banner 728x90

Webinar : “ Pemanfa’atan Internet Sebagai Media Penyebaran Informasi dalam Upaya Melindungi Diri dari Bencana Pandemi Covid-19 ”

Webinar : “ Pemanfa’atan Internet Sebagai Media Penyebaran Informasi dalam Upaya Melindungi Diri dari Bencana Pandemi Covid-19 ”

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran anda jika mendengar kata seminar ?

Suatu acara di dalam gedung, ruangan ber-AC, dihadiri narasumber yang merupakan orang penting, duduk di kursi mendengarkan dan tanya jawab di sesi diskusi. Biasanya membahas suatu topik penting yang sedang trending dan atau suatu bentuk sosialisasi atas suatu program atau sesuatu yang bermanfa’at.
Jamnya di atur, dimulai dari jam mulai, sesi pemaparan, sesi diskusi dan tanya jawab sampai jam selesai, meskipun pada kenyataanya banyak yang sering terlambat.

Di akhir acara, cukup beruntung jika penyelenggara memberikan uang transport atau minimal makan atau coffee break (kecuali jika dilaksanakan di bulan puasa).
Hadiah minimal yang diberikan oleh penyelenggara, ya bisa goody bag dan atau sertifikat, bisa salah satu bisa keduanya.

Tetapi ada yang berbeda dengan beberapa seminar yang diselenggaran di semester pertama tahun 2020, sangat tidak biasa.
Yaa, di awal tahun 2020 terjadi pandemic Covid-19 yang terjadi di hampir semua tempat di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pandemi ini banyak merubah kebiasaan dan gaya hidup yang biasa dilakukan oleh masyarakat.

Hampir semua aktivitas dipindahkan ke rumah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Pemindahan aktivitas ke rumah ini dilakukan untuk menghindari pengumpulan orang dalam skala besar serta untuk menekan laju penyebaran virus corona, Covid 19.

Seminar-seminar yang biasa melibatkan banyak orang dan diselenggarakan dalam suatu gedung pertemuan jadi tidak bisa dilaksanakan seperti biasanya. Maka, kegiatan seminar pun dialihkan menjadi kegiatan webinar.

Webinar adalah penyelenggaraan seminar yang dilaksanakan secara daring menggunakan media tertentu dan jaringan internet. Peserta seminar bisa mengikuti kegiatan dari mana saja, asalkan mempunyai sarana prasarana yang mendukung seperti gadget, layanan internet dan aplikasi pendukung.

Salah satu webinar yang diselenggarakan pada tahun 2020 adalah :
“ Pemanfaatan Internet Sebagai Media Penyebaran Informasi dalam Upaya Melindungi Diri dari Bencana Pandemi Covid-19 ”.

Acara ini diselenggarakan oleh Kominfo, Bakti dan Komisi I DPR RI, dengan pembicara Nurul Arifin selaku anggota Komisi I DPR RI dan Prof. Henry Subiakto selaku staf ahli MenKominfo RI.
Webinar ini diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2020 pukul 14.00 menggunakan aplikasi Zoom dan disiarkan melalui YouTube channel Bakti.

Inti dari seminar ini adalah bagaimana pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin masif dan menghentikan mobilitas dan memaksa orang untuk berdiam diri di rumah. Banyak hal yang dalam pelaksanaannya harus dialihkan untuk dikerjakan di rumah melalui internet.

Meski begitu, tidak sedikit bidang usaha yang tidak bisa beradaptasi dan atau tidak bisa dijalankan melalui internet, misalnya industri pariwisata, terlebih sektor pertanian dan pangan. Pandemi ini melumpuhkan ekonomi dan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

Pada akhirnya, kita dituntut untuk membiasakan diri dengan perubahan yang terjadi. Kita dituntut untuk bisa dan mampu menguasai menggunakan media internet sebagai langkah untuk menyelamatkan diri.

Kita yang tidak terbiasa menggunakan internet mau tidak mau harus bisa dan terbiasa menggunakannya. Kita juga dituntut untuk melihat peluang bisnis di dunia digital, e-commerence atau bisnis online. Harus bisa memanfa’atkan internet secara tepat dan efektif untuk memperoleh informasi dan mendapatkan penghasilan, melihat peluang dan bergerak di sa’at bersamaan.

Di tengah wabah pandemi ini, DPR RI berperan sebagai perwakilan rakyat untuk berkolaborasi dan mendorong MenKominfo untuk meningkatkan dan menyediakan layanan internet dan komunikasi selama pandemi.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat menjalani kegiatan sehari-hari yang sa’at ini sangat bergantung pada koneksi internet dan kekuatan sinyal.

DPR RI terus bekerja dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan penanganan Pandemi Covid-19.

Prof. Henri selaku staf ahli Menkominfo memaparkan bahwa Pandemi Covid-19 ini merupakan kejadian luar biasa yang tidak terduga. Tidak ada satupun negara yang siap. Hampir semuanya mencoba menyelesaikan permasalahan Covid-19 ini dengan “learning by doing’ dan ‘trial and error’.
Alhasil cara penanganan Covid-19 ini berbeda-beda di tiap negara.

Pemerintah Indonesia sangat serius dalam menangani Pandemi Covid-19. Beberapa langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah diantaranya dengan membentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang dipmpin oleh Kepala BNPB Letjen Doni Monardo.

Satuan tugas ini terdiri dari beberapa kementrian dan lembaga negara seperti TNI dan Polri serta melibatkan Pemerintah Daerah, Provinsi dan Kota/Kabupaten.

Kebijakan dan peranan yang sudah dilaksanakan oleh MenKominfo dalam penanganan Covid-19 diantaranya :

  1. Menjalin Kerjasama dengan seluruh ‘stake holder’ lembaga penyiaran, telekomunikasi, blogger, KPI, Dewan Pers Dan lain-lain.
  2. Menghasilkan konten konten Campaign :
    Stay at Home, Mendukung Tenaga Medis, Pola Hidup Sehat dan Tidak Mudik.
  3. Membentuk Information Center.
  4. Membuat ‘Chatbot’ terkait informasi terbaru Covid-19 bekerjasama dengan aplikasi Whatsapp.
  5. Memblokir infodemik dan ‘hoax’ bekerjasama dengan aparat penegak hukum.
  6. Berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, sosialisasi terintegrasi.
  7. Kerjasama dengan kaum profesional, mengkomunikasikan hal yang penting dan harus dilakukan selama pandemic.

Prof. Henri juga memaparkan tantangan kejahatan siber di masa pandemi Covid-19, diantaranya :

  1. Penggunaan Media Sosial meningkat 40%.
  2. Penggunaan Aplikasi penunjang kerja naik 443%.
  3. Kejahatan Siber meningkat secara signifikan.
  4. Terhitung ada 1222 tema ‘Hoax’ selama Pandemi di bulan Februari – April.
  5. Maraknya pencurian data disebabkan kegiatan masyarakat yang berpindah ke dunia digital

Oleh karena itu, Menkominfo dengan segala daya dan upaya senantiasa berusaha untuk menjamin konektifitas internet dan sinyal yang stabil demi menunjang aktivitas kegiatan masyarakat.
MenKominfo bekerjasama dengan Telkom Indonesia menciptakan platform digital yang lebih aman untuk digunakan warga negara Indonesia untuk mencegah kebocoran data.

Bandung, Selasa, 5 Mei 2020

-Rizal CJI
‘The First Men’

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan