banner 728x90

Mengurangi Demokrasi atau Memberantas Kemiskinan ?

Mengurangi Demokrasi atau Memberantas Kemiskinan ?

Tahukah anda bahwa tujuan dari demokrasi adalah kebaikan bersama. Hal itu dapat ditemukan di dalam buku ‘The Politics’ yang ditulis oleh filsuf besar Aristoteles, yang hingga hari ini menjadi fondasi dari banyak teori politik setelahnya.

Aristoteles meyakini bahwa pelaksanaan demokrasi harus sepenuhnya partisipatoris (dengan pengecualian di masa itu, seperti perempuan dan budak) dan bertujuan untuk kebaikan bersama. Untuk memenuhi tujuan itu, demokrasi harus bisa menjamin kedudukan yang relatif setara, kepemilikan yang tidak berlebihan dan kemakmuran untuk semua orang.

Dengan pendapat ini, kita dapat menyimpulkan bahwa jika dalam suatu demokrasi, ada kutub ekstrem antara si kaya dan si miskin, kita tidak dapat menerapkan demokrasi secara optimal. Demokrasi yang sebenarnya harus seperti sesuatu yang kita sebut “welfare state” atau negara kesejahteraan. Dalam bentuk ekstrem, jauh melampaui apapun yang pernah dibayangkan pada abad ini.

Yaa, bagi negara kapitalis, gagasan tersebut terkesan radikal.
Jika Aristoteles masih hidup, dia akan dituduh sebagai seorang radikal yang berbahaya (dan mungkin saja benar). Meskipun begitu, gagasan bahwa kekayaan yang berlebihan tidak bisa hidup berdampingan dengan demokrasi, sudah ada sejak zaman pencerahan/ Renaisans dan liberalisme klasik, melibatkan tokoh-tokoh besar seperti Tocqueville, Adam Smith, Thomas Jefferson dan lainnya.

Aristoteles juga berpendapat, jika dalam suatu sistem demokrasi ada suatu ketimpangan antara
si Kaya dan si Miskin, maka si Miskin akan menggunakan hak-hak demokratis mereka untuk mengambil kekayaan si Kaya.
Hal ini sangat tidak stabil, maka Aristoteles mempunyai dua solusi : mengurangi kemiskinan (pilihan yang direkomendasikan) atau mengurangi demokrasi.

James Madison, Presiden AS ke 4 dalam masa jabatannya mengalami masalah demokrasi yang sama. Terdapat ketimpangan antara si Kaya dan si Miskin.
Namun, berbeda dengan Aristoteles, Madison lebih memilih mengurangi demokrasi daripada memberantas kemiskinan. Madison percaya, bahwa tujuan pokok pemerintah adalah “melindungi minoritas yang kaya dan mayoritas yang miskin.”

Sebagaimana koleganya John Jay menegaskan, “masyarakat yang menguasai suatu negara haruslah memerintahnya.”

Madison khawatir, jika ada bagian dari populasi yang terus tumbuh, mereka yang menderita akibat kesenjangan di masyarakat, mulai menginginkan kualitas hidup yang lebih merata. Jika orang-orang itu memiliki kekuatan demokratis, maka mereka bisa melakukan hal yang besar, lebih dari sekedar mengeluh dan berharap.
Dia juga khawatir, jika orang-orang miskin dan menderita ini, dengan jumlahnya yang besar akan bersatu dan menggunakan kekuasaan mereka untuk mewujudkan “land reform” atau Roformasi Agraria.

Oleh sebab itu, Madison merancang suatu sistem demokrasi yang memastikan demokrasi tidak berjalan.
Dia meletakan kekuasaan pada “sekelompok orang yang memiliki kemampuan”, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu tentang “kemakmuran bangsa”. Sementara warga negara lainnya dimarginalkan dan dikotak-kotakan dengan berbagai cara. Salah satu contohnya adalah memecah belah konstituen, menghampat upaya persatuan aksi kaum buruh dan koperasi, eksploitasi konflik antar ras dan etnik dan lain sebagainya.

[ Hal ini pernah terjadi ketika Soeharto berkuasa selama 30 an tahun di Indonesia.
Dia telah berhasil menggagalkan program ‘land form’ yang telah Soekarno gagas sebelumnya.
Tanah, kebun dan hutan bisa dikuasai dan dimiliki oleh hanya segelintir orang/pengusaha yang dekat dan manut pada Soeharto ]

Tentu sangat mustahil sesuatu yang kita sebut sebagai “dampak sistem pasar” (ketimpangan sosial si Kaya dan si Miskin akibat sistem kapitalis) bisa ditoleransi oleh masyarakat yang demokratis.
Maka solusinya ada dua, mau menggunakan rekomendasi Aristoteles atau menerapkan sistem seperti James Madison.

[ Sampai hari, bangsa Indonesia masih terpecah ]

Cimahi, Selasa, 28 April 2020

-Rizal CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan