banner 728x90

Gedung Sate

Gedung Sate

Gedung Sate merupakan gedung yang di atas/atapnya berbentuk seperti tusuk sate atau atap Bali atau pagoda di Thailand.
Hal ini sesuai dengan keinginan sang arsitektur yakni Ir J. Gerber yang memadukan aliran Asia yakni bagian atas seperti pura Bali atau pagoda di Thailand.
Sedangkan untuk bangunannya sendiri menganut aliran Renaissance Italia dan untuk kaca sendiri menganut aliran Moor Spanyol.

Gedung Sate sendiri awalnya dibangun pada 27 Juli 1920 yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Johanna Catherina Coops yang merupakan Putri Wali Kota Bandung saat itu yaitu B. Coops dan Petronella Reolofsen mewakili Gubernur Jenderal Batavia yaitu J. P. Graaf Van Limburg.
Gedung Sate dibangun selama 4 tahun sampai tahun 1924 dengan bangunan utamanya sebagai PTT (Pos, Telepon dan Telegraf) letaknya yang strategis, menjadikan destinasi wisata bagi warga Kota Bandung dan sekitarnya.

Tetapi, tahukah anda peristiwa dibalik perjuangan Gedung Sate dalam mempertahankan Kemerdekaan Bangsa Indonesia ?

Pada Senin tanggal 3 Desember 1945 di bawah pasukan tentara Gurkha (orang-orang Nepal) Belanda bersama Inggris menghimpun pasukan untuk melakukan pertempuran demi bisa menduduki kembali tanah yang pernah mereka jajah.
Pertempuran terjadi tanggal 3 Desember 1945 yang berlangsung selama 2 jam.

Dengan senjata lengkap mereka menyerang Gedung Sate. Ada 7 pemuda yang rela berkorban demi mempertahankan kedaulatan negara waktu itu. Mereka bernama ; Muchtarudin,
Susilo,
Suhodo,
4 orang lagi tidak diketahui namanya.

[ Pahlawan tanpa nama ]

Mereka bertaruh nyawa dengan semangat juang tinggi menggunakan senjata-senjata yang masih bisa digunakan untuk pertempuran pada saat itu. Mereka tewas ditangan para penjajah.
5 diantaranya dimakamkan di belakang Gedung Sate tepatnya di lapangan golf (kemungkinan sudah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Bandung) dan 2 diantaranya tidak ditemukan.

Sebagai bentuk penghormatan kepada jasa 7 pemuda tersebut, dibuatlah prasasti yang berada di Gedung Sate. Tepatnya sejajar dengan pintu masuk utama Gedung Sate dan dikelilingi oleh taman.

Perjuangan mereka yang tak kenal lelah dalam mempertahankan kedaulatan bangsa setelah beberapa bulan dalam suasana euforia merayakan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, di kala itu patut di acungi jempol sebagai wujud Cinta Tanah Air. Sebagai wujud penghormatan kepada para Pahlawan Bangsa tersebut minimal kita selalu mendoakan mereka yang gugur di medan perang kapanpun dan dimanapun kita berada.

Jombang, Senin, 13 April 2020

Manda CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan