banner 728x90

Penabung adalah Pecundang

Penabung adalah Pecundang

Uang merupakan alat transaksi yang menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Pepatah berkata, “Tidak semua hal dapat dibeli dengan uang, tetapi segalanya butuh uang.” Pepatah ini tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak sepenuhnya benar.

Yaa memang uang sangat menakutkan, dapat merubah orang dan bisa menghancurkan perekonomian suatu negara. Tetapi, dengan memiliki uang, anda mempunyai lebih banyak pilihan dan opsi untuk hidup anda, entah untuk meningkatkan standar hidup atau disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. Meskipun begitu, banyak dari kita yang tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan uang yang dimiliki.

Ada yang mungkin berpendapat,
“saya tidak tertarik dengan uang.”
Gagasan ini menurut saya berbahaya, jika anda tidak tertarik dengan uang anda, maka orang lain tertarik dengannya.
Mungkin anda pernah memiliki kolega atau teman yang bertanya,
“Saya punya uang Rp 10.000.000, apa yang harus saya lakukan dengan uang saya ?”

Jawaban paling sederhana yang bisa saya berikan adalah
“Tolong jangan umumkan pada dunia bahwa anda tidak tahu apa-apa tentang bagaimana menggunakan uang, jika anda tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan uang anda, ada jutaan orang yang akan memberitahu anda apa yang harus anda lakukan.
Dalam banyak kasus, hal yang mereka katakan pada anda adalah ‘Berikan uang anda kepada saya’ (baik secara frontal maupun eksplisit).”

Di negara manapun di bumi tempat anda tinggal, pasti mempunyai uang. Dunia sering mencetak uang.
Uang kita adalah racun, tidak stabil dan menyebabkan ketidakstabilan perekonomian dunia. Semakin banyak uang dicetak, semakin besar kesenjangan antara orang kaya, miskin dan kelas menengah.

[ uang dolar Amerika merupakan uang paling banyak beredar di dunia, dimana uang yang dicetak di dalam negeri sama banyaknya dengan yang beredar di seluruh dunia.
Itu sebabnya Amerika bisa menguasai ekonomi dunia. Juga penyebab utama ekonomi dunia sangat rentan kena krisis karena semua sangat bergantung pada dolar Amerika ]

Untuk mendapatkan uang, banyak orang diajari untuk kerja keras, bayar pajak, rajin menabung, beli rumah, melunasi cicilan dan invest di pasar saham.
Ini mungkin nasihat yang bagus untuk Era Industri, tetapi nasihat itu sudah usang saat ini. Dongeng ini sudah berlalu, salah satu alasan utama kesenjangan antara orang kaya, orang miskin dan kelas menengah semakin melebar karena masih mempercayai dongeng ini. Terutama dalam hal menabung.

Robert T Kiyosaki, seorang investor, wirausahawan dan penulis dalam bukunya
“Why The Rich Are Getting Richer” berpendapat bahwa penabung adalah pecundang.

Dahulu, pada 1976 di Amerika Serikat, orang bisa menjadi kaya dengan menabung.
Contohnya :
Pada 1976, taruhlah anda mempunyai tabungan $ 1 Juta, dengan suku bunga 15%.
Artinya dalam setahun anda bisa mendapat $ 150.000 dolar dari bunga tabungan anda. Anda bisa hidup bercukupan dengan $ 150.000/tahun.

Namun, semua sudah berubah hari ini.
Hari ini (16 April 2020) di Amerika , dengan tabungan $ 1 juta dan bunga bank sebesar 2% setahun, tabungan anda hanya menghasilkan $ 20.000/ tahun. Sebesar itulah penurunan terhadap nilai uang. Hal ini belum ditambahkan dengan inflasi. Jika tingkat inflasi 5%, berarti anda kehilangan 3% uang anda setiap tahun.

Inflasi disebabkan karena pemerintah terus mencetak uang, mengakibatkan semakin banyak uang yang beredar di masyarakat. Ditambah lagi dengan fakta bahwa pada 30% dari dunia, suku bunga berada di bawah nol.
Artinya suku bunga negatf, bank mengenakan tagihan pada kita atas tabungan kita.

Mengapa pemerintah terus mencetak uang ?

Jawabannya agar perekonomian mereka (AS) tidak ambruk.
Pada 1971, dolar AS telah berubah menjadi mata uang fiat.
Mata uang fiat adalah uang yang tidak bernilai dan tidak ditunjang oleh sesuatu yang bernilai (emas), kecuali oleh ketetapan pemerintah.

Pemerintah membuat undang-undang yang mensyaratkan bahwa selembar kertas tertentu adalah uang, alat pembayaran yang sah menurut hukum.
Artinya, orang harus membayar pajak dengan mata uang fiat di negaranya, tidak bisa membayar pajak dengan emas atau ayam.

[ ini sebuah strategi atau kebijakan yang sangat menguntungkan AS dan sangat merugikan negara lain, khususnya Indonesia ]

Apa yang salah dengan mata uang fiat ?

Pemerintah (dimanapun) cenderung belanja lebih daripada pajak yang dipungut dari masyarakatnya.
Pemerintah membuat janji yang tidak selalu bisa mereka tepati. Alhasil, mereka mencetak mata uang fiat untuk membayar tagihan atas belanja pemerintah dan mata uang fiat semakin banyak dan tidak berharga.

Ini menyebabkan masyarakat harus bekerja lebih keras sebab hidup menjadi lebih mahal. Akhirnya, semua jenis mata uang menjadi tidak berharga, karena pemerintah tidak tahu cara menghasilkan uang, mereka hanya tahu cara mengeluarkan (mencetak) uang.

Seorang filsuf Prancis, Voltaire (1694-1778) mengatakan,
“Uang kertas kembali ke nilai hakikinya, nol.”
Selama dolar AS didukung oleh emas, sulit bagi pemerintah untuk mencetak uang.
Begitu dolar AS tak lagi didukung oleh emas, mesin cetak mulai mencetak uang dan penabung menjadi pecundang.

[ semoga bangsa Indonesia cepat sadar dan cepat kembali membangun sektor ril yang berbasis pemuliaan tanah dan pohon ]

Sumber :
Kiyosaki, R. T. (2018). Why The Rich Are Getting Richer. (E. Saptiana, Penyunt., & F. Ilyas, Penerj.) Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Bandung, Senin, 20 April 2020

-Rizal CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan