banner 728x90

Pangan Adalah Sumber Nabi Adam & Siti Hawa Terusir Dari Surga

Pangan Adalah Sumber Nabi Adam & Siti Hawa Terusir Dari Surga

Qisah bercerita bahwa Nabi Adam ‘Alaihissalaam dan Siti Hawa harus keluar dari surga hanya karena urusan pangan.
Harga dan nilainya (barangkali) tidak seberapa, dibandingkan dengan multi kenikmatan dan multi pangan yang serba tersedia di dalam surga.

Yang jadi persoalan utama adalah masalah integritas dan ketaatan seorang hamba (makhkuk ciptaan) terhadap Allooh Sang Maha Pencipta.

Dari sudut pandang nilai barang yang dilanggar hanya lah mengambil sebiji Buah Kholdi, namun ditinjau dari sudut ketaatan dan kepatutan sebagai seorang makhluk sangat berat sekali pelanggarannya.

Terlepas dari bujuk rayu Iblis laknatullooh, akan tetapi pelanggaran aturan atas Protokol Surga sudah sangat jelas tidak bisa termaafkan dan hanya sanksi yang harus mereka terima.

Allooh SWT lewat Malaikatnya menurunkan mereka berdua ke bumi, alam dunia dan harus menerima ‘Lock Down’ total ( tidak bertemu ) selama empat puluh (40) tahun.

Bayangkan !

Kita saja sekarang sudah berasa jenuh dan menderita hanya karena harus jaga jarak dan jaga temu yang sifatnya sementara.
Masih bisa keluar rumah dan beraktifitas bahkan masih bisa komunikasi lewat ‘hp’ secara virtual/digital.

Sedangkan, Nabi Adam dan Siti Hawa hanya berdua menempati alam dunia, bumi yang kita diami, juga tidak punya alat komunikasi apapun.
Alangkah sepi, sedih dan menderitanya mereka berdua.

Aktivitas yang Nabi Adam lakukan hanyalah meminta ampunan dan penyesalan kepada Allooh SWT.

Buah Kholdi adalah ril dari jenis tumbuhan atau pohon terlarang satu-satunya yang ada di surga.

Sebegitu dahsyatnya sanksi yang harus mereka terima keluar dari tempat sumber segala sumber keni’matan yang tiada kira.

Ternyata pembunuhan perdana yang terjadi di alam dunia juga bermotifkan masalah persembahan pangan dari kakak – adik Putra Nabi Adam dan Siti Hawa, Kabil membunuh Habil plus ada latar belakang pernikahan.

Hari inipun, sebenarnya Allooh SWT menurunkan wabah virus corona ada hubungannya dengan dunia pangan, bahkan erat sekali.

Virus Corona hanya menyerang sel dan alat pernafasan yang merusak dan mematikan sistem pernafasan.

Obatnya hanya satu dan hanya satu-satunya yang bisa produksi anti bodi dan sistem kekebalan tubuh yaitu sel darah putih atau leukosit.
Sel darah putih atau leukosit sangat butuh asupan nutrisi makanan bergizi dan ber-vitamin yang berasal dari tumbuhan/pohon pangan.

Manusia se dunia telah sengaja merusak dan menghilangkan keseimbangan alam dunia berupa percepatan pengrusakan tanah, air dan udara.

Wabah virus corona turun, menyerang dan mewabah ke seluruh dunia hanyalah untuk menyadarkan manusia bahwa begitu sangat pentingnya ketahanan tubuh (self defence) dan ketahanan pangan berupa terjaganya keseimbangan antara tanah, air dan udara.
Semua itu merupakan sumber kehidupan makhluk hidup.

Bagaimana dengan bangsa Indonesia ?

Bandung, Minggu, 26 April 2020, 3 Romadhon 1441 H

Muhammad Zaki Mubarrok
UTeuK InterD

MuliakanTanahAirUdara

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan