Prof. Anders adalah bahwa teori 10.000 jam adalah untuk mencapai puncak di level ultra-high hyper competitive arena.

Buku Outliers menjadi best seller, 3 bulan berturut turut. Tiba-tiba teori 10.000 jam ada dimana-mana. Informasi mulai menyebar secara masif dan dipercaya masyarakat.
Maka pesan 10.000 jam untuk menjadi ahli dan mencapai puncak di arena dengan level kompetisi tingkat tinggi, diterjemahkan oleh masyarakat menjadi 10.000 jam untuk menjadi ahli dalam suatu hal.
Hal ini pada akhirnya menjadi 10.000 jam untuk mempelajari suatu hal.

Kalimat yang menyatakan 10.000 jam untuk mempelajari suatu hal adalah sesuatu yang tidak benar. Dengan Latihan yang konsisten dan terukur, sebenarnya siapapun dapat menjadi mahir dalam suatu hal, minimal bisa.
Jika kita memang mempunyai motivasi yang kuat untuk mempelajari sesuatu, kita tidak akan pernah berfikir tentang waktu, yang penting adalah bagaimana saya dari tidak bisa menjadi bisa, lalu dikembangkan agar menjadi lebih baik dan lebih baik.

Jadi, pertanyaanya adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan dari tidak bisa melakukan sesuatu dan menyadari bahwa kita tidak kompeten, untuk mencapai level mahir, minimal bisa ?

Josh Kaufman melakukan penelitian untuk menjawab hal tersebut, dan hasilnya 20 jam.
Hal ini berlaku untuk mempelajari apapun, bidang apapun. Entah mau belajar bahasa, belajar menggambar, berenang dan lain-lain.
Jika anda bisa mengalokasikan waktu 20 jam secara konsisten untuk latihan dan belajar, maka anda akan tercengang. Tercengang melihat seberapa ahli diri anda.

20 jam masuk akal dan sangat memungkinkan untuk dilakukan. Itu adalah 45 menit sehari dalam satu bulan (bahkan bisa bolong-bolong beberapa hari).

To be continued…..

[ contoh praktis : lakukan setiap hari ‘push up’ cukup satu kali hitungan saja, namun setiap hari bertambah satu.
Hasilnya dalam waktu 40 hari, maka anda sudah kuat ‘push up’ sebanyak 40 kali.
Sehingga dalam 100 hari, maka anda sunda bisa dan kuat ‘push up’ 100 kali, buktikan ! ]

Bandung, Minggu, 21 Juni 2020

-Rizal CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan