banner 728x90

Baterai Lithium Berbahan Nikel

Baterai Lithium Berbahan Nikel

Pemasok baterai untuk perusahaan Tesla, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) telah merilis informasi terkait baterai ciptaannya yang mampu bertahan untuk menempuh jarak lebih dari 1 juta mil. Jarak tersebut setara dengan mengelilingi dunia 50 kali.
Dalam pemaparannya, ketua dan pendiri perusahaan Zeng Yuqun mengatakan bahwa baterai yang mampu bertahan selama 16 tahun atau 1,24 juta mil (2 juta kilometer),
“ Siap diproduksi ! ”

Informasi ini dapat berfungsi sebagai pendorong potensial bagi konsumen untuk mengenal dan beralih ke kendaraan listrik (EV). Potensi ini sejalan dengan merosotnya harga minyak (fosil) dunia yang membuat harga kendaraan dengan pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) lebih kompetitif.

Selama wawancara di kantor pusat perusahaan CATL di Ningde, Cina, Zeng merinci bagaimana baterai tahan lama akan memakan biaya 10% lebih banyak sa’at produksi dibandingkan dengan model standar.
Biaya produksi baterai memang memakan 10 % biaya lebih banyak, akan tetapi manfa’atnya termasuk penggunaan baterai yang sama di beberapa mobil dalam rentang hidup yang panjang. Dibandingkan dengan manfa’at jangka panjangnya, itu sebenarnya murah.

Pembuatan baterai juga dilakukan dengan mengurangi dan bahkan menghilangkan penggunaan kobalt dalam baterai yang akan menurunkan biaya produksi. Hal ini akan mengurangi penggunaan dan penambangan kobalt, yang sering dikaitkan dengan permasalahan mempekerjakan anak di bawah umur dan lingkungan kerja yang mematikan.

Tesla dan CATL menandatangani kontrak dua tahun yang dimulai pada bulan Februari untuk pasokan baterai ke pabrik Tesla di Shanghai.
Tesla telah bekerja keras untuk membawa baterai sejuta mil bagi penggunanya, untuk diterapkan di kendaraan listriknya dan produk energinya.

Perusahaan baru-baru ini mempekerjakan jasa Jeff Dahn, seorang peneliti baterai di Universitas Dalhousie, Kanada.
Dahn ditugaskan membantu pengembangann baterai lithium-ion yang tahan lama.

Garansi Tesla sa’at ini untuk armada EV-nya berlaku selama 8 tahun dan bervariasi antara 100.000 mil hingga 150.000 mil, tergantung pada varian kendaraan yang dibeli. Model S dan Model X adalah EV yang memiliki jaminan jarak tempuh paling panjang.

CATL yang berbasis di China, sa’at ini sedang dalam proses menambahkan fasilitas di Jerman. Lebih jauh, mereka akan memasok baterai ke BMW, unit AUDI Volkswagen dan Porsche.

Pembuat mobil akan mendapatkan 70% baterainya dari CATL. Langkah CATL membangun fasilitas di Jerman akan mengurangi biaya tambahan dalam memasok mitra-mitra pembuat mobilnya.
Zeng memaparkan, untuk alasan yang jelas, tidak ada rencana sa’at ini untuk membawa pabrik ke AS.

Lebih banyak berita diharapkan setelah acara “Battery Day” Tesla mendatang.
Sementara itu Zeng mengatakan tentang hubungannya dengan Elon Musk :
“ Kami rukun, dan dia pria yang menyenangkan. Dia berbicara tentang kendala biaya sepanjang hari, dan saya memastikan kami memiliki solusinya. ”

Sumber : interestingengineering.com

[ pabrik nikel terbesar di dunia ada di Indonesia ]

Bandung, Kamis, 11 Juni 2020

-Rizal CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan